info@stikespku.ac.id | (0271) 734955
| Login

182 Maru STIKES PKU Muhammadiyah Solo Jalani Osmaru

by admin Comments: 0

Solo — Sebanyak 182 mahasiswa baru (Maru) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) PKU Muhammadiyah Solo menjalani Orientasi Mahasiswa Baru (Osmaru) di kampus setempat, Kamis (1/9). Osmaru berlangsung selama tiga hari.

“Kegiatan Osmaru diikuti seluruh mahasiswa baru dari tiga program studi yang ada, seperti Keperawatan, Kebidanan dan Ilmu Gizi,” jelas Ketua STIKES PKU Muhammadiyah Solo, Weni Hastuti kepada wartawan di sela-sela acara.

Menurut Weni, Osmaru bertema Generasi Muda yang Berkualitas, Berkarakter dan Berjiwa Pancasila, Sesuai Aqidah dan Islam. “Pelaksanaan Osmaru tetap tertib dan taat azas, serta  mengacu pada Surat Keputusan  Dirjen Dikti, nomor 25 tahun 2014  tentang Panduan Umum Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB),” jelasnya.

Sumber: Timlo.Net

Bicara Gizi, Menkes pun Ingat Nasihat Ibu Ainun Habibie

by admin Comments: 0

YOGYAKARTA,suaramuhammadiyah.id,- Ingat Gizi ibu hamil, ingat nasihat Ibu Ainun Habibie. Demikian yang dirasakan Menteri Kesehatan (Menkes) Prof Nila Djuwita Anfasa Moeloek tatkala berbicara di depan peserta Muktamar Nasyiatul ‘Aisyiyah yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Apa nasihat  Ainun Habibie pada Nila Djuwita? “Tolong ajarkan pada ibu-ibu hamil untuk membuka otak kanan dan otak kiri. Karena ibu hamil tidak hanya perlu gizi dalam arti asupan yang baik, tetapi ibu hamil juga perlu sentuhan otak . Sentuhan ini diwujudkan dengan kasih sayang dan perhatian serta kata-kata yang baik”.

Lalu bagaimana membuka otak kanan dan kiri si bayi? Menurut Menkes, ibu hamil bisa memanfaatkan alam yang ada di sekelilingnya. Bisa menggunakan kain warna-warni  yang diputar-putar. Itu adalah upaya untuk stimulasi otak dan bisa juga dengan cara-cara yang lain termasuk melalui pendengaran. Yang  jelas untuk bisa membuka otak kanan dan kiri bayi ini si ibu harus gembira dan kreatif. Tentu anggota NA yang calon ibu dan ibu muda ini siap mengamalkannya agar melahirkan generasi yang sholeh (elf).

Sumber : http://www.suaramuhammadiyah.id

Mahasiswa Thailand, UNDIP dan STIKES PKU Muhammadiyah Memasak Bersama

by admin Comments: 0

SOLO, suaramuhammadiyah.id– Auditorium Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) PKU Muhammadiyah Solo siang itu, Senin (15/8), tampak dipenuhi puluhan mahasiswa. Belasan orang di antaranya adalah mahasiswa asing, yakni mahasiswa dari Khon Kaen University Thailand. Sementara beberapa orang lainnya, adalah mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, serta dari STIKES PKU Muhammadiyah Solo. Namun di ruangan itu, mereka tidak sedang mengikuti seminar internasional ataupun mendengarkan kuliah pakar. Mereka justru sedang asyik memasak bersama dengan menu Tomyam, salah satu masakan khas Negara Thailand.

Di antara mahasiswa asing tersebut, tiga di antaranya laki-laki, yaitu Watcharapong Sarawong, Mette Muanmat, dan Kritsada Saithongyon, yang terlihat begitu piawai memasak. Meskipun begitu, mahasiswa perempuan pun tak lantas berdiam diri. Mereka saling membantu untuk memasak Tomyam. Aneka bumbu dan bahan untuk membuat Tomyam, antara lain ketumbar, bawang putih, cabai merah besar, cabai rawit, daun jeruk, kecap ikan, udang, serai, minyak cabai, jahe, lengkuas, dan lain-lain, segera mereka olah dan masak.

Sementara di sisi lainnya, juga terdapat satu meja besar dan panjang yang menyajikan aneka bumbu masakan untuk salah satu makanan khas Indonesia, yaitu nasi kuning. Di meja tersebut, para mahasiswa STIKES PKU Muhammadiyah Solo bersama mahasiswa dari UMS dan Undip juga memasak nasi kuning lengkap dengan lauk-pauknya.

