info@stikespku.ac.id | (0271) 734955
| Login

STIKES PKU Muhammadiyah Solo Adakan Stan Konsultasi Gizi Gratis di Solo Paragon Mall

by admin Comments: 0

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – STIKES PKU MuhammadiyahSolo, mengadakan konsultasi gizi gratis di Atrium Solo Paragon Mall.

Konsultasi gizi gratis dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-52 bersama perguruan tinggi  di Solo lainnya.

Menurut informasi Anis Prabowo dari Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Institusi STIKES PKU Muhammadiyah, konsultasi gratis diadakan untuk semua kalangan.

“Mulai dari balita hingga orangtua dapat berkonsultasi di stan kami (STIKES PKU Muhammadiyah),” ungkapnya, Selasa (8/11/2016).

Adapun bagi yang ingin berkonsultasi gizi akan disediakan tim gizi yang terdiri dari dosen serta melibatkan mahasiswa gizi.

Bertajuk gizi seimbang, STIKES PKU Muhammadiyah menyediakan fasilitas gratis untuk masyarakat umum.

Mulai dari konsultasi masalah diabetes, kasu-kasus penyakit, status gizi, kadar lemak, hingga gizi program diet.

Pantauan TribunSolo.com Selasa sekitar pukul 12.30 WIB tampak banyak pengunjung mal mampir ke stan STIKES PKU Muhammadiyah.

Pasalnya perguruan tinggi tersebut merupakan satu-satunya perguruan itnggi yang berkonsentrasi pada gizi di Solo.

Selain ekspo pameran, terdapat rangkaian acara seperti workshop hingga verifikasi buku Kartu Intensif Anak (KIA) dalam rangka pemecahan rekor MURI pemberian 1.700 sertifikat.

Sumber: Tribunsolo.com

STIKES PKU Muhammadiyah Solo Gelar Lomba Cerdas Cermat PMR Antar SMA/SMK se-Surakarta

by admin Comments: 0

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – STIKES PKU Muhamamdiyah Surakarta mengadakan lomba cerdas cermat PMR antar SMA/SMK se-Surakarta di Auditorium Kampus setempat, Senin (7/11/2016).

Lomba diikuti 21 tim dari 11 sekolah di Solo ini dalam rangka untuk memperingati peringatan ke-52 Hari Kesehatan Nasional (HKN).

“Sekaligus memperingati Milad STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta,” kata ketua panitia lomba cerdas cermat, Dewi Marfuah, kepada TribunSolo.com, di sela-sela lomba.

Dewi mengungkapkan, lomba cerdas cermat ini terselenggara atas kerja sama antara STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Dinas Kesehatan Kota (DKK) dan PMI Solo.

Ada tiga babak dalam lomba cerdas cermat ini.

Pertama babak penyisihan.

Kedua babak semi final.

Terakhir babak final.

“Babak penyisihan ini kita bagi menjadi tiga kelompok dimana masing-masing kelompok ada tujuh tim,” ungkapnya.

Kemudian tujuh tim ditandingkan kembali diambil dua besar.

“Kita tandingkan kita ambil tigas besar untuk mengikuti final,” terangnya.

Selama perlombaan berlangsung, peserta diberikan materi soal tentang palang merah, tanggap darurat bencana dan donor darah serta kesehatan umum.

Sumber: Tribunsolo.com

Begini Cara STIKES PKU Muhammadiyah Solo Tingkatkan Taraf Ekonomi Ibu-ibu Rumah Tangga

by admin Comments: 0

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Labu kuning selama ini hanya dimanfaatkan petani sebagai makanan ternak.

Padahal labu kuning ini memiliki kandungan gizi yang bagus untuk tubuh, seperti vitamin A, C dan E.

Alasan inilah kemudian STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Bendo, Nogosari, Boyolali.

Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan sejak Mei-Oktober 2016.

