info@stikespku.ac.id | (0271) 734955
| Login

Hijrah di Era Milenia Bersama Astri Ivo di 25 tahun milad Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta

by admin Comments: 0

Hijrah di Era Milenia Bersama Astri Ivo di 25 tahun milad Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta

 

 STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta dalam rangkaian salah satu milad ke 25 mengadakan talkshow dengan tema Hijrah di era milenia dan sebagai  narasumber Astri Ivo, artis multitalenta sekaligus penyanyi di era 1980. Kegiatan ini digelar di lapangan parkir STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta yang dihadiri 1500 baik mahasiswa maupun masyarakat umum, kamis (27/9/2018). Talkshow dihadiri 1500 orang dari kalangan mahasiswa-mahasiswi maupun siswa-siswi SMA/SMK/MA dari sejumlah sekolah dan masyarakat umum di Solo.

Menurut Weni Hastuti S.Kep., M.Kes ketua Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta, tujuan menghadirkan Astri Ivo dengan  harapan di 25th Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta ini, agar tercipta generasi tangguh yg kenal Allah dan mempunyai 2 sayap yaitu sayap iman dan ilmu. “Kebetulan Ustadzah Astri Ivo sedang dalam perjalanan sosialnya di Jawa Tengah, dan Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta sebagai titik ke 11 untuk roadshow dalam program membangun 1000rumah bagi korban bencana lombok dari 17 titik di Jawa Tengah. Sebelumnya di jogja, juga berencana di sragen, semarang dan semua daerah jateng. Tidak hanya rumah tapi juga dengan program pendidikan untuk para korban bencana. Di akhir acara terkumpul infaq  sebesar  Rp 21.700.000 untuk korban bencana Lombok

Menurut Astri Ivo Dia berharap anak-anak muda di jaman milenia saat ini harus berani berhijrah menjadi lebih baik dan kembali kepada tuntunan agama Islam sesuai dengan Al Qur’an dan Al hadits  beribadah. “Belajar Islam dengan mulai mencintai Qur’an, berkumpul dengan orang-orang sholeh sholihah, melakukan aktivitas yang di sukai Allah SWT, patuh pada aturan agama, berkreasi terus, berevolusi terus, tetap berpegangan kepada Allah SWT,” ujarnya.“Berubah dari tidak berhijab menjadi orang yang istiqomah untuk berhijab perlu di yakini dan kita sadari bahwa yang namanya berhijab bukan hatinya yang harus ditutup jilbab terlebih dahulu, akan tetapi aurat kita yang perlu kita tutup dengan jilbab”, kata astir ivo. 

                                            

Pembukaan MILAD KE 25 STIKES PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA

by admin Comments: 0

Stikes PKU muhammadiyah Surakarta menggelar pembukaan  rangkaian acara Peringatan Milad ke 25 di tanggal 14 september 2018   di Auditorium STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta. Pembukaan diawali Orasi Ilmiah dari Ketua Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta, weni Hastuti, S.Kep., M. kes., dengan tema “Memantabkan Diri Menyongsong Pengembangan Institusi” dan diikuti berbagai hiburan berupa pentas seni dan kreasi dari mahasiswa Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta.  Kegiatan milad akan berjalan hingga 4 bulan kedepan dengan berbagai macam kegiatan baik pengabdian masyarakat, penelitian ilmiah, lomba Olah raga (bulutangkis, Voli, tenis meja dan futasal) baik untuk internal maupun eksternal serta Pengajian Akbar yang nantinya akan mendatangkan dari PP muhammadiyah.

Pembukaan kegiatan Milad ke 25 Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta di ikuti  1000 orang yang terdiri dari civitas dan mahasiswa Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta.

Disampaikan Weni Hastuti, S.Kep., M.Kes., selaku ketua stikes PKU Muhammadiyah Surakarta, “kita bersyukur kepada Allah SWT, karena berkat karunia dan ridha-Nya, STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta mampu bertahan dan berkembang hingga tahun ke-6 sejak berubah bentuk menjadi STIKES, atau tahun ke-25 sejak awal pendirian berupa Akademi Keperawatan.

Setelah 25 tahun berkomitmen untuk selalu meningkatkan mutu pendidikan, STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta saat ini semakin maju pesat dan berkembang”. Prestasi tersebut diantaranya semakin banyak hibah Kemenristekdikti yang dimenangkan oleh dosen maupun supporting unit di STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, telah dicapainya peringkat Akreditasi B untuk Prodi D3 Keperawatan, D3 Kebidanan, S1 Gizi dan Sebagai puncaknya, Alhamdulillah STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta telah terakreditasi institusi dengan peringkat B, dari 3.128 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di Indonesia, hanya 447 PTS yang institusinya telah terakreditasi B.

Hal tersebut kembali kami buktikan, pada Milad ke-25 ini, dengan mengucapkan rasa syukur Alhamdulillah kepada ALLAH SWT, kami persembahkan hadirnya 2 prodi baru pada tahun 2018 ini, yakni Prodi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiology dan Sarjana Terapan Teknology Rekayasa Elektromedik. Dengan hadirnya 2 prodi baru ini, maka saat ini STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta mengelola 5 program studi. Dari riwayat perjalanan perkembangan STIKES PKU Muhammadiyah tersebut, apabila digambarkan dalam sebuah grafik, tampak suatu gambaran grafik yang meningkat dari waktu ke waktu hingga tahun ke-25 saat ini. Sebuah capaian positif dari sinergi antara pengelola Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta, Badan Pembina Harian STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, dan seluruh Civitas Akademika STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta.

Ketua BPH Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta Dr. Sofyan Anief, M.Si., menyampaikan “dengan ilmu yang kita miliki, soft skill yang kita miliki insyaallah menjadi gerakan positif di Stikes PKU Muhammadiyah untuk menjadi sebuah pergerakan yang berkemajuan dan menjadi institusi terdepan. Dan Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta harus mampu untuk bersaing menjadi perguruan tinggi yang terbaik dan menciptakan kader-kader kesehatan yang professional-islami menjadi Sumber daya manusia yang handal. ”

Disampaikan Sri Mintarsih, S.Kep., Ns., M.Kes selaku Waket III bidang kemahasiswaan dan kerjasama bahwa diakhir acara sebagai penutup di serahkan penghargaan dari Akademik kepada Tenaga Pendidik terbaik yang diberikan kepada Yuli Widyastuti, S.Kep, Ns., M.Kep yang sebagai dosen dan kaprodi  DIII keperawatan dan kepada tenaga kependidikan kepada Teguh Wahyudi (Ka.Subbag Humas) yang dilihat penilaian dari kinerja, aktivitas pengajian dan kedisiplinan dan prestasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENGENALAN KEHIDUPAN KAMPUS MAHASISWA BARU STIKES PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2018/2019

by admin Comments: 0

Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta menggelar PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru) selama 3 hari mulai 4-6 September 2018 yang diikuti 300 Mahasiswa bari yang terdiri dari 5 prodi. Mahasiswa Baru terdiri dari Prodi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi, Sarjana Terapan Teknologi Rekaya Elektromedik, S1 Gizi, DIII Kebidanan dan DIII Keperawatan.
Disampaikan Weni Hastuti, S.Kep., M.Kes Ketua Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta dalam sambutannya “Pengenalan Kehidupan Kampus Mahsiswa Baru (PKKMB) merupakan momentum bersejarah bagi setiap calon mahasiswa yang memasuki pintu gerbang perguruan tinggi. PKKMB dengan seluruh rangkaian acaranya memiliki tujuan umum dan khusus, tujuan umumnya adalah membantu mempercepat calon mahasiswa baru mengenal dan beradaptasi dengan lingkungan kampus. pengalaman pertama yang diperoleh selama mengikuti PKKMB sangat berkesan bagi seorang mahasiswa, yang pada gilirannya akan terekspresi dalam kehidupan kesehariannya di lingkungan kampus”.
“Peserta didik yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang atau satuan pendidikan yang lebih tinggi akan merasakan berbagai perbedaan yang cukup signifikan bila dibandingkan dengan pembelajaran yang ditempuh sebelumnya, baik aspek akademik maupun aspek osial budaya. Dalam rangka menyiapkan mental dan memberikan gambaran tentang sistem pembelajaran dan kehidupan di kampus maka diperlukan adanya program orientasi bagi mahasiswa baru untuk mempercepat adaptasi dengan lingkungan yang baru. Tujuan khusus dari PKKMB ini adalah menjadi titik tolak inisiasi pembinaan idealism, menanamkan dan membina sikap cinta tanah air, kepedulian terhadap lingkungan dalam rangka menciptakan generasi yang berkarakter jujur, cerdas, peduli, bertanggung jawab, tangguh, dan islami.” Ungkap Weni Hastuti


Disampaikan Pula oleh Sri Mintarsih, S. kep., Ns., M.Kes., selaku Waket III bagian kemahasiswaan “Stikes PKU Muhammadiyah surakarta menaruh komitmen penuh atas terselenggaranya suasana PKKMB yang kondusif untuk membentuk mahasiswa yang berkompeten dan islami berdasarkan Al-Quran dan Al-Hadits”.
“Tujuan PKKMB 2018 ini salah satunya Untuk membentuk pribadi Mahasiswa yang bermental kuat, berkarakter dan memiliki wawasan yang luas serta kreativitas yang tinggi, Mengasah kemampuan meliputi pengetahuan, sikap dan ketrampilan untuk beradaptasi dengan lingkungan baru perkampusan khususnya STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Untuk membentuk pribadi yang siap bersaing dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan selalu mengedepankan Keislaman, Melatih soft skill, Dapat meningkatkan kerjasama antara anggota BEM, Civitas, dan Mahasiswa Baru” demikian ucap Sri Mintarsih .

WISUDA KE-23 STIKES PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA

by admin Comments: 0

WISUDA KE-23
STIKES PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA
Hotel Paragon, Surakarta 25 Agustus 2018

STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta 25 Agustus 2018 mengadakan wisuda ke 23 para lulusan Program Sarjana Gizi, Diploma III Keperawatan dan Diploma III Kebidanan Tahun 2018. STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, mempersembahkan 154 orang lulusan dengan rician untuk lulusan S1 Gizi sebanyak 23 Orang, Prodi DIII Keperawatan sebanyak 96 Orang, dan Prodi DIII Kebidanan sebanyak 35 Orang. Lulusan yang berhasil memperoleh predikat CUMLAUDE berjumlah 87 orang. Dengan demikian jumlah alumni STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta saat ini adalah sebanyak 210 orang.
Weni Hastuti, S. Kep., M. Kes., selaku Ketua Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta mengucapkan selamat kepada para wisudawan atas keberhasilannya menyelesaikan studi di STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta. Kepada para orang tua, orang tua asuh, penyedia beasiswa, dan keluarga wisudawan, saya turut bersyukur, berbahagia dan sekali lagi mengucapkan selamat atas keberhasilan mereka. Yang tidak kalah pentingnya, di acara wisuda pada pagi yang bahagia ini, saya ingin mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh staf pendidik dan kependidikan STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta atas kerja keras dan kerjasamanya dalam melaksanakan tugas mendidik mahasiswa kita hingga mereka berhasil menyelesaikan studinya.

Di tengah prosesi Wisudake 23 ini juga diberikan penghargaan beasiswa baik dari Institusi maupun rekanan yaitu Bank Muammalat Surakarta kepada tiga wisudawan terbaik dari tiga prodi di Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta. S1 Gizi Hani Syarifah Rustami IPK 3,94 Fitriana Wahyu Nurhidayah IPK 3,78 Rima Ulfa Febriani IPK 3,73. Wisudawan terbaik dari DIII Keperawatan diberikan kepada Dennis Agus Safitri IPK 3,97 Toni Irawan IPK 3,93 Zaki Taufiqurrohman IPK 3,90 dan DII Kebidanan Hafsah Ifit Illiyun IPK 3,94 Oktaviyanti Wulandary IPK 3,92 Nunuk Febri Aryanti IPK 3,91.

 

EKSPEDISI KEMANUSIAAN STIKES PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA ANTARKAN HEWAN KURBAN DAN AIR BERSIH UNTUK MASYARAKAT EROMOKO,WONOGIRI

by admin Comments: 0

Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta kali ini mengadakan penyembelihan hewan Qurban di hari tasyriq ke dua tepatnya Kamis, 23 Agustus 2018 didusun Jogodayoh, desa Krakal Eromoko Wonogiri. Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta menyembelih satu lembu di desa tersebut yang diikuti perwakilan akedemik dan mahasiswa stikes PKU Mhammadiyah yang bekerjasama dengan LazisMu solo. Program kami tidak hanya melaksanakan penyembelihan hewan Qurban saja tapi juga pemberian air bersih di daerah eromoko yang sedang kekeringan dan kekuarangan air bersih.
Nikmatnya daging kurban kini tidak hanya dinikmati di Kota-kota besar saja. Usaha untuk mendistribusikan dan berbagai kebahagiaan di Momentum Idul Adha juga dirasakan hingga perbatasan Indonesia. Qurban bersama Lazismu Solo bersama Angkatan Muda Muhammadiyah Kota Surakarta melaksanakan Ekspedisi Kemanusiaan Untuk Eromoko dengan berbagi hewan kurban berupa sapi dan air bersih.