Aktivitas yang dilakukan puluhan mahasiswa dari Khon Kaen University Thailand bersama mahasiswa UMS, Undip, dan STIKES PKU tersebut merupakan serangkaian kegiatan study visit di STIKES PKU Muhammadiyah Solo.

Disampaikan kepala LPMPI dan Urusan Internasional STIKES PKU Muhammadiyah, Anis Prabowo, menjelaskan, kunjungan tersebut merupakan bentuk tindak lanjut kerja sama antara Khon Kaen University Thailand dengan STIKES PKU Muhammadiyah.

“Kunjungan sebenarnya bukan hanya dari Khon Kaen saja, tapi gabungan empat universitas (STIKES PKU Muhammadiyah Solo, Khon Kaen University Thailan, Undip, dan UMS) dalam Program Summer Course,” terangnya.

Sebelum melakukan study visit ke STIKES PKU Muhammadiyah, mahasiswa yang terdiri atas 20 orang itu terlebih dahulu melakukan kunjungan belajar ke UMS, Undip, dan STIKES PKU Muhammadiyah. Selain mempelajari sisi akademik perguruan tinggi di setiap kampus yang dikunjungi, mahasiswa-mahasiswa tersebut saling bertukar informasi tentang budaya atau culture. Dalam kesempatan itu para mahasiswa juga melihat secara langsung satu per satu ruangan yang ada di STIKES PKU Muhammadiyah, antara lain laboratorium, ruang kuliah, ruang Ketua STIKES PKU Muhammadiyah, dan perpustakaan.

“Hari ini mereka kami ajak untuk berkeliling kampus. Karena kegiatan akademis sudah dilaksanakan di UMS dan Undip, maka di STIKES PKU Muhammadiyah ini dipilih aktivitas yang lebih santai yaitu memperkenalkan masakan khas negara masing-masing dengan memasak langsung. Dari Indonesia untuk mahasiswa asingnya, diperkenalkan nasi kuning, sedangkan mahasiswa Thailand memasak Tomyam,” ungkapnya (tgh).

Sumber : http://www.suaramuhammadiyah.id

Susu, Nutrisi Penting untuk Penuhi Gizi Anak Bangsa

by admin Comments: 0

Liputan6.com, Jakarta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan persoalan gizi adalah permasalahan nasional yang hanya dapat ditangani melalui kerja sama antara berbagai pemangku kepentingan.

Deputi Menteri PPN/ Kepala Bappenas Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan Subandi Sardjoko, menyatakan bahwa beban gizi ganda merupakan tantangan bagi sumber daya manusia Indonesia. Tantangan tersebut dapat muncul di berbagai tahapan siklus kehidupan dan sangat berpengaruh kepada daya saing manusia Indonesia. Hal ini perlu menjadi perhatian.

Dia mencontohkan, dampak permasalahan gizi yang muncul pada usia dini tidak terbatas hanya pada status gizi anak pada saat itu saja, misalnya anak berbadan pendek, anak yang kegemukan atau anak dengan status gizi buruk. Dampak-dampak tersebut kemudian akan berkaitan dengan risiko rendahnya kecerdasan dan risiko potensi penyakit tidak menular ketika anak berada pada usia dewasa.

“Untuk itulah keberadaan sumber pangan dan nutrisi yang terjangkau akan sangat membantu masyarakat meningkatkan kualitas gizi mereka,” kata Subandi di Jakarta, Rabu (9/8).

Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas hidup dan gizi anak di Indonesia adalah dengan memberikan produk pangan bernutrisi baik dengan harga yang terjangkau.

Perbaikan gizi dinilai akan efektif meningkatkan sekaligus mempertahankan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indonesia yang baru saja memasuki kategori Tinggi. Pada April 2017, Badan Pusat Statistik merilis IPM Indonesia tahun 2016 sebesar 70,18 atau naik 0,63 poin dibandingkan tahun sebelumnya.

Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI)Ahmad Syafiq, menambahkan, salah satu sumber nutrisi yang penting bagi masyarakat adalah susu. Keberadaan susu yang terjangkau akan sangat membantu dalam peningkatan gizi masyarakat dalam skala yang luas.

Dia menjelaskan, susu menjadi salah satu produk nutrisi yang mampu menghasilkan energi untuk bertahan. Jalur metabolisme ditentukan oleh nutrisi yang diuraikan untuk menghasilkan energi tersebut. “Energi ini dibutuhkan tubuh untuk menghasilkan protein baru, asam nukleat, DNA, dan lain-lain,” kata Ahmad.

Meski demikian, layaknya produk mengandung gula lainnya – yang notabene adalah sumber energi, konsumsi susu oleh masyarakat tetap harus diimbangi dengan pola hidup yang sehat (healthy lifestyle). Contohnya, dengan rajin berolahraga, menjaga kebersihan dan mempertahankan berat badan ideal.

Dedi Setiadi, Ketua Gabungan Koperasi Susu Indonesia menambahkan di era modern saat ini masyarakat tidak hanya disuguhkan susu segar sebagai salah satu produk. Sejumlah produk susu segar seperti mentega, yogurt, es krim, keju, susu kental manis, susu bubuk juga dapat menjadi pilihan konsumen.

 

Sumber : Liputan 6

S1 Gizi Stikes PKU Kunjungan Industri

by admin Comments: 0

Solo – Sebanyak 30 mahasiswa Semester IV Program Studi (Prodi) S1 Ilmu Gizi STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta mengadakan kegiatan rangkaian kunjungan Praktek Belajar Lapangan (PBL) atau Praktek Kerja Lapangan (PKL) industri. Kunjungan industri dilakukan di PT Sidomuncul, Kecamatan Bergas, Ungaran dan PT Nissin di Semarang.

“Di PT Sidomuncul, kita ingin melihat juga sisi filosofi kesuksesan perusahaan farmasi tersebut yang sekarang juga sudah berinovasi dengan mengembangkan berbagai minuman instan dan aneka food supplement,” ungkap pemimpin rombongan Tuti Rahmawati melalui rilis yang diterima Timlo.net.

Menurut Tuti, kegiatan ini bertujuan untuk melihat secara nyata Aplikasi Mata Kuliah Pengawasan Mutu Pangan (PMP), utk melihat secara langsung Quality Control Pengawasan Makanan. Dan juga untuk melihat secara langsung penerapan HACCP (Hazard Analisis Critical Control Point) dan GMP (Good Manufacturing Product) seperti personal hygiene, sanitasi makanan.

“Mahasiswa Semester IV telah mendapatkan teori di dalam kelas, kegiatan ini merupakan pengamatan aplikasi secara langsung dalam proses menjaga mutu dalam produksi makanan/minuman,” jelasnya.

Sumber : www.timlo.net

STIKES PKU Muhammadiyah Solo Masih Terima Mahasiswa Baru Kebidanan dan Ilmu Gizi

by admin Comments: 0

solo.Uri.co.id, SOLO –STIKES PKU MuhammadiyahSurakarta, Jawa Tengah, masih membuka pendaftaran mahasiswa baru untuk program studi (Prodi) D3 Kebidanan dan S1 Ilmu Gizi.

“Kami masih membuka pendaftaran sampai tanggal 15 Agustus 2016,” kata Humas STIKES PKU MuhammadiyahSurakarta, Teguh Wahyudi, kepada solo.Uri.co.id, Selasa (28/6/2016), di Solo.

Pihaknya berharap sebelum pendaftaran ditutup, kuota dua prodi bisa terpenuhi.

“Masing-masing prodi targetnya 40 mahasiswa,” ujar dia.

Teguh mengatakan, pendaftaran mahasiswa baru STIKES PKU Muhammadiyah dimulai sejak Januari 2016.

Ada sekitar 95 calon mahasiswa yang mendaftar untuk Prodi D3 Kebidanan.

Tetapi, yang dinyatakan lolos hanya 20 mahasiswa.

Sedangkan Prodi S1 Ilmu Gizi, ada 95 calon mahasiswa yang mendaftar, dan hanya 20 mahasiswa yang dinyatakan diterima.

“Kami menargetkan, sebelum pendaftaran ditutup bisa terpenuhi,” ujar Teguh Wahyudi. (*)(uri/abaika/enya/atanael/LDN)

 

Sumber : https://solo.uri.co.id

STIKES PKU Muhammadiyah Gemakan Semangat Shodaqoh

by admin Comments: 0

Solo — Memeriahkan ibadah Puasa Ramadan 1437 H, Lembaga Al Islam Kemuhammadiyahan STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta menggelar berbagai kegiatan khusus untuk tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan.

“Di antaranya, setiap habis Dhuhur kami melaksanakan kajian meliputi fikih, akhlaq dan mempelajari bersama Hadits Bukhari Muslim,” jelas Ketua Lembaga Al Islam dan Kemuhammadiyahaan (AIK)  Hj S Indriyani kepada wartawan, di Solo, Sabtu (25/6).

Selain itu, menurut Indriyani, diselenggarakan tadarus Alquran di Mushola Ibnu Sinna yang dilaksanakan terdiri dari kelompok kelompok kecil. Disamping setiap hari Sabtu diadakan pengajian dengan nara sumber H Sofyan Anief dan KH Anwar Sholeh, selaku Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surakarta.

“23 Juni 2016 kami menyelenggarakan pengajian dengan taushiyah Dr H Sofyan Anief MSi (Pembantu Rektor UMS) dan dihadiri Pimpinan Cabang Aisyiyah Solo Utara. Disamping itu setelah pengajian kami melakukan penyerahan santunan sejumlah 66 paket untuk anak yatim non panti yang diterima secara simbolis oleh Hj Saminiyati Mujahid,” ungkapnya.

Dijelaskan, tujuan kegiatan ini bukan hanya dapat meningkatkan semangat beribadah bagi keluarga besar STIKES PKU Muhammadiyah dan meningkatkan kualitas pribadi. Kegiatan ini bisa menjadi semangat dalam berbagi dengan sesama, karena santunan tersebut didapat dari hasil shodaqoh yang selalu berputar di setiap hari Jumat.

“Dan kami alokasikan untuk anak yatim nonpanti sehingga sasaran kami Kelurahan Kadipiro dapat terkaver semua,” ungkapnya.

Sumber: Timlo.Net

STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta Beri Pembekalan Mahasiswa Tentang Penanganan Lakalantas

by admin Comments: 0

solo.Uri.co.id, SOLO – STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Jawa Tengah memberikan pembekalan kepada mahasiswa hari Rabu (8/6/2016).

Pembekalan tersebut meliputi penanganan kecelakaan lalu lintas (lalin), penanganan penderitaan gawat darurat (PPGD) atau basic trauma cardiac life support dan mengevakuasi ke rumah sakit terdekat

Humas STIKES PKU Muhammadiyah Solo, Teguh Wahyudi dalam rilisnya kepada solo.Uri.co.id, mengatakan, pembekalan dilakukan karena banyak kejadian kecelakaan yang sifatnya massal dan menimbulkan korban jiwa.

Melalui pembekalan itu, lanjut dia, ke depan mahasiswa STIKES PKU Muhammadiyah maupun para alumni selalu sigap dan siap apabila sewaktu-waktu ada kejadian kecelakaan di sekitarnya.

“Mahasiswa dan alumni STIKES PKU harus menjadi garda terdepan di masyarakat/perusahaan mereka bekerja,” terang dia.

Sementara dalam pembekalan juga dilakukan simulasi tentang kecelakaan.

Ada 106 mahasiswa yang dilibatkan dalam simulasi yang dilakukan di Kampung Jetis Kadipiro Surakarta.

Bermula ada kecelakaan beruntun melibatkan mobil panter dengan mobil APV serta empat kendaraan bermotor.

Kecelakaan mengakibatkan 20 korban, 10 orang luka berat, sembilan luka ringan dan satu meninggal dunia.

Dalam kecelakaan itu juga terdapat korban wanita hamil dan anak kecil.

Mendengar ada laporan kecelakaan, petugas kesehatan peserta simulasi dengan sigap langsung menuju ke lokasi kecelakaan.

Mereka langsung memberikan pertolongan kepada para korban dan membawanya ke rumah sakit terdekat.(*) (uri/hoirunnisa/slam/CI)

Sumber : https://solo.uri.co.id

Simulasi PPGD Oleh Stikes PKU Muhammadiyah Solo

by admin Comments: 0

Solo-kopertis6.or.id — Sebanyak 106 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) PKU Muhammadiyah Solo melakukan simulasi penanganan kecelakaan lalu lintas di Kampung Jetis Kadipiro Surakarta, baru-baru ini.

Disampaikan oleh Humas Stikes PKU Muhammadiyah Solo, Teguh Wahyudi, bahwa saat ini banyak sekali kejadian di sekitar kita berupa kecelakaan yang sifatnya massal dan menimbulkan banyak korban, baik meninggal maupun luka yang berakibat cacat seumur hidup.

“Oleh karena itu, STIKES PKU Muhammadiyah Solo membekali mahasiswa dengan kegiatan simulasi agar di masa mendatang, baik mahasiswa maupun alumni STIKES PKU Muhammadiyah Solo menjