info@stikespku.ac.id | (0271) 734955

90 MAHASISWA STIKES PKU PRAKTEK KEPERAWATAN KELUARGA DI KECAMATAN KALIJAMBE

by admin stikespku Comments: 0

Prodi D3 Keperawatan STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Selama 3 Minggu ke depan, dari tanggal 9 April – 28 April 2018, Melaksanakan Praktek Keperawatan Keluarga Di Desa Keden, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen. Praktek keperawatan keluarga diikuti 90 Mahasiswa Prodi D3 keperawatan yang terbagi menjadi 6 kelompok di 6 dusun. Mahasiswa Stikes PKU Muhammadiyah di serah terimakan pada tanggal 9 april 2018 di Kantor kecamatan kalijambe dengan disaksikan pejabat dan tokoh masyarakat setempat.

Disampaikan Sri Mintarsih, S. kep., Ns., M. Kes., selaku Wakil Ketua III Kemahasiswaan dan dosen pendamping “Praktek Ini sebagai Implementasi langsung Praktek Mata Kuliah Keperawatan Keluarga yang akan diterapkan di masyarakat desa Keden Kalijambe Sragen dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan, melalui pengkajian pada keluarga, menegakkan masalah (diagnosa keperawatan) keluarga, menetapkan intervensi, melaksanakan tindakan (implementasi) yang sesuai, dan tahap evaluasi.”
“Kegiatan ini, mahasiswa semester VI dibagi menjadi 6 kelompok/posko yang tersebar di seluruh desa Keden” kata Sri Mintarsih, S. kep. Ns., M. Kes.

Tahapan dari kegiatan ini adalah, pada tanggal 9 April 2018 serah terima di Kantor kecamatan Kalijambe, hari ini penyerahan ke desa Keden, dan mulai besok pagi, para mahasiswa akan melaksanakan pengkajian keluarga secara serentak kepada seluruh warga.

Setelah didapatkan data pengkajian, langkah selanjutkannya adalah menetapkan masalah, yang akan diklasifikasikan menjadi 7 masalah keperawatan utama yaitu :
1. Askep Keluarga dengan kesehatan balita
2. Askep Keluarga dengan kesehatan anak
3. Askep Keluarga dengan kesehatan remaja
4. Askep Keluarga dengan kesehatan dewasa
5. Askep Keluarga dengan manula
6. Askep Keluarga dengan maternitas
7. Askep Keluarga dengan kesehatan jiwa

Penetapan Intervensi dan implementasi asuhan keperawatan ini, akan dilaksanakan di minggu kedua yang akan datang.
Disamping itu, selain kompetensi Asuhan Keperawatan keluarga, mahasiswa juga diberikan penugasan untuk pengelolaan kelompok khusus yang ada di desa Keden, diantaranya, kelompok balita, ibu hamil dan lansia yang ini merupakan kompetensi tambahan yang data datanya dapat diperoleh dari hasil pengkajian tersebut, sehingga permasalahan yang ada dikelompok khusus tersebut dapat teratasi dan masyarakat dapat merubah perilakunya untuk peningkatan status kesehatannya sehingga derajat kesehatannya bisa optimal.

Himper STIKES PKU Muhammadiyah Solo Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan Aisyiyah Kota Barat

by admin stikespku Comments: 0

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Himpunan Mahasiswa Perawat (Himaper) STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta mengadakan bakti sosial.

Kegiatan itu dilakukan di Panti Asuhan Yatim Piatu Aisyiyah Cabang Kottabarat, Solo, Minggu (30/4/2017).

Panitia kegiatan, Toni Irawan, mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa perawat STIKES PKU Muhammadiyah untuk berbagi bersama.

“Bantuan ini kita berikan kepada adik-adik di Panti Asuhan Aisyiyah,” kata Toni, dalam keterangan tertulis yang diterima TribunSolo.com, Senin (1/5/2017).

Menurutnya ada sekitar 35 anak yang menghuni Panti Asuhan Aisyiyah.

Adapun bakti  sosial ini berupa pembagian sembako.

Sekaligus sosialisasi hidup bersih dan cuci tangan yang benar sebagai langkah preventif pola hidup bersih.

“Kegiatan ini juga salah satu program kerja yang kami jalankan,” katanya.

Sedangkan Bagian Kemahasiswaan STIKES PKU Muhammadiyah, Indah Kurniawati, mengatakan,  STIKES PKU Muhammadiyah akan selalu mendorong UKM yang ada, salah satunya Himaper.

Himaper merupakan himpunan dari mahasiswa D-III Keperawatan.

