info@stikespku.ac.id | (0271) 734955

PRODI S1 GIZI STIKES PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA MENDAPAT NILAI AKREDITASI B

by admin Comments: 0

Kerja keras manajemen Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta membuahkan hasil bahwa Program Studi S1 Gizi mendapatkan nilai akreditasi B. Setelah mengikuti asesmen lapangan (Visitasi) akreditasi program studi S1 Gizi Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta, pada tanggal 9 – 10 April 2018. Tim asesor terdiri dari Prof.Dr.Ir. Ikeu Tanziha, MS dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan DR. Marudut Sitompul, MPS. dari Poltekes kemenkes Jakarta.
Sesuai hasil akreditasi institusi dari Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAM PT Kes) menempatkan kampus tersebut dengan akreditasi B dengan Nomor SK: 0307/ LAM-PTKes/Akr/Sar/V/2018. Dikeluarkan tanggal 5 Mei 2018.

Weni Hastuti, S. Kep., M. Kes selaku ketua Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta menyampaikan “Kami mengucapkan syukur Alhamdulillah atas capaian Akreditasi B Pada Prodi Gizi. Apa yang kami raih ini merupakan hasil kerjasama seluruh civitas akademika STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, serta jawaban dari harapan dan Do’a kita semua. Akreditasi Prodi Gizi ini sudah ditunggu tunggu oleh teman teman Ahli gizi yang sudah bekerja di berbagai instansi yang ingin transfer ke jenjang S1. Dengan capaian Akreditasi B ini sekaligus menunjukkan kepada masyarakat bahwa Prodi S1 Gizi STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta merupakan pilihan yang tepat untuk menjadi sarjana Gizi, karena kualitasnya sudah tidak perlu diragukan lagi”.

“Dengan mendapatkan nilai akreditasi B maka mutu lulusan yang dihasilkan terjamin, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap suatu institusi pendidikan. Apalagi melihat peluang untuk program Studi S1 Gizi STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta masih terbuka luas, diantaranya di Kota Solo sebagai tempat wisata kuliner, kebijakan pemerintah sehingga membuka luas kesempatan terhadap alumni untuk mengembangkan jiwa wirausaha dalam bidang kuliner halal. Seluruh alumni Prodi S1 Gizi STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta telah 100 % bekerja maupun membuka lapangan usaha. Semoga dengan hasil akreditasi mendapat nilai minimal B ini nantinya mampu menjadikan Progdi S1 Gizi Stikes PKU Muhammadiyah surakarta menjadi lebih baik “ harap Weni. (Humas/teguh)

Asesmen Lapangan (Visitasi) Akreditasi Prodi S1 Gizi yang dilakukan oleh Tim Asesor LAM-PTKes

by admin Comments: 0

Tim asesor LAM-PTKes melakukan asesmen lapangan (Visitasi) dalam rangka akreditasi program studi S1 Gizi Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta, pada tanggal 9 – 10 April 2018. Tim asesor terdiri dari Prof.Dr.Ir. Ikeu Tanziha, MS dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan DR. Marudut Sitompul, MPS. dari Poltekes kemenkes Jakarta.

Ketua STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta Weni Hastuti, S.Kep., M.Kes dan Ketua Program Studi S1 Gizi, Tuti Rahmawati, S.Gz., M.Si. beserta jajarannya mendampingi tim asesor LAM-PTKes dalam menjalankan tugasnya untuk melakukan verifikasi data, assessment lapangan, dan wawancara terhadap pengguna, mahasiswa, dan alumni untuk mendapatkan data yang benar-benar valid.

Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta Dr. H. Sofyan Anief, M.Si., menyampaikan bahwa LAM-PTKes merupakan Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia untuk melihat kualitas Progam Studi, Sekolah Tinggi maupun Universitas sebagai tolak ukur dalam pemberian penilaian akreditasi. Progam Studi S1 Gizi selalu berusaha untuk meningkatkan nilai akreditasi untuk mendapatkan nilai yang maksimal. Upaya tersebut terlihat dari usaha pengembangan fasilitas ruang perkuliahan dan dosen, pengembangan perpustakaan, pembaruan kurikulum, pemanfaat teknologi informasi dan pengembangan kemahasiswaan yang dilakukan Prodi S1 Gizi beberapa tahun terakhir. Dan Muhammadiyah baik melalui Majlis Dikti PP Muhammadiyah maupun Pimpinan daerah Muhammadiyah Surakarta selalu memberi dukungan dan support untuk kemajuan Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta menjadi salah satu Sekolah Tinggi kesehatan yang terbaik dan menjadi unggulan.
Ketua Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta, Weni Hastuti, M.Kes menyampaikan ucapan terima kasih atas kedatangan tim asesmen yang akan mengukur “tingkat bisa dipercaya” penyelenggaraan pendidikan S1 Ilmu Gizi di lembaganya.