Kamis (23/8), setelah melakukan perjalanan kurang lebih 3 jam dari Solo, Tim Ekspedisi Kemanusiaan tiba di Lokasi Pertama yaitu Dusun Jogodayoh, Desa Krakal, Kec. Eromoko. Satu Sapi dari STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta langsung di sembelih di depan Masjid Al Ikhlas. Dibantu oleh seluruh masyarakat Dusun Jogodayoh sapi berbobot 475 kg selesai dalam waktu 3 jam.

Dibantu oleh AMM , 135 paket daging kurban kemudian dibagikan secara merata kepada seluruh masyarakat Dusun Jogodayoh. Kemudian Tim Ekspedisi Kemanusiaan melanjutkan perjalanan ke lokasi kedua di Dusun Salam, Desa Basuhan, Kec. Eromoko. Walaupun lokasi berjarak tempuh 2 jam dari lokasi pertama karena melewati bukit dan masuk lokasi Gunung Kidul, Jogjakarta. Alhamdulillah, dengan membawa spirit pemerataan distribusi daging kurban. Tim Ekspedisi yang langsung dipimpin oleh Reynal Falah tiba di lokasi dengan selamat.

Disampaikan oleh Sri Mintarsih, S. Kep., Ns., M. Kep selaku Waket III Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta penyembelihan Qurban kali ini kami menggandeng dengan LazisMu Solo untuk bekerja sama dan bersinergi untuk memberikan qurban yang terbaik dan mencari daerah yang masyarakatnya betul betul membutuhkan. Hal ini kita ingin berbagi kebahagiaan kepada masyarakat setempat untuk menikmati Hari raya Idhul adha tahun ini.

STIKES PKU Muhammadiyah Solo Bekali Kompetensi PPGD dan BTCLS

by admin Comments: 0

 

Solo — Untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mahasiswa di bidang kegawatdaruratan, Prodi D3 Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) PKU Muhammadiyah Surakarta bekerjasama dengan Jakarta Medical Service & Training 119, menggelar pelatihan Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD) dan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS).

“Pelatihan yang diselenggarakan di Kampus stikes PKU Muhammadiyah Surakarta dari tanggal 2 – 5 Agustus 2018. Selain diikuti oleh peserta internal mahasiswa STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta juga diikuti oleh mahasiswa program Ners dari perguruan tinggi lain dan para perawat rumah sakit dengan total peserta sebanyak 90 orang,” ungkap Ketua Panitia Pelatihan, Yuli Widyastuti, S. Kep., Ns. M. Kep.

Dalam Pembukaan Pelatihan, Ketua STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Weni Hastuti S.Kep., M.Kes menyatakan, pelatihan ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab STIKES untuk memberikan bekal atau skill tambahan bagi calon alumni, sehingga lulusan mempunyai pembeda dengan alumni dari perguruan tinggi sejenis dan siap berkompetisi ketika memasuki dunia kerja.Selain itu pelatihan juga untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan peserta pelatihan ( Perawat, Bidan, dan Dokter umum ) dalam bidang Penanganan Kedaruratan Trauma dan Jantung. “Sekarang ini yang dibutuhkan rumah sakit maupun instansi pelayanan kesehatan bukan saja lulusan perawat yang memiliki ijazah saja, tapi juga lulusan perawat yang memiliki berbagai kompetensi yang tersertifikasi,” ujar Weni.