“Kita mendorong (mereka) untuk dapat berkreatifitas dan melakukan inovasi untuk mengasah soft skill para mahasiswa,” katanya menjelaskan.

Pasalnya, kegiatan itu sangat penting dan akan berguna bagi mereka suatu saat nanti bagaimana pentingnya berorganisasi.

Sumber: Tribunsolo.com

Mahasiswa STIKES PKU Muhammadiyah Ikuti Pelatihan Penanggulangan Gawat Darurat

by admin stikespku Comments: 0

Para mahasiswa memeragakan pertolongan kepada pasien saat BTCLS, Jumat 14 Juli 2017. | Prasetyo (/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG – SOLO – Sebanyak 79 peserta dari mahasiswa semester VI D3 Keperawatan STIKES Muhammadiyah Surakarta mengikuti pelatihan Basic Trauma Cardiniac Life Support (BTCLS), Jumat 14 Juli 2017. Acara ini digelar mulai Kamis 13 Juli 2017 hingga Minggu 16 Juli 2017.

Kegiatan ini menggandeng Jakarta Medical Service and Training (JMST) 119. Selain mahasiswa kampus setempat, peserta juga datang dari dari perguruan tinggi lain dan para perawat rumah sakit. Tempat pelatihan di Gedung Rektorat STIKES PKU Muhammadiyah Surakarata,  Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Solo.

Ketua Penyelenggara BTCLS, Yuli Widyastuti, mengatakan, ini periode ke 6 untuk BTCL dan kerja sama dengan JMST 119. Jadi, sudah  6 tahun kerja sama ini terjalin dengan baik dan semoga bisa terjaga terus.

”Pelatihan ini membekali para mahasiswa dalam penanganan gawat darurat. Ini sangat berguna dalam dunia  kesehatan serta bekal calon alumni untuk magang atau kerja di rumah sakit, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa di bidang kegawatdaruratan ” kata Yuli.

Wakil Ketua Bidang Akademik dan Kurikulum STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Cemy Nur Fitria, menyampaikan mahasiswa akan magang di 7 Rumah Sakit PKU  Muhammadiyah Solo Raya. Untuk itu, pelatihan ini sebagai bekal dan pasca wisuda akan mendapatkan keterangan magang dan sertifikat BTCLS.

Cemy berharap, setelah mengikuti pelatihan BTCLS, peserta pelatihan (perawat, bidan dan dokter umum) mempunyai kemampuan dan keterampilan tentang penanganan kedaruratan trauma dan jantung . Serta mampu melaksanakan tugas atau menolong penderita gawat darurat seoptimal mungkin.

”Juga meningkatkan kemampuan dalam asuhan keperawatan pada klien dengan kegawatdaruratan di rumah sakit atau tempat kerja (Emergency of Nursing), pelatihan dasar ini wajib diikuti setiap mahasiswa Stikes PKU Muhammadiyah sebelum bekerja, karena mereka harus siap melakukan penanganan dasar trauma,” ujar dia.

Sementara, Ketua STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Weni Hastuti SKep MKes, mengatakan, pelatihan ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab STIKES untuk memberikan bekal atau skill tambahan bagi calon alumni. Sehingga lulusan mempunyai pembeda dengan alumni dari perguruan tinggi sejenis dan siap berkompetisi ketika memasuki dunia kerja.

 ”Sekarang ini yang dibutuhkan rumah sakit maupun instansi pelayanan kesehatan bukan saja lulusan perawat yang memiliki ijazah saja, tapi juga lulusan perawat yang memiliki berbagai kompetensi yang tersertifikasi,” ujar Weni. (sto)

 

Sumber : Fokus Jateng

Begini Penutupan Rangkaian Kegiatan Pesantren Mahasiswa STIKES PKU Surakarta

by admin stikespku Comments: 0

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Ratusan mahasiswa STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta dari tiga program studi mengikuti outbond.

Outbond diikuti 168 mahasiswa semester dua dilaksanakan di Edupark Jalan Adi Sucipto Blulukan, Colomadu, Karanganyar, Minggu (9/7/2017).

Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Institusi (LPMPI), Anis Prabowo, mengatakan, outbound ini bertujuan untuk melatih kemampuan leadership, partnership, dan communication skill mahasiswa.

Outbound ini adalah untuk melengkapi kegiatan para mahasantri di pesantren mahasiswa (pesma).

Sekaligus sebagai prasyarat untuk mendapatkan sertifikat pesantren mahasiswa yang akan menjadi salah satu syarat ikut wisuda.

“Oleh karena itu, kegiatan outbound ini bersifat wajib,” kata Anis, dalam keterangan persnya kepada TribunSolo.com, Minggu (10/7/2017).

Dia mengatakan, kegiatan itu dilaksanakan sebagai penutupan pesantren mahasiswa yang dilaksanakan STIKES PKU Muhammadiyah.

Adapun pesantren mahasiswa sendiri, katanya, untuk menggembleng mahasiswa di bidang Al Islam dan Kemuhammadiyahan di asrama dengan metode pesantren dan sudah dimulai Februari lalu.

Selama mengikuti pesantren mahasiswa mereka didik tentang aqidah, akhlaq, bacaan Alquran, hafalan surat dan tentang kemuhammadiyahan.

“Harapannya mahasiswa STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta bener – benar menjadi insan atau kader Muhammadiyah yang bertakwa, professional dan Islami,” katanya.

Sumber: Tribunsolo.com

Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim dan Difabel

by admin stikespku Comments: 0

Solo —  Puluhan anak difabel dan anak yatim mengikuti buka puasa bersama (Buber) yang diselenggarakan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan Korps Sukarelawan STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta. Mereka berasal dari SLB Anugrah dan Panti Yatim Aisyiyah Kadipiro Solo,

“Kegiatan yang bertemakan Berbagi Kebahagiaan di Bulan Sudi Ramadan berlangsung di Auditorium STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Kamis (15/6) petang,” ungkap Ketua Pelaksana, Nur Hidayah Safitri kepada wartawan, Jumat (16/6).

Nur mengatakan, kegiatan ini merupakan sarana meningkatkan kepedulian, kebersamaan dan kekompakan serta sarana untuk lebih meningkatkan keimanan kepada Allah SWT sebagai zat yang maha memuliakan dengan bentuk kegiatan berbagi amal bersama anak-anak difabel antar keluarga besar STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta.

Sementara itu, Wakil Ketua STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta Sri Mintarsih mengatakan adanya kegiatan seperti ini di bulan Ramadan dapat menanamkan kepada mahasiswa maupun civitas STIKES PKU khususnya, agar selalu menyisihkan sebagian hartanya untuk fakir miskin.

Selain mengundang 30 anak difabel dan 10 anak yatim, acara Berbagi Kebahagiaan juga dihadiri sekitar 200 mahasiswa dan civitas STIKES PKU Muhammadyah Surakarta. Termasuk menghadirkan Ustadz Anis Sumaji sebagai pemberi tausiah.

Sumber: Timlo.Net

by admin stikespku Comments: 0

Mahasiswa STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta mengadakan seminar kewirausahaan ‘Entrepreneurs Is The Way Of Life’ di The Adhiwangsa Hotel, Colomadu, Karanganyar, Minggu (21/5/2017).

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR – BEM STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta mengadakan seminar kewirausahaan “Entrepreneurs Is The Way Of Life”.

Seminar tersebut dilaksanakan di The Adhiwangsa HotelColomadu, Karanganyar, Minggu (21/5/2017).

Hadir sebagai narasumber CEO Buka Lapak, Rahmad Danu Andika, wirausahawan di bidang kesehatan, Munaaya Fitriya, dan pebisnis forum, Nurhadi Islam.

Adapun peserta seminar ada sekitar 500 mahasiswa.
Ketua BEM STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Bachrudin Yusuf, mengatakan, bahwa di era globalisasi tentunya peralatan semakin canggih, meskipun belum banyak yang memanfaatkan teknologi untuk kebutuhan sehari harinya.

“Mereka beranggapan akibat pengaruh globalisasi membuat bisnis yang semula dijajakan menjadi sepi karena pengaruh situs online,” kata Bachrudin, dalam keterangan persnya, Selasa (23/5/2017).

Oleh karena itu, kata dia, peningkatan sumber daya manusia merupakan hal yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produktifitas sehingga bisa memanfaatkan media online untuk berwirausaha.

“Kami mengadakan seminar kewirausahaan untuk meningkatkan sumber daya manusia agar mahasiswa, masyarakat bisa berkarya dan tidak lagi menjadi beban keluarga,” jelas dia.

Sementara, Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Sri Mintarsih, berharap mahasiswa bisa menjadi pelopor bisnis.

Kemampuan wirausaha merupakan modal dasar bagi seseorang yang ingin bergerak di bidang usaha tertentu.

“Diharapkan dengan diadakannya seminar nasional kewirausahaan mahasiswa, masyarakat tergerak untuk memanfaatkan media teknologi yang sudah canggih untuk berwirausaha,” kata dia.