Prodi S1 Gizi STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta mendapatkan ijin operasional dengan SK Nomor : 319/E/O/2012 pada tanggal 14 September 2012. Peluang untuk program Studi S1 Gizi STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta masih terbuka luas, diantaranya di Kota Solo sebagai tempat wisata kuliner, kebijakan pemerintah sehingga membuka luas kesempatan terhadap alumni untuk mengembangkan jiwa wirausaha dalam bidang kuliner halal. Seluruh alumni Prodi S1 Gizi STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta telah 100 % bekerja maupun membuka lapangan usaha.

“Akreditasi merupakan penilaian penyelenggaraan progdi yang bertujuan menginformasikan kinerja program kepada masyarakat. Selain itu, progdi juga akan mendapat masukan dari asesor tentang hal-hal yang masih harus ditingkatkan dalam penyelenggaraan progdi, mengingat akreditasi juga merupakan bentuk evaluasi pembinaan dari LAM-PT Kes” jelas Weni. Ia menambahkan, pentingnya akreditasi agar mutu lulusan yang dihasilkan terjamin, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap suatu institusi pendidikan. Pada hari pertama dan kedua, visitor melakukan asesmen dokumen, ruang laboratorium dan fasilitas lain, serta pemaparan hasil asesmen.
“Semoga hasil akreditasi mendapat nilai minimal B ini nantinya mampu menjadikan Progdi Gizi menjadi lebih baik “ harap Weni.

 

Defisiensi Phenylalanine Hydroxylase (PAH)

by admin stikespku Comments: 0

Defisiensi phenylalanine hydroxylase (PAH) adalah gangguan metabolik yang membutuhkan kepatuhan diet seumur hidup untuk perkembangan saraf dan psikologis yang optimal. Secara tradisional disebut phenylketonuria (PKU). Pasien dengan defisiensi PAH memiliki gangguan kemampuan untuk mengubah fenilalanin (Phe) menjadi tyrosine (Tyr), yang menghasilkan peningkatan kadar Phe darah dan penurunan sintesis Tyr. Peningkatan Phe adalah neurotoksik.

Mempertahankan kadar phenylalanine (Phe) dalam kisaran yang diinginkan (120-360 µmol/L) menjadi lebih sulit ketika anak-anak mulai bertumbuh, memperoleh lebih banyak otonomi atas tubuh mereka, dan pengaruh lingkungan atau sosial.

Skrining yang dilakukan pada bayi baru lahir memungkinkan untuk identifikasi awal dan memberikan pengobatan dengan defisiensi PAH secara cepat dan tepat. Cacat intelektual yang parah dapat dihindari ketika level phenylalanine dalam darah terkontrol dengan baik saat masih bayi dan anak usia dini. Namun, diet yang kurang diperhatikan di kemudian hari dapat berdampak buruk seperti gangguan fungsi eksekutif, peningkatan impulsivitas, kemampuan belajar di sekolah tidak maksimal dan gejala gangguan kejiwaan seperti, kecemasan, depresi atau fobia.

Dilaporkan bahwa sekitar 65% ibu yang mengalami defisiensi phenylalanine hydroxylase berada di bawah kendali metabolik yang kurang baik sebelum konsepsi dan oleh karena itu mengekspos janin mereka terhadap efek teratogenik dari phenylalanine hydroxylase yang tinggi yang menyebabkan keterbelakangan mental, mikrosefali (gangguan pada sistem saraf langka yang menyebabkan kepala bayi menjadi kecil dan tidak berkembang sepenuhnya), penyakit jantung bawaan dan pembatasan pertumbuhan intrauterin.

Perawatan Terhadap Pasien Defisiensi phenylalanine hydroxylase

Secara teoritis, rencana perawatan untuk defisiensi PAH tidak rumit, namun dalam prakteknya cukup menantang karena membutuhkan diet khusus seumur hidup. Asupan fenilalanin terbatas dalam diet dan formula metabolik tambahan (mengandung protein bebas Phe) diperlukan untuk mencegah defisiensi nutrisi. Mempertahankan kadar fenilalanin dalam kisaran optimal (120-360 µmol/L) adalah hal yang sulit, terutama untuk individu dengan defisiensi PAH yang parah yang menghasilkan toleransi fenilalanin rendah.

Beberapa kendala yang biasa dihadapi dalam menerapkan diet untuk orang dengan defisiensi PAH antara lain, meningkatnya waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan makanan, ketersediaan makanan rendah protein, kurangnya variasi dalam diet, tekanan keluarga dan tingkat pengetahuan orang tua dalam penyajian makanan.

Ketika pasien mulai beranjak dewasa, tingkat kepatuhan dalam menjalani diet akan menurun. Ada sejumlah strategi yang bisa diterapkan untuk meningkatkan kepatuhan dalam menjalankan diet:

  1. Edukasi pasien secara individual menunjukkan peningkatan pada pengetahuan diet yang harus dijalankan itu sendiri dan pada kadar fenilalanin.
  2. Menggunakan rencana diet yang sudah disederhanakan.
  3. Pilih makanan yang nyaman bagi pasien.
  4. “Transfer tanggung jawab” dilakukan secara bertahap dari orang tua pada anak remaja pasien defisiensi PAH untuk mendorong anak mulai bertanggung jawab pada dirinya sendiri namun tetap dapat diawasi.

Meskipun rawat inap tidak sering dilakukan untuk pasien dengan defisiensi PAH, namun biasanya jika harus dilakukan rawat inap, akan dilakukan selama 3-7 hari, tujuannya adalah untuk menetapkan kontrol Phe, mengukur toleransi protein, konseling nutrisi yang luas, dan, dalam kelompok pasien tertentu, untuk mengevaluasi respon terhadap farmakoterapi.

Source: http://journals.sagepub.com/doi/full/10.1177/1941406415595862
Konten telah diedit untuk panjang dan gaya penulisan.

Selamat Hari Gizi Nasional!

by admin stikespku Comments: 0

 

Hari ini, tanggal 25 Januari diperingati sebagai Hari Gizi Nasional. Pertama kali diperingati pada sekitar pertengahan tahun 1960 oleh Lembaga Makanan Rakyat (LMR) yang diketuai oleh Prof. Poerwo Soedarmo yang disebut sebagai Bapak Gizi Indonesia. Awalnya, kegiatan tersebut untuk memperingati dimulainya pengkaderan tenaga gizi di Indonesia serta berdirinya Sekolah Juru Penerang Makanan pada tanggal 25 Januari 1951. Kemudian kegiatan tersebut kembali dilanjutkan oleh Direktorat Gizi Indonesia pada tahun 1970-an sampai sekarang.

Makna dari peringatan Hari Gizi Nasional yang dilakukan setiap tahunnya adalah untuk mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia betapa pentingnya mencukupi kebutuhan gizi untuk menunjang pertumbuhan tubuh dan kesehatan kita sebagai manusia.

Pentingnya Gizi bahkan tertuang dalam Undang-Undang Nomor 36 pasal 141 dan 142 tahun 2009 Tentang Kesehatan. Berisi mengenai upaya untuk melakukan perbaikan atau peningkatan mutu gizi perseorangan dan masyarakat pada seluruh siklus kehidupan sejak dalam kandungan sampai dengan lanjut usia.

Jika dulu kita mengenal istilah “4 Sehat 5 Sempurna”, kini slogan tersebut telah disempurnakan menjadi Pedoman Gizi Seimbang (PGS), mengacu pada “Nutrition Guide for Balanced Diet” yang merupakan hasil kesepakatan Konferensi Pangan Sedunia yang dilakukan pada tahun 1992. Beberapa poin yang harus diperhatikan agar kebutuhan gizi bisa terpenuhi antara lain adalah: konsumsi makanan yang beragam, biasakan perilaku hidup bersih, olahraga atau lakukan aktivitas fisik dan tetap memantau berat badan agar sesuai Indeks Massa Tubuh (IMT).

Untuk memperingati Hari Gizi Nasional, Berikut rangkuman 5 artikel terpopuler kami mengenai gizi:

1. Enam Level Minuman Berdasarkan Kandungan Gizinya

Ternyata minuman juga bisa diklasifikasikan dan dikategorikan berdasarkan level serta kandungan gizinya. Artikel ini menjelaskan mengenai kategori minuman yang dibagi menjadi 6 level berdasarkan kalori yang terkandung, kontribusi terhadap masukan energi dan nutrisinya ke dalam tubuh, serta bukti efek positif dan negatif dari tubuh.

2. Asam Lemak dari Minyak Ikan Bermanfaat bagi Pencegahan Asma pada Anak

Di dalam artikel ini terdapat uraian mengenai penelitian yang telah dilakukan dan di publikasikan pada New England Journal of Medicinetentang manfaat konsumsi minyak ikan terhadap pencegahan asma pada anak-anak. Baca disini untuk mengetahui lebih lengkapnya.

3. Konsumsi Produk Bebas Gluten Dihubungkan dengan Peningkatan Risiko Diabetes Tipe II

Mengapa produk bebas gluten dikaitkan dengan Risiko Diabetes Tipe II? Baca artikel ini untuk mengetahui penelitian mengenai bagaimana orang yang mengkonsumsi produk bebas gluten bisa 13% lebih rendah mengalami risiko terkena diabetes.