Yakni dengan memberikan pelatihan dan pendampingan tentang pengolahan labu kuning sebagai produk makanan alternatif yang bernilai tinggi.

pelatihan ibu rumah tangga
Ketua Pengabdian dan Pendampingan, Dewi Marfuah (dua kiri) saat memberikan arahan kepada ibu-ibu rumah tangga di Desa Bendo, Nogosari, Boyolali dalam pembuatan olahan makanan dari labu kuning.

Adapun tim pengabdian kepada masyarakat ini antara lain, Ketua, Dewi Marfuah SGz MPH; Anggota 1, Tuti Rahmawati SGz MSi dan Anggota 2, Retno Dewi Noviyanti SGz MSi.

Ketua Pengabdian dan Pendampingan, Dewi Marfuah, kepada TribunSolo.com, mengatakan, peserta pelatihan ini adalah ibu-ibu rumah tangga yang tidak memiliki kegiatan.

Mereka dilatih untuk mengolah labu kuning menjadi produk makanan dan bernilai tinggi, seperti bolu kukus, bolu mekar, kue kering, donat, mei kering dan lain-lain.

“Mereka juga kami latih tentang bagaimana mengemas dan memasarkannya melalui media sosial (medsos),” kata Dewi, Senin (7/11/2016).

Dewi mengungkapkan, tujuan dari pelatihan ini juga untuk meningkatkan taraf hidup bagi masyarakat di Desa Bendo, Nogosari.

pelatihan ibu rumah tangga
Ibu-ibu rumah tangga di Desa Bendo, Nogosari, Boyolali saat membuat makanan dari bahan labu kuning.

“Awalnya nongkrong nggak punya kegiatan dengan pelatihan ini bisa menghasilkan uang,” katanya.

Produk olahan labu kuning ini, kata Dewi, baru dijual di toko desa sekitar dan dititipkan di kantin sekolah.

Meski demikian, pihaknya berharap, ke depan olahan labu kuning ini bisa dijual ke berbagai daerah.

“Alasan lain kami mengadakan pelatihan dan pendampingan di sini (Desa Bendo, Nogosari) karena labu kuning yang dihasilkan cukup banyak,” ungkapnya.

Sumber: Tribunsolo.com

Weni Hastuti Akan Memimpin STIKES PKU Muhammadiyah Solo hingga 4 Tahun ke Depan

by admin Comments: 0

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Weni Hastuti terpilih lagi sebagai Ketua STIKES PKU Muhammadiyah Solo.

Ia akan memimpin lagi kampus tersebut, kali ini untuk periode 2016/2020.

Pelantikan Pimpinan STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta periode 2016/2020 ini dilakukan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Solo, H Subari.

Kepada TribunSolo.com, Weni mengatakan, terpilihnya dia menjadi ketua merupakan amanah yang diberikan PDM Solo kepadanya.

“Artinya saya harus melanjutkan estafet kepemimpinan STIKES PKU Muhammadiyah,” katanya, Sabtu (215/10/2016), di Solo.

Weni menbersagatakan, dirinya bersama pimpinan lain siap melanjutkan perjuangan perguruan tinggi kesehatan ini untuk menuju yang lebih baik.

Secara kelembagaan STIKES PKU Muhammadiyah Solo akan semakin berkembang.

“Ciri yang hidup harus tumbuh dan berkembang, sehingga dengan segala potensi yang sudah dimiliki akan mengembangkan prodi baru,” ujarnya.

Tidak hanya itu, kata Weni, dalam empat tahun ke depan perguruan tinggi yang dipimpinnya akan berubah menjadi institut kesehatan.