Pihaknya juga berharap dapat menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, kreatif sebagai bekal dalam berwirausaha, membangun jejaring bisnis dan menciptakan wirausaha pemula.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul BEM STIKES PKU Muhammadiyah Solo Gelar Seminar Kewirausahaan ‘Entrepreneurs Is The Way Of Life’, http://solo.tribunnews.com/2017/05/23/bem-stikes-pku-muhammadiyah-solo-gelar-seminar-kewirausahaan-entrepreneurs-is-the-way-of-life.
Penulis: Labibzamani
Editor: Hanang Yuwono

25 KSR STIKES PKU Pemeriksaan Kesehatan Pengunjung CFD

by admin stikespku Comments: 0

Solo – Sebanyak 25 angota Korps Sukarelawan (KSR) PMI  Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) PKU Muhammadiyah Surakarta menggelar program pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan kesehatan kepada pengunjung CFD Slamet Riyadi Solo, Minggu (16/4). Pemeriksaan kesehatan berupa cek gula darah, asam urat bahkan kolesterol.

” Termasuk memberi penyuluhan bagi pengunjung yg mempunyai masalah kesehatan yang di padukan dengan pola diit makan yang sehat,” jelas Komandan KSR PMI STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta Alif kepada wartawan, seusai acara.

Menurut Alif, masih banyak masyarakat yang awam bagaimana melakukan pola diit makan yang baik dan benar. Ada masyarakat mempunyai keluhan koleaterol tinggi tapi pola diit makan mereka tidak mengetahui, bahkan yang seharusnya tidak boleh dimakan mereka masih tetap makan contoh jeroan dari kambing atau ayam, kacang kacangan masih mereka konsumsi meskipun kolesterol mereka tinggi.

Ada lagi ada ibu muda yang baru menyusui anak pertama rata rata mereka juga belum mengetahui bagaimana memberi asupan kepada anak mereka yang benar. Apakah boleh anak yang baru lahir di beri susu formula apa tidak.

“Melihat hal ini kami KSR Stikes PKU semakin semangat dan tertantang untuk tiap minggunya dapat memberi penyuluhan ke setiap pengunjung CFD,” ujarnya.

Tidak hanya itu saja, kata Alif, KSR PMI STIKES PKU Muhammadiyah Solo juga mengadakan aksi dan memberi kesadaran bagi warga atau pengunjung untuk menjaga kebersihan, dengan cara mengajak dan memberi contoh mengambil sampah yang tersebar di solo panjang jalan slamet riyadi, karena budaya bersih ini sangat penting.

Sumber: Timlo.net

Serap Aspirasi dari Mahasiswa, BEM STIKES PKU Muhammadiyah Solo Gelar Serasehan.

by admin stikespku Comments: 0

Mahasiswa STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta saat mengikuti sarasehan yang digelar oleh BEM STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta di Gedung Rektorat STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Senin (27/3/2017).

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Badan Eksekutif Mahasiswa STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta mengadakan sarasehan di Gedung Rektorat STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta.

Serasehan yang diadakan pada Senin (27/3/2017) tersebut diikuti oleh seluruh civitas akademika STIKES PKU Muhammadiyah meliputi mahasiswa S-1 Gizi, D-III Keperawatan dan D-III Kebidanan.

Sarasehan ini merupakan serangkaian kegiatan BEM untuk menyerap aspirasi dari berbagai organisasi yang ada di kampus, diantaranya Himaper, Himabid, Himagiz serta menyerap aspirasi dari organisasi Korps Sukarela (KSR) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Adapun hasilnya disampaikan kepada pimpinan maupun civitas STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta.

Wakil Ketua BEM STIKES PKU Muhammadiyah, Toni Irawan, mengatakan, serasehanmengambil tema “Santun dalam Beraspirasi untuk Mencapai Satu Visi – Misi dan Tujuan”.

“Sarasehan ini adalah salah satu wadah untuk menyampaikan aspirasi kepada pimpinan dan civitas STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta untuk memberikan saran dan kritik demi kemajuan dan memperlancar kegiatan belajar dan mengajar menjadi lebih baik dan memberikan hasil yang maksimal,” katanya kepada TribunSolo.com, Jumat (31/3/2017).

Sarasehan dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB.

Sarasehan dihadiri Ketua STIKES PKU MuhammadiyahWeni Hastuti, beserta jajaran pimpinan lainnya.

Ketua STIKES PKU MuhammadiyahWeni Hastuti, mengatakan, bahwa mahasiswa mempunyai posisi sebagai penyeimbang dan kontroling bagi pengelola STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta.

“Tumbuhkanlah rasa memiliki rasa mencintai terhadap STIKES PKU Muhammadiyah maka dengan begitu akan menimbulkan sinergi yang positif antara pimpinan, civitas dan mahasiswa itu sendiri,” pungkasnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Serap Aspirasi dari Mahasiswa, BEM STIKES PKU Muhammadiyah Solo Gelar Serasehan, http://solo.tribunnews.com/2017/03/31/serap-aspirasi-dari-mahasiswa-bem-stikes-pku-muhammadiyah-solo-gelar-serasehan.
Penulis: Labibzamani
Editor: Hanang Yuwono

Perawat Wajib Lulus Uji Kompetensi untuk Dapatkan STR

by admin stikespku Comments: 0

Foto ilustrasi. (JIBI/Harian Jogja/Reuters)

 

Solopos.com, SOLO – Perawat lulusan perguruan tinggi kesehatan wajib mengikuti uji kompetensi reteker untuk bisa mendapatkan surat tanda registrasi (STR).

Menurut Ketua Program Studi (Kaprodi) Diploma III (D-III) Keperawatan Stikes PKU Muhammadiyah Solo, Yuli Widiastuti, STR sebagai indikator atau bukti bahwa tenaga kesehatan atau perawat tersebut sudah benar-benar kompeten dan siap menjadi perawat.

Yuli menginformasikan, Jumat-Sabtu (17-18/3/2017), telah diselenggarakan Ujian Kompetensi Reteker di Stikes PKU Muhammadiyah Solo, yang diikuti 111 peserta dari delapan perguruan tinggi kesehatan di Soloraya. Yuli menjelaskan, ujian kompetensi reteker diselenggarakan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) secara serentak di Indonesia.

“Peserta ujian kompetensi ini rata-rata sudah lulus dan bekerja di instansi kesehatan di berbagai daerah di Soloraya, bahkan ada yang dari luar Soloraya,” ujar Yuli yang juga selaku Penanggung Jawab Lokasi (PJL) Ujian Kompetensi (Ujikom) Reteker Stikes PKU Muhammadiyah Solo itu.

Sebanyak 111 peserta dari delapan institusi di Solo tersebut berasal dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Stikes Aisyiyah Solo, Stikes Muhammadiyah Klaten, Stikes PKU Muhammadiyah Solo, Akper Panti Kosala, Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia, Stikes Kusuma Husada Solo, dan Akper Giri Satria Husada,

“Para peserta ini mereka sudah alumni dan sudah bekerja tapi belum lulus saat mengikuti ujikom sebelumnya,” terangnya.

Yuli mengatakan masing-masing instansi untuk peserta yang mengikuti ujian kompetensi reteker berbeda. Peserta dari UMS ada enam orang, Stikes Aisyiyah Solo ada delapan orang, Stikes Muhammadiyah Klaten ada 16 orang, dan Stikes PKU Muhammadiyah Solo 25 orang.

Lalu Akademk Keperawatan (Akper) Panti Kosala ada dua orang, Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Bhakti Mulia ada delapan orang, STIKES Kusuma Husada Solo ada 29 orang dan Akper Giri Satria Husada ada 11 orang.

“Harapannya mereka itu bisa lulus semua dan bisa mendapatkan STR bagi perawat,” ungkap dia.

Sumber:  www.solopos.com

182 Maru STIKES PKU Muhammadiyah Solo Jalani Osmaru

by admin stikespku Comments: 0

Solo — Sebanyak 182 mahasiswa baru (Maru) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) PKU Muhammadiyah Solo menjalani Orientasi Mahasiswa Baru (Osmaru) di kampus setempat, Kamis (1/9). Osmaru berlangsung selama tiga hari.

“Kegiatan Osmaru diikuti seluruh mahasiswa baru dari tiga program studi yang ada, seperti Keperawatan, Kebidanan dan Ilmu Gizi,” jelas Ketua STIKES PKU Muhammadiyah Solo, Weni Hastuti kepada wartawan di sela-sela acara.

Menurut Weni, Osmaru bertema Generasi Muda yang Berkualitas, Berkarakter dan Berjiwa Pancasila, Sesuai Aqidah dan Islam. “Pelaksanaan Osmaru tetap tertib dan taat azas, serta  mengacu pada Surat Keputusan  Dirjen Dikti, nomor 25 tahun 2014  tentang Panduan Umum Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB),” jelasnya.

Sumber: Timlo.Net

Profesional Islam