Disampaikan pula oleh Yuli Widyastuti selaku ketua pelaksana pelatihan BTCLS, bahwa setelah mengikuti pelatihan BTCLS, peserta pelatihan (Perawat, Bidan dan Dokter umum) di harapkan mempunyai kemampuan dan ketrampilan tentang Penanganan Kedaruratan Trauma dan Jantung . Serta  mampu melaksanakan tugas atau menolong Penderita Gawat darurat seoptimal mungkin. Juga meningkatkan kemampuan dalam asuhan keperawatan pada klien dengan kegawatdaruratan di Rumah Sakit atau tempat kerja ( Emergency of  Nursing ).

                                                                                                                                                                              Teguh Wahyudi

                                                                                                                                                                                     Humas

 

UCAP JANJI MAHASISWA KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN

by admin Comments: 0

STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta melaksanakan kegiatan ucap janji dan penyematan lencana prodi DIII Keperawatan dan DIII Kebidanan di hari selasa di di Auditorium Kampus STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta . Wakil ketua I bidang akademik Cemy Nur Fitria, SKep, Ns, M. Kep menyampaikan bahwa kegiatan yang berada dibawah koordinasi bidang akademik ini dilaksanakan di Auditorium STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta dan diikuti peserta sebanyak 165 mahasiswa Perawat dan Bidan. Prosesi yang biasa disebut dengan upacara caping day ini rutin dilakukan setiap tahun untuk mempersiapkan mahasiswa masuk ke lahan praktek di rumah sakit, puskesmas atau lahan praktek lainnya.

Prosesi capping day tersebut, ditandai dengan penyematan lencana pada seragam keperawatan dan kebidanan oleh Weni Hastuti, S. Kep., M. Kes., selaku ketua stikes PKU Muhammadiyah Surakarta kepada perwakilan mahasiswa dari kedua prodi. Dilanjutkan pembacaan sumpah, ikrar dan janji mahasiswa Serta Ketua Stikes Weny Hastuti, M. Kes. Kemudian,. Ucap janji bertujuan agar mahasiswa yang telah mendapatkan lencana profesi akan selalu menjunjung tinggi etika, norma dan nilai-nilai profesi keperawatan dan kebidanan dalam praktik dan pengabdian. Mahasiswa harus siap melayani pasien tanpa membedakan pangkat, agama, dan golongan. Mahasiswa wajib menghormati dosen, pembimbing klinik dan menjunjung tinggi almamater. Ketua STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta Weny Hastuti, SKep, M. Kes mengatakan, mayoritas mahasiswa yang menjalani prosesi capping day itu melaksanakan tugas dan praktik di RS PKU Muhammadiyah Se Solo Raya, RS pemerintah dan puskesmas serta lahan praktek negeri maupun swasta lainnya.

Disampaikan weni Hastuti “Setelah mengikuti prosesi Pengambilan Sumpah dan Penyematan Lencana, mahasiswa baru diizinkan untuk terjun langsung dalam tatanan pelayanan nyata di dunia kerja, sebagai sarana pembelajaran sekaligus transformasi untuk membentuk perawat dan bidan yang profesional. Selama proses pembelajaran di kampus, cara berfikir mahasiswa lebih didominasi oleh otak kiri yang lebih menekankan fungsi-fungsi logika, analitis, serta teori dan konseptual atau dengan perkataan lain tekstual. Sementara di dunia kerja justru lebih membutuhkan kreatifitas, fleksibilitas, dan inovasi yang bahan dasarnya adalah imajinasi kreatif yang merupakan cara kerja otak kanan, atau dengan perkataan lain lebih menekankan kontesktualitas. Era masa depan adalah era otak kanan yang ditandai dengan dua hal yaitu disamping High Concept yang merupakan komponen Hard Skill, namun juga harus High Touch yang syarat dengan muatan Soft Skill. Oleh karena itu, momentum Praktik Klinik Keperawatan bagi mahasiswa Perawat dan Bidan dapat dijadikan sebagai sarana transformasi diri dari yang biasanya kaku menjadi lebih fleksibel, dari yang biasanya tekstual menjadi lebih kontekstual”.

Acara Caping Day kali ini juga dirangkai dengan pembekalan soft skill mahasiswa dengan tema” Menjadi Yang Terbaik” oleh dr. Andri Putranto, M. Kes yang juga diikuti langsung orang tua mahasiswa sebagai tamu undangan.
Mahasiswa selesai dari pendidikan nanti, dihadapkan pada tantangan masyarakat yang terus berkembang fan dinamis, sehingga sebelum bekerja, perlu adaptasi dan mengaplikasikan dari teori dan praktikum selama pendidikan serta mencapai target kompetensi yang diharapkan. Hal ini sangat berarti bagi mereka jika nanti sudah siap bekerja, terang Cemy Nur Fitria.

Ketua panitia Nurhidayah, SST, M. H.Kes menyampaikan bahwa Mahasiswa saat menjalankan tugas wajib mengutamakan pasien. Pasien dari berbagai kalangan terutama yang tidak mampu, tetap harus ditangani secara tepat dan cepat,”

90 MAHASISWA STIKES PKU PRAKTEK KEPERAWATAN KELUARGA DI KECAMATAN KALIJAMBE

by admin Comments: 0

Prodi D3 Keperawatan STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Selama 3 Minggu ke depan, dari tanggal 9 April – 28 April 2018, Melaksanakan Praktek Keperawatan Keluarga Di Desa Keden, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen. Praktek keperawatan keluarga diikuti 90 Mahasiswa Prodi D3 keperawatan yang terbagi menjadi 6 kelompok di 6 dusun. Mahasiswa Stikes PKU Muhammadiyah di serah terimakan pada tanggal 9 april 2018 di Kantor kecamatan kalijambe dengan disaksikan pejabat dan tokoh masyarakat setempat.

Disampaikan Sri Mintarsih, S. kep., Ns., M. Kes., selaku Wakil Ketua III Kemahasiswaan dan dosen pendamping “Praktek Ini sebagai Implementasi langsung Praktek Mata Kuliah Keperawatan Keluarga yang akan diterapkan di masyarakat desa Keden Kalijambe Sragen dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan, melalui pengkajian pada keluarga, menegakkan masalah (diagnosa keperawatan) keluarga, menetapkan intervensi, melaksanakan tindakan (implementasi) yang sesuai, dan tahap evaluasi.”
“Kegiatan ini, mahasiswa semester VI dibagi menjadi 6 kelompok/posko yang tersebar di seluruh desa Keden” kata Sri Mintarsih, S. kep. Ns., M. Kes.

Tahapan dari kegiatan ini adalah, pada tanggal 9 April 2018 serah terima di Kantor kecamatan Kalijambe, hari ini penyerahan ke desa Keden, dan mulai besok pagi, para mahasiswa akan melaksanakan pengkajian keluarga secara serentak kepada seluruh warga.

Setelah didapatkan data pengkajian, langkah selanjutkannya adalah menetapkan masalah, yang akan diklasifikasikan menjadi 7 masalah keperawatan utama yaitu :
1. Askep Keluarga dengan kesehatan balita
2. Askep Keluarga dengan kesehatan anak
3. Askep Keluarga dengan kesehatan remaja
4. Askep Keluarga dengan kesehatan dewasa
5. Askep Keluarga dengan manula
6. Askep Keluarga dengan maternitas
7. Askep Keluarga dengan kesehatan jiwa

Penetapan Intervensi dan implementasi asuhan keperawatan ini, akan dilaksanakan di minggu kedua yang akan datang.
Disamping itu, selain kompetensi Asuhan Keperawatan keluarga, mahasiswa juga diberikan penugasan untuk pengelolaan kelompok khusus yang ada di desa Keden, diantaranya, kelompok balita, ibu hamil dan lansia yang ini merupakan kompetensi tambahan yang data datanya dapat diperoleh dari hasil pengkajian tersebut, sehingga permasalahan yang ada dikelompok khusus tersebut dapat teratasi dan masyarakat dapat merubah perilakunya untuk peningkatan status kesehatannya sehingga derajat kesehatannya bisa optimal.

Himper STIKES PKU Muhammadiyah Solo Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan Aisyiyah Kota Barat

by admin Comments: 0

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Himpunan Mahasiswa Perawat (Himaper) STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta mengadakan bakti sosial.

Kegiatan itu dilakukan di Panti Asuhan Yatim Piatu Aisyiyah Cabang Kottabarat, Solo, Minggu (30/4/2017).

Panitia kegiatan, Toni Irawan, mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa perawat STIKES PKU Muhammadiyah untuk berbagi bersama.

“Bantuan ini kita berikan kepada adik-adik di Panti Asuhan Aisyiyah,” kata Toni, dalam keterangan tertulis yang diterima TribunSolo.com, Senin (1/5/2017).

Menurutnya ada sekitar 35 anak yang menghuni Panti Asuhan Aisyiyah.

Adapun bakti  sosial ini berupa pembagian sembako.

Sekaligus sosialisasi hidup bersih dan cuci tangan yang benar sebagai langkah preventif pola hidup bersih.

“Kegiatan ini juga salah satu program kerja yang kami jalankan,” katanya.

Sedangkan Bagian Kemahasiswaan STIKES PKU Muhammadiyah, Indah Kurniawati, mengatakan,  STIKES PKU Muhammadiyah akan selalu mendorong UKM yang ada, salah satunya Himaper.

Himaper merupakan himpunan dari mahasiswa D-III Keperawatan.

“Kita mendorong (mereka) untuk dapat berkreatifitas dan melakukan inovasi untuk mengasah soft skill para mahasiswa,” katanya menjelaskan.

Pasalnya, kegiatan itu sangat penting dan akan berguna bagi mereka suatu saat nanti bagaimana pentingnya berorganisasi.

Sumber: Tribunsolo.com

Mahasiswa STIKES PKU Muhammadiyah Ikuti Pelatihan Penanggulangan Gawat Darurat

by admin Comments: 0

Para mahasiswa memeragakan pertolongan kepada pasien saat BTCLS, Jumat 14 Juli 2017. | Prasetyo (/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG – SOLO – Sebanyak 79 peserta dari mahasiswa semester VI D3 Keperawatan STIKES Muhammadiyah Surakarta mengikuti pelatihan Basic Trauma Cardiniac Life Support (BTCLS), Jumat 14 Juli 2017. Acara ini digelar mulai Kamis 13 Juli 2017 hingga Minggu 16 Juli 2017.

Kegiatan ini menggandeng Jakarta Medical Service and Training (JMST) 119. Selain mahasiswa kampus setempat, peserta juga datang dari dari perguruan tinggi lain dan para perawat rumah sakit. Tempat pelatihan di Gedung Rektorat STIKES PKU Muhammadiyah Surakarata,  Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Solo.

Ketua Penyelenggara BTCLS, Yuli Widyastuti, mengatakan, ini periode ke 6 untuk BTCL dan kerja sama dengan JMST 119. Jadi, sudah  6 tahun kerja sama ini terjalin dengan baik dan semoga bisa terjaga terus.

”Pelatihan ini membekali para mahasiswa dalam penanganan gawat darurat. Ini sangat berguna dalam dunia  kesehatan serta bekal calon alumni untuk magang atau kerja di rumah sakit, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa di bidang kegawatdaruratan ” kata Yuli.

Wakil Ketua Bidang Akademik dan Kurikulum STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Cemy Nur Fitria, menyampaikan mahasiswa akan magang di 7 Rumah Sakit PKU  Muhammadiyah Solo Raya. Untuk itu, pelatihan ini sebagai bekal dan pasca wisuda akan mendapatkan keterangan magang dan sertifikat BTCLS.

Cemy berharap, setelah mengikuti pelatihan BTCLS, peserta pelatihan (perawat, bidan dan dokter umum) mempunyai kemampuan dan keterampilan tentang penanganan kedaruratan trauma dan jantung . Serta mampu melaksanakan tugas atau menolong penderita gawat darurat seoptimal mungkin.

”Juga meningkatkan kemampuan dalam asuhan keperawatan pada klien dengan kegawatdaruratan di rumah sakit atau tempat kerja (Emergency of Nursing), pelatihan dasar ini wajib diikuti setiap mahasiswa Stikes PKU Muhammadiyah sebelum bekerja, karena mereka harus siap melakukan penanganan dasar trauma,” ujar dia.

Sementara, Ketua STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Weni Hastuti SKep MKes, mengatakan, pelatihan ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab STIKES untuk memberikan bekal atau skill tambahan bagi calon alumni. Sehingga lulusan mempunyai pembeda dengan alumni dari perguruan tinggi sejenis dan siap berkompetisi ketika memasuki dunia kerja.

 ”Sekarang ini yang dibutuhkan rumah sakit maupun instansi pelayanan kesehatan bukan saja lulusan perawat yang memiliki ijazah saja, tapi juga lulusan perawat yang memiliki berbagai kompetensi yang tersertifikasi,” ujar Weni. (sto)

 

Sumber : Fokus Jateng

INFO SPMB
Profesional Islam