“Kami juga akan terus melakukan kerja sama dengan stakeholder untuk perkembangan dan kemajuan STIKES PKU Muhammadiyah,” kata dia

Sumber: Tribunsolo.com

Kematian Ibu Hamil Akibat Anemia Masih Tinggi

by admin Comments: 0

Solo-kopertis6.or.id – Sebagai rangkaian dies natalis ke-23, Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta yang dalam hal ini Himpunan Mahasiswa Keperawatan (HIMAPER) menyelenggarakan Seminar Kesehatan Nasional, dengan narasumber dr. H.Rustam Sunaryo, Sp.OG dengan tema Waspada Indikasi Anemia Ibu Hamil dan Janin dengan ANC Terpadu, Dwi Yuningsih, S.Kep, Ns, M.Kes,  dengan tema Peran perawat dalam Pemeriksaan Proses Tukem Anak yang terkena dampak dari Anemia Ibu, Dr. Toto Sudargo, SKM, M.Kes Lebih menyoroti strategi Pengoptimalan Nutrisi Golden age sebagai stimulus pencegahan dini anemia pada ibu hamil dan bayinya dr. Andri Putranto, M.Kes selaku moderator.

Seminar bertemakan “The Great Stimulation in Golden Days to Prevent anemia” dilangsungkan di Graha Wisata Niaga Solo pada Sabtu, 15 Oktober 2016, di buka Kepala Kemahasiswaan Dewi Marfuah, S. Gz., MPH

Pada kesempatan tersebut Dewi berharap terhadap terbentuknya karakter tenaga kesehatan sebagi role model dalam memberikan pemahaman dan pembekalan kepada masyarakat dan diri sendiri, dalam mengubah gaya hidup untuk mencegah anemia serta berperan dalam menurunkan angka anemia, khususnya pada ibu hamil. “Islam menganjurkan pentingnya menjaga kesehatan. Selain itu, Islam juga mengajarkan kita menghargai dan bertanggung jawab terhadap tubuh kita sendiri.” katanya

Dalam materinya dr. H.Rustam Sunaryo, Sp.OG(K) menjelaskan, Kematian ibu dapat terjadi karena beberapa sebab, diantaranya karena anemia. Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia relatif tinggi, yaitu sebesar 262 per 100.000 kelahiran hidup (BPS, 2005).

“Ini berarti setiap jam ada 1 ibu yang meninggal karena proses kehamilan dan persalinan. Padahal Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator keberhasilan layanan kesehatan di suatu negara.” papar Rustam

Ia menjelaskan, prevalensi anemia di dunia sangat tinggi, terutama di negara-negara sedang berkembang, termasuk Indonesia. Menurut Word Health Organization (2008), prevalesi kejadian anemia di dunia antara tahun 1993 sampai 2005 sebanyak 24.8 persen dari total penduduk dunia (hampir 2 milyar penduduk dunia).

“Laporan hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2007 menunjukkan,  prevalensi anemia ibu hamil pada tahun 2007 di DKI Jakarta sebesar (59.1%) atau 15 persen melebihi rata-rata prevalensi nasional (11.9%).” bebernya

Menurut penelitian, metode lotus birth juga dapat mencegah anemia, tetapi pada bayi yang dilahirkan karena tanpa memutus tali pusar dan membiarkan tali pusar lepas sendiri, diharapkan bayi mendapat lebih banyak darah yang mengandung oksigen, nutrisi dan antibodi.

 

Sumber : http://mail.kopertis6.or.id

Aplikasikan Teknik KBM Optimal, 50 Dosen STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta Ikuti Pengembangan SDM

by admin Comments: 0

Ketua STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Weni Hastuti di tengah-tengah mahasiswa.

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Puluhan dosen/ tenaga pendidik STIKES PKU Muhamamdiyah Surakarta mengikuti kegiatan pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) di aula kampus setempat, Rabu (7/9/2016).

Pengembangan SDM melalui “In House Trainning Pengembangan Karakter Dosen dalam Pembelajaran bagi Dosen Tetap dan Tidak Tetap STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta” bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan langsung khususnya tentang karakater dosen untuk mencapai kompetensinya sesuai UU (Undang-Undang).