4. Benarkah Diet Bebas Gluten Membuat Kadar Arsenik dan Merkuri dalam Tubuh Meningkat?

Apa benar konsumsi produk bebas gluten bisa membuat kadar arsenik dalam tubuh meningkat? Ayo baca artikel ini yang akan menjelaskan mengenai bagaimana orang yang menjalani diet bebas gluten memiliki risiko meningkatnya kadar arsenik dan merkuri di dalam tubuhnya.

5. Arsenik pada Beras. Haruskah Kita Khawatir?

Ternyata racun arsenik juga bisa ada pada beras melalui penyerapan tanah dan air, loh. Baca artikel ini untuk mengetahui penelitian yang dilakukan oleh Food and Agriculture Organization (FAO) dan Cornell Universitytentang bagaimana bisa racun arsenik terkandung dalam beras serta bagaimana cara mengurangi kandungan arsenik yang ada di dalam beras.

Jadi, itulah rangkuman 5 artikel menyangkut gizi yang paling banyak dibaca di website gakken-idn.id

Interprofessional education (IPE)

by admin stikespku Comments: 0

Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta 9 oktober 2017 menyelenggarakan Interprofessional education (IPE) yang diikuti 250 peserta dari tenaga pendidik maupun mahasiswa Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta di gedung rektorat.
Kegiatan Kuliah pakar dan Pelatihan bagi dosen dan mahasiswa dengan tema Interprofessional education (IPE) bagi profesi kesehatan adalah sebuah upaya institusi dalam meningkatkan pengetahuan dan persamaan persepsi selama proses pembelajaran yang diikuti oleh dua atau lebih profesi yang berbeda di STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta. Prodi tersebut meliputi Keperawatan, Kebidanan dan Gizi untuk meningkatkan kolaborasi dan kualitas pelayanan dan pelaksanaanya dapat dilakukan dalam pembelajaran semasa masih menempuh pendidikan maupun tahap pendidikan klinik untuk menciptakan tenaga kesehatan yang mampu mengelola pasien dan berkolaborasi sesuai dasar keilmuan masing masing. Cemy Nur Fitria, S.Kep, Ns, M. Kep sebagai wakil ketua I bidang akademik mempunyai tanggung jawab dalam mengelola dosen dan mahasiswa dalam proses pembelajaran sehingga kegiatan ini diadakan. IPE merupakan hal yang potensial sebagai media kolaborasi antar profesional kesehatan dengan menanamkan pengetahuan dan skill dasar antar professional. Kegiatan ini akan membantu dosen dan mahasiswa untuk dapat menyatukan persepsi tentang IPE. IPE merupakan hal yang penting dalam membantu pengembangan konsep kerja sama antar profesional yang ada dengan mempromosikan sikap dan tingah laku yang positif antar profesi yang terlibat di dalamnya. Harapan saya STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta akan dapat mewujudkan secara langsung pelaksanaan IPE ini kemudian selanjutnya dapat berkoordinasi yang baik antar dosen dengan berbagai prodi. TIM dari Undip sebagai pembicara dan fasilitator adalah Dr. Diana Nur Afifah, M.Sc (Prodi Gizi), Nuryanto, S.Gz., MSi (Dept Gizi FK Undip), Ns Fatikhu Yatuni Asmara, M. Sc (Prodi Keperawatan FK Undip). Kegiatan ini dosen dan mahasiswa melihat dan melakukan secara langsung role play yang telah di setting kasusnya untuk berbagai prodi. Mahasiswa akan mempunyai persepsi dan kesiapan yang baik dan secara nyata pada kegiatan ini untuk berdiskusi dalam pemecahan kasus dengan pendekatan dari beberapa aspek kesehatan. pendekatan metode ini dalam simulasi program IPE dapat meningkatkan sikap mahasiswa tentang kolaborasi menyelesaikannya. Mahasiswa setelah lulus nanti diharapkan akan mampu menerapkan di tatanan pelayanan bersama profesi kesehatan yang lain sehingga meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

Begini Penutupan Rangkaian Kegiatan Pesantren Mahasiswa STIKES PKU Surakarta

by admin stikespku Comments: 0

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Ratusan mahasiswa STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta dari tiga program studi mengikuti outbond.

Outbond diikuti 168 mahasiswa semester dua dilaksanakan di Edupark Jalan Adi Sucipto Blulukan, Colomadu, Karanganyar, Minggu (9/7/2017).

Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Institusi (LPMPI), Anis Prabowo, mengatakan, outbound ini bertujuan untuk melatih kemampuan leadership, partnership, dan communication skill mahasiswa.

Outbound ini adalah untuk melengkapi kegiatan para mahasantri di pesantren mahasiswa (pesma).

Sekaligus sebagai prasyarat untuk mendapatkan sertifikat pesantren mahasiswa yang akan menjadi salah satu syarat ikut wisuda.

“Oleh karena itu, kegiatan outbound ini bersifat wajib,” kata Anis, dalam keterangan persnya kepada TribunSolo.com, Minggu (10/7/2017).

Dia mengatakan, kegiatan itu dilaksanakan sebagai penutupan pesantren mahasiswa yang dilaksanakan STIKES PKU Muhammadiyah.

Adapun pesantren mahasiswa sendiri, katanya, untuk menggembleng mahasiswa di bidang Al Islam dan Kemuhammadiyahan di asrama dengan metode pesantren dan sudah dimulai Februari lalu.

Selama mengikuti pesantren mahasiswa mereka didik tentang aqidah, akhlaq, bacaan Alquran, hafalan surat dan tentang kemuhammadiyahan.

“Harapannya mahasiswa STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta bener – benar menjadi insan atau kader Muhammadiyah yang bertakwa, professional dan Islami,” katanya.

Sumber: Tribunsolo.com

Fakta-fakta Vitamin D

by admin stikespku Comments: 0

Vitamin D selama ini digadang sebagai the wonder vitamin karena proses penciptaannya dapat terjadi di dalam tubuh dan manfaat-manfaatnya yang luar biasa. Namun, dalam sejumlah manfaat yang selama ini kita ketahui, banyak hal yang masih kurang kita pahami untuk menyimpulkan manfaat vitamin ini bagi tubuh. Berikut Kami paparkan fakta di balik Vitamin D.

 

1. Sumber

Ketika sinar matahari mengenai kulit telanjang, tubuh menciptakan Vitamin D-nya sendiri. Orang dengan kulit yang lebih pucat dapat mencukupi kadar Vitamin D-nya dari “berjemur” selama 5-10 menit, beberapa kali dalam seminggu. Orang dengan warna kulit lebih gelap membutuhkan jauh lebih banyak dari itu dikarenakan kadar melanin yang tinggi melindungi kulit dari sinar matahari. Oleh karena itu, sumber lain pun dibutuhkan.

Tidak banyak makanan yang menyediakan sumber vitamin D. Salmon, Makarel dan Ikan Todak adalah pengecualian, dan menyediakan Vitamin D yang signifikan dalam satu porsi makan. Ikan-ikan lain yang berlemak seperti Tuna dan Sarden pun mengandung Vitamin D walaupun tidak banyak. Juga dalam kadar rendah, Vitamin D terdapat pada kuning telur, hati sapi, sereal dan susu.

Pilih sarapan dengan bijak agar tubuh menyerap kadar Vitamin D dalam yang mencukupi. Banyak susu yang diperkaya Vitamin D termasuk susu kedelai. Jus jeruk, sereal, roti dan yogurt pun sudah biasa ditambahkan Vitamin D. Jangan lupa mengecek label untuk tahu seberapa banyak Vitamin D yang didapatkan. Mengonsumsi makanan kaya Vitamin D adalah cara terbaik.

Ada 2 jenis suplemen Vitamin D yang bisa dijadikan tambahan, yaitu D2 (Ergocalciferol) yang terdapat pada makanan dan D3 (Cholecalciferol) yang diproses dari sinar matahari. Keduanya dapat menaikkan kadar vitamin D dalam darah. Kebanyakan jenis suplemen mengandung 400 IU Vitamin D.

Faktor-faktor yang dapat membuat tubuh tidak menyerap Vitamin D dengan baik adalah usia, warna kulit, domisili di wilayah yang dingin dan kurang sinar matahari, kelebihan berat badan, intoleransi laktosa, dan penyakit hati dan pencernaan seperti Crohn’s disease atau Celiac.

Menggunakan Sunblock pun mengganggu penyerapan Vitamin D tapi tidak memakainya dapat memperbesar risiko kanker kulit. Jadi, penting untuk mencari sumber lain agar tidak kekurangan vitamin D ini.

2. Benefit?

Di antara banyak daftar manfaat dari cukupnya kadar Vitamin D dalam tubuh, yang paling familiar dan terbukti adalah bahwa Vitamin D berperan penting untuk kekuatan tulang, sejak kita bayi hingga manula. Vitamin ini membantu tubuh menyerap kalsium dari makanan yang kita konsumsi. Pada manula, dosis harian Vitamin D dan Kalsium dapat membantu mencegah fraktur dan tulang rapuh. Pada anak-anak, Vitamin D dapat membangun tulang yang kuat, mencegah rakhitis, penyebab kaki tertekuk, lutut mengetuk dan tulang yang lemah. Menambahkan Vitamin D ke formula susu di tahun 1930-an membantu mengurangi Rakhitis secara global.

Manfaat lain yang disebut-sebut adalah membantu melawan diabetes, multiple sclerosis, kanker, penyait jantung dan depresi serta membantu menurunkan berat badan. Walaupun studi-studi membuktikan kaitan kadar Vitamin D tubuh dengan penyakit-penyakit ini, ternyata tidak semua menyediakan bukti kaitan yang menyembuhkan atau menghilangkan risiko penyakit hanya dengan mengonsumsi Vitamin D yang cukup.