“Diharapkan dosen ,ampu menjelaskan dan mengaplikasikan teknik KBM (kegiatan belajar dan mengajar) yang optimal dengan mengedepankan karakter sebagai salah satu pilar untuk mencapai output pembelajaran, yaitu menghasilkan para lulusan yang berkarakter tinggi,” tuturnya.

Dosen mempunyai tanggung jawab secara langsung dalam pengembangan metode dalam kegiatan KBM yang merupakan salah satu Tri Dharma perguruan tinggi.

Dosen adalah penentu dalam proses pengelolaan mahasiswa untuk menghasilkan output SDM terutama dalam KBM yang membutuhkan persiapan yang cukup matang pelaksanaannya.

Implikasi Undang Undang No 4 Tahun 2005 bahwa kinerja dan kompetensi dosen memikul tang­gung jawab utama dalam tran­sformasi orientasi peserta didik dari ketidaktahuan menjadi tahu, dari ketergantungan menjadi mandiri, dari tidak terampil manjadi terampil, dengan metode­-metode pembelajaran.

Bukan lagi mempersiapkan peserta didik yang pasif, melainkan peserta didik berpengetahuan yang senan­tiasa mampu menyerap dan menyesuaikan diri dengan infor­masi baru dengan berfikir, ber­tanya, menggali, mencipta dan mengembangkan cara-cara ter­tentu dalam memecahkan mas­alah yang berkaitan dengan kehidupannya.

“Ada 50 dosen yang ikut dalam kegiatan pengembangan SDM ini,” jelasnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Aplikasikan Teknik KBM Optimal, 50 Dosen STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta Ikuti Pengembangan SDM, http://solo.tribunnews.com/2016/09/08/aplikasikan-teknik-kbm-optimal-50-dosen-stikes-pku-muhammadiyah-surakarta-ikuti-pengembangan-sdm.
Penulis: Labibzamani
Editor: Hanang Yuwono

182 Maru STIKES PKU Muhammadiyah Solo Jalani Osmaru

by admin Comments: 0

Solo — Sebanyak 182 mahasiswa baru (Maru) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) PKU Muhammadiyah Solo menjalani Orientasi Mahasiswa Baru (Osmaru) di kampus setempat, Kamis (1/9). Osmaru berlangsung selama tiga hari.

“Kegiatan Osmaru diikuti seluruh mahasiswa baru dari tiga program studi yang ada, seperti Keperawatan, Kebidanan dan Ilmu Gizi,” jelas Ketua STIKES PKU Muhammadiyah Solo, Weni Hastuti kepada wartawan di sela-sela acara.

Menurut Weni, Osmaru bertema Generasi Muda yang Berkualitas, Berkarakter dan Berjiwa Pancasila, Sesuai Aqidah dan Islam. “Pelaksanaan Osmaru tetap tertib dan taat azas, serta  mengacu pada Surat Keputusan  Dirjen Dikti, nomor 25 tahun 2014  tentang Panduan Umum Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB),” jelasnya.

Sumber: Timlo.Net

Bicara Gizi, Menkes pun Ingat Nasihat Ibu Ainun Habibie

by admin Comments: 0

YOGYAKARTA,suaramuhammadiyah.id,- Ingat Gizi ibu hamil, ingat nasihat Ibu Ainun Habibie. Demikian yang dirasakan Menteri Kesehatan (Menkes) Prof Nila Djuwita Anfasa Moeloek tatkala berbicara di depan peserta Muktamar Nasyiatul ‘Aisyiyah yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Apa nasihat  Ainun Habibie pada Nila Djuwita? “Tolong ajarkan pada ibu-ibu hamil untuk membuka otak kanan dan otak kiri. Karena ibu hamil tidak hanya perlu gizi dalam arti asupan yang baik, tetapi ibu hamil juga perlu sentuhan otak . Sentuhan ini diwujudkan dengan kasih sayang dan perhatian serta kata-kata yang baik”.

Lalu bagaimana membuka otak kanan dan kiri si bayi? Menurut Menkes, ibu hamil bisa memanfaatkan alam yang ada di sekelilingnya. Bisa menggunakan kain warna-warni  yang diputar-putar. Itu adalah upaya untuk stimulasi otak dan bisa juga dengan cara-cara yang lain termasuk melalui pendengaran. Yang  jelas untuk bisa membuka otak kanan dan kiri bayi ini si ibu harus gembira dan kreatif. Tentu anggota NA yang calon ibu dan ibu muda ini siap mengamalkannya agar melahirkan generasi yang sholeh (elf).

Sumber : http://www.suaramuhammadiyah.id

Mahasiswa Thailand, UNDIP dan STIKES PKU Muhammadiyah Memasak Bersama

by admin Comments: 0

SOLO, suaramuhammadiyah.id– Auditorium Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) PKU Muhammadiyah Solo siang itu, Senin (15/8), tampak dipenuhi puluhan mahasiswa. Belasan orang di antaranya adalah mahasiswa asing, yakni mahasiswa dari Khon Kaen University Thailand. Sementara beberapa orang lainnya, adalah mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, serta dari STIKES PKU Muhammadiyah Solo. Namun di ruangan itu, mereka tidak sedang mengikuti seminar internasional ataupun mendengarkan kuliah pakar. Mereka justru sedang asyik memasak bersama dengan menu Tomyam, salah satu masakan khas Negara Thailand.

Di antara mahasiswa asing tersebut, tiga di antaranya laki-laki, yaitu Watcharapong Sarawong, Mette Muanmat, dan Kritsada Saithongyon, yang terlihat begitu piawai memasak. Meskipun begitu, mahasiswa perempuan pun tak lantas berdiam diri. Mereka saling membantu untuk memasak Tomyam. Aneka bumbu dan bahan untuk membuat Tomyam, antara lain ketumbar, bawang putih, cabai merah besar, cabai rawit, daun jeruk, kecap ikan, udang, serai, minyak cabai, jahe, lengkuas, dan lain-lain, segera mereka olah dan masak.

Sementara di sisi lainnya, juga terdapat satu meja besar dan panjang yang menyajikan aneka bumbu masakan untuk salah satu makanan khas Indonesia, yaitu nasi kuning. Di meja tersebut, para mahasiswa STIKES PKU Muhammadiyah Solo bersama mahasiswa dari UMS dan Undip juga memasak nasi kuning lengkap dengan lauk-pauknya.

Aktivitas yang dilakukan puluhan mahasiswa dari Khon Kaen University Thailand bersama mahasiswa UMS, Undip, dan STIKES PKU tersebut merupakan serangkaian kegiatan study visit di STIKES PKU Muhammadiyah Solo.

Disampaikan kepala LPMPI dan Urusan Internasional STIKES PKU Muhammadiyah, Anis Prabowo, menjelaskan, kunjungan tersebut merupakan bentuk tindak lanjut kerja sama antara Khon Kaen University Thailand dengan STIKES PKU Muhammadiyah.

“Kunjungan sebenarnya bukan hanya dari Khon Kaen saja, tapi gabungan empat universitas (STIKES PKU Muhammadiyah Solo, Khon Kaen University Thailan, Undip, dan UMS) dalam Program Summer Course,” terangnya.

Sebelum melakukan study visit ke STIKES PKU Muhammadiyah, mahasiswa yang terdiri atas 20 orang itu terlebih dahulu melakukan kunjungan belajar ke UMS, Undip, dan STIKES PKU Muhammadiyah. Selain mempelajari sisi akademik perguruan tinggi di setiap kampus yang dikunjungi, mahasiswa-mahasiswa tersebut saling bertukar informasi tentang budaya atau culture. Dalam kesempatan itu para mahasiswa juga melihat secara langsung satu per satu ruangan yang ada di STIKES PKU Muhammadiyah, antara lain laboratorium, ruang kuliah, ruang Ketua STIKES PKU Muhammadiyah, dan perpustakaan.

“Hari ini mereka kami ajak untuk berkeliling kampus. Karena kegiatan akademis sudah dilaksanakan di UMS dan Undip, maka di STIKES PKU Muhammadiyah ini dipilih aktivitas yang lebih santai yaitu memperkenalkan masakan khas negara masing-masing dengan memasak langsung. Dari Indonesia untuk mahasiswa asingnya, diperkenalkan nasi kuning, sedangkan mahasiswa Thailand memasak Tomyam,” ungkapnya (tgh).

Sumber : http://www.suaramuhammadiyah.id

Susu, Nutrisi Penting untuk Penuhi Gizi Anak Bangsa

by admin Comments: 0

Liputan6.com, Jakarta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan persoalan gizi adalah permasalahan nasional yang hanya dapat ditangani melalui kerja sama antara berbagai pemangku kepentingan.

Deputi Menteri PPN/ Kepala Bappenas Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan Subandi Sardjoko, menyatakan bahwa beban gizi ganda merupakan tantangan bagi sumber daya manusia Indonesia. Tantangan tersebut dapat muncul di berbagai tahapan siklus kehidupan dan sangat berpengaruh kepada daya saing manusia Indonesia. Hal ini perlu menjadi perhatian.

Dia mencontohkan, dampak permasalahan gizi yang muncul pada usia dini tidak terbatas hanya pada status gizi anak pada saat itu saja, misalnya anak berbadan pendek, anak yang kegemukan atau anak dengan status gizi buruk. Dampak-dampak tersebut kemudian akan berkaitan dengan risiko rendahnya kecerdasan dan risiko potensi penyakit tidak menular ketika anak berada pada usia dewasa.

“Untuk itulah keberadaan sumber pangan dan nutrisi yang terjangkau akan sangat membantu masyarakat meningkatkan kualitas gizi mereka,” kata Subandi di Jakarta, Rabu (9/8).

Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas hidup dan gizi anak di Indonesia adalah dengan memberikan produk pangan bernutrisi baik dengan harga yang terjangkau.

Perbaikan gizi dinilai akan efektif meningkatkan sekaligus mempertahankan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indonesia yang baru saja memasuki kategori Tinggi. Pada April 2017, Badan Pusat Statistik merilis IPM Indonesia tahun 2016 sebesar 70,18 atau naik 0,63 poin dibandingkan tahun sebelumnya.

Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI)Ahmad Syafiq, menambahkan, salah satu sumber nutrisi yang penting bagi masyarakat adalah susu. Keberadaan susu yang terjangkau akan sangat membantu dalam peningkatan gizi masyarakat dalam skala yang luas.

Dia menjelaskan, susu menjadi salah satu produk nutrisi yang mampu menghasilkan energi untuk bertahan. Jalur metabolisme ditentukan oleh nutrisi yang diuraikan untuk menghasilkan energi tersebut. “Energi ini dibutuhkan tubuh untuk menghasilkan protein baru, asam nukleat, DNA, dan lain-lain,” kata Ahmad.

Meski demikian, layaknya produk mengandung gula lainnya – yang notabene adalah sumber energi, konsumsi susu oleh masyarakat tetap harus diimbangi dengan pola hidup yang sehat (healthy lifestyle). Contohnya, dengan rajin berolahraga, menjaga kebersihan dan mempertahankan berat badan ideal.

Dedi Setiadi, Ketua Gabungan Koperasi Susu Indonesia menambahkan di era modern saat ini masyarakat tidak hanya disuguhkan susu segar sebagai salah satu produk. Sejumlah produk susu segar seperti mentega, yogurt, es krim, keju, susu kental manis, susu bubuk juga dapat menjadi pilihan konsumen.

 

Sumber : Liputan 6

INFO SPMB
Profesional Islam