  • Sudah banyak studi yang menunjukkan hubungan antara rendahnya level Vitamin D dengan Diabetes Tipe 1 dan 2. Namun, tidak berarti bahwa mengonsumsi suplemen vitamin D dapat mencegah Diabetes tipe ini. Kelebihan lemak tubuh mungkin berperan di dalamnya.
  • Multiple Sclerosis (MS) atau Sklerosis Ganda adalah penyakit progresif yang muncul akibat sistem kekebalan tubuh yang secara keliru menyerang selaput pelindung saraf (Mielin) dalam otak dan saraf tulang belakang. Terjadi lebih sering di wilayah tropis, dan selama bertahun-tahun dicurigai mempunyai hubungan langsung dengan sinar matahari dan tingkat Vitamin D. Studi terbaru tentang kelainan genetik langka menunjukkan rendahnya level Vitamin D dan tingginya risiko MS pada pasien. Namun, adanya kaitan ini tidak menunjukkan bukti-bukti yang lebih konkrit untuk merekomendasikan Vitamin D sebagai pencegahan atau penanganan MS.
  • Studi membuktikan bahwa orang yang obesitas memiliki kadar Vitamin D rendah dalam tubuhnya. Lemak tubuh memerangkap Vitamin D, membuatnya tidak dapat diakses oleh tubuh. Tidak pasti bahwa obesitas itu sendiri yang menyebabkan rendahnya kadar Vitamin D ataukah sebaliknya. Ada 1 studi tentang menambahkan Vitamin D ke dalam diet tanpa kalori membantu orang yang kelebihan berat badan dengan kadar Vitamin D rendah untuk menurunkan berat badan lebih mudah.
  • Vitamin D berperan dalam perkembangan otak dan fungsinya, dan terbukti bahwa rendahnya kadar vitamin D ditemukan pada pasien yang depresi. Walaupun studi tersebut tidak menunjukkan bahwa suplemen Vitamin D menurunkan tanda-tanda depresi.
  • Vitamin D pun berperan dalam penyakit-penyakit lain seperti penyakit jantung dan demensia. Kekurangan Vitamin D berhubungan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke. Kekurangan Vitamin D pun menyebabkan buruknya ingatan, perhatian dan kemampuan analisa pada manula dibandingkan dengan yang kadar Vitamin D-nya mencukupi. Namun hubungan-hubungan ini tidak menjadi jaminan bahwa dengan meningkatkan konsumsi Vitamin D dapat membuat manusia terhindar dari penyakit jantung maupun demensia.

3. Gejala

Kebanyakan orang yang kekurangan Vitamin D tidak menyadari tanda-tandanya. Baru ketika sudah parah, tanda-tanda itu padat dirasa berupa melunaknya tulang yang disebut Osteomalacia. Tanda-tandanya berupa nyeri tulang dan melemahnya otot. Pada anak-anak, dapat menjadi Rakhitis dan masalah pada tulang kepala.

4. Rekomendasi Harian

Mengetes kadar Vitamin D dapat dilakukan dengan pemeriksaan darah yang disebut 25-Hydrovitamin D test. Sebanyak 20 nanograms/milimeter(ng/mL) dibutuhkan sebagai standar sehatnya tulang dan tubuh secara keseluruhan. Namun, banyak dokter berpendapat sebaiknya kadarnya lebih tinggi dari 30 ng/mL untuk dapat memaksimalkan manfaat Vitamin D pada tubuh.

Rekomendasi harian untuk Vitamin D adalah 600 IU untuk dewasa hingga usia 70 tahun. Manula di atas itu sebaiknya mendapat 800 IU dari makanan dan suplemen mereka.

5. Vitamin D pada Bayi

Pada bayi, walaupun diketahui secara umum bahwa ASI merupakan sumber makanan yang terbaik dan terlengkap, namun tidak mengandung banyak Vitamin D. Bayi menyusui membutuhkan 400 IU Vitamin D hingga saatnya mengonsumsi makanan padat dan minum air mineral setidaknya 1 liter sehari. Di atas 1 tahun, bayi mendapatkannya dari susu yang diperkaya Vitamin D. Namun, terlalu banyak pun tidak baik dan dapat menyebabkan mual, muntah-muntah, kehilangan selera makan, haus berlebihan, sakit pada otot dan banyak gejala serius lainnya.

Cara paling baik untuk mendapatkan Vitamin D untuk bayi adalah dengan berjemur di bawah sinar matahari langsung selama beberapa menit setiap hari. Untuk anak yang lebih besar, sudah banyak multivitamin anak yang dapat dikunyah dengan rasa yang beragam.

6. Kelebihan Vitamin D

Kelebihan Vitamin D terjadi pada banyak negara di dunia termasuk di Amerika. Konsumsi di atas 4.000 IU per hari dapat meningkatkan risiko penyakit berat karena kelebihan vitamin ini dapat menyebabkan meningkatkan kadar kalsium dalam darah, yang menyebabkan rusaknya pembuluh darah, jantung dan ginjal. Jangan melebihi batas 4,000 IU per hari dari sumber lain selain sinar matahari. Untuk Vitamin D yang bersumber dari sinar matahari, tubuh akan berhenti menciptakan Vitamin D jika sudah mencukupi.

Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim dan Difabel

by admin stikespku Comments: 0

Solo —  Puluhan anak difabel dan anak yatim mengikuti buka puasa bersama (Buber) yang diselenggarakan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan Korps Sukarelawan STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta. Mereka berasal dari SLB Anugrah dan Panti Yatim Aisyiyah Kadipiro Solo,

“Kegiatan yang bertemakan Berbagi Kebahagiaan di Bulan Sudi Ramadan berlangsung di Auditorium STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Kamis (15/6) petang,” ungkap Ketua Pelaksana, Nur Hidayah Safitri kepada wartawan, Jumat (16/6).

Nur mengatakan, kegiatan ini merupakan sarana meningkatkan kepedulian, kebersamaan dan kekompakan serta sarana untuk lebih meningkatkan keimanan kepada Allah SWT sebagai zat yang maha memuliakan dengan bentuk kegiatan berbagi amal bersama anak-anak difabel antar keluarga besar STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta.

Sementara itu, Wakil Ketua STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta Sri Mintarsih mengatakan adanya kegiatan seperti ini di bulan Ramadan dapat menanamkan kepada mahasiswa maupun civitas STIKES PKU khususnya, agar selalu menyisihkan sebagian hartanya untuk fakir miskin.

Selain mengundang 30 anak difabel dan 10 anak yatim, acara Berbagi Kebahagiaan juga dihadiri sekitar 200 mahasiswa dan civitas STIKES PKU Muhammadyah Surakarta. Termasuk menghadirkan Ustadz Anis Sumaji sebagai pemberi tausiah.

Sumber: Timlo.Net

Kelompok Hibah IbM Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta Beri Penyuluhan Kesehatan ke Kader Posyandu Pasarkliwon

by admin stikespku Comments: 0

SOLO– Kelompok hibah Iptek bagi Masyarakat (IbM) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) PKU Muhammadiyah Surakarta melaksanakan penyuluhan kesehatan pada Senin- Selasa (15-16/5) di Gedung Posyandu Ngudi Waras Semanggi, Pasarkliwon, Solo.

Kelompok hibah ini diketuai oleh Ratih Prananingrum SST MKes dan Ida Untari SKM MKes yang merupakan anggota IbM serta Dewi Pertiwi DK, S Gz M Gizi.

Pengabdian tersebut mengambil tema Iptek bagi Masyarakat Kader Posyandu Balita Menuju Balita Sehat bersama Kader Posyandu Balita Cempaka IV RW XXI dan Posyadu Balita Murbo Indah RW XVII. Masing–masing Posyandu mengirimkan 20 kader selama dua hari tersebut.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta, Cemy Nur Fitriya dan perwakilan LPPM Stikes PKU Muhammadiyah, Rusiana Sri Haryani. Serta, Lurah Semanggi, Sularso dan perwakilan Puskesmas Sangkrah, Pasarkliwon, Lilia Fitrianingsih.

Dalam sambutanya, Cemy mengatakan Stikes PKU Muhammadiyah sedang ada program hibah IbM. Melalui program ini diharapkan bisa memberi manfaat bagi masyarakat.

Adapun Lurah Semanggi, Sularso mengucapkan terima kasih kepada Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta. “Semoga kegiatan ini menginisiasi masyarakat untuk dapat meningkatkan kualitas kader Posyandu. Dan hal ini juga bagian program kami untuk menerima kerja sama dengan stakeholder di luar pemerintahan kelurahan,” ujar Sularso.

Sedangkan Ratih Prananingrum MKes menambahkan Pengabdian masyarakat ini lebih fokus ke Posyandu Balita dengan tema penelitian Menuju Balita Sehatyang juga sebagai implementasi penelitian Tenaga Kependidikan Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta yang lolos Hibah Dikti Ipteks bagi Mayarakat (IbM) dalam hal ini diketuai oleh Ratih Prananingrum MKes.

“Dalam dua hari kami memberi penyuluhan dan pendidikan kesehatan kepada kader RT 17 dan 21 Semanggi baik secara teori maupun praktik dengan berbagai materi Balita sehat di antaranya, Pijat Bayi dan Praktik Pijat Bayi oleh saya sendiri, lalu Antopometri Balita dan Praktik Antopometri oleh Ida Untari, Gizi Balita dan Praktik Menu Balita Sehat oleh Dewi Pertiwi dan Tumbuh kembang balita oleh Lilia Fitrianingsih dari Puskesmas Sangkrah,” kata Ratih.

PENYULUHAN – Kader Posyandu Balita Cempaka IV RW XXI dan Posyadu Balita Murbo Indah RW XVII menyimak paparan narasumber dalam penyuluhan kesehatan dari Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta, Senin-Selasa (15-16/5).
Dok Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta

Ratih juga menyampaikan kepada Kader Posyandu Balita Cempaka bahwa anak usia 0-5 tahun adalah generasi emas (golden periods) di mana anak pada usia tersebut terjadi proses tumbuh kembang yang optimal, sehingga bayi/anak perlu diberikan stimulasi pijat bayi agar tumbuh kembangnya bisa maksimal. Orang yang harus mengetahui tumbuh kembang anak adalah orangtua, selain itu petugas Posyandu Balita yang menimbang dan memeriksa kesehatan anak. Kader kesehatan Posyandu Balita yang memberikan penyuluhan kepada ibu dan anak harus punya ilmu yang cukup tentang tumbuh kembang dan bagaimana cara mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Orangtua khususnya ibu sebaiknya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anaknya, dengan cara melakukan pijat bayi.

Kenyataan yang ada di lingkungan Semanggi belum banyak orangtua maupun kader Posyandu yang mengerti cara pijat bayi/anak yang benar. Bayi/anak jarang sekali dilakukan pemijatan oleh orangtuanya. Orangtua mengatakan pijat bayi dilakukan hanya kadang-kadang kalau anak kurang enak badan dan itupun dilakukan oleh dukun pijat, bukan oleh orangtuanya sendiri.

Terdapat tiga kasus anak kurang gizi di Posyandu Murba Indah menjadi permasalahan lain muncul dalam pelaksaan Posyandu Balita. Tujuan program pengabdian IbM ini adalah memberikan pelatihan pijat bayi pada kader posyandu di Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon, Surakarta dan meningkatkan keterampilan kader dalam memberikan pelayanan pijat bayi terhadap bayi, pelatihan praktik masak gizi Balita dan terdokumentasi dalam buku resep menu sehat balita ber ISBN.

Sumber: Joglosemar.co

by admin stikespku Comments: 0

Mahasiswa STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta mengadakan seminar kewirausahaan ‘Entrepreneurs Is The Way Of Life’ di The Adhiwangsa Hotel, Colomadu, Karanganyar, Minggu (21/5/2017).

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR – BEM STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta mengadakan seminar kewirausahaan “Entrepreneurs Is The Way Of Life”.

Seminar tersebut dilaksanakan di The Adhiwangsa HotelColomadu, Karanganyar, Minggu (21/5/2017).

Hadir sebagai narasumber CEO Buka Lapak, Rahmad Danu Andika, wirausahawan di bidang kesehatan, Munaaya Fitriya, dan pebisnis forum, Nurhadi Islam.

Adapun peserta seminar ada sekitar 500 mahasiswa.
Ketua BEM STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Bachrudin Yusuf, mengatakan, bahwa di era globalisasi tentunya peralatan semakin canggih, meskipun belum banyak yang memanfaatkan teknologi untuk kebutuhan sehari harinya.

“Mereka beranggapan akibat pengaruh globalisasi membuat bisnis yang semula dijajakan menjadi sepi karena pengaruh situs online,” kata Bachrudin, dalam keterangan persnya, Selasa (23/5/2017).

Oleh karena itu, kata dia, peningkatan sumber daya manusia merupakan hal yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produktifitas sehingga bisa memanfaatkan media online untuk berwirausaha.

“Kami mengadakan seminar kewirausahaan untuk meningkatkan sumber daya manusia agar mahasiswa, masyarakat bisa berkarya dan tidak lagi menjadi beban keluarga,” jelas dia.

Sementara, Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Sri Mintarsih, berharap mahasiswa bisa menjadi pelopor bisnis.

Kemampuan wirausaha merupakan modal dasar bagi seseorang yang ingin bergerak di bidang usaha tertentu.

“Diharapkan dengan diadakannya seminar nasional kewirausahaan mahasiswa, masyarakat tergerak untuk memanfaatkan media teknologi yang sudah canggih untuk berwirausaha,” kata dia.

Pihaknya juga berharap dapat menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, kreatif sebagai bekal dalam berwirausaha, membangun jejaring bisnis dan menciptakan wirausaha pemula.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul BEM STIKES PKU Muhammadiyah Solo Gelar Seminar Kewirausahaan ‘Entrepreneurs Is The Way Of Life’, http://solo.tribunnews.com/2017/05/23/bem-stikes-pku-muhammadiyah-solo-gelar-seminar-kewirausahaan-entrepreneurs-is-the-way-of-life.
Penulis: Labibzamani
Editor: Hanang Yuwono

Profesional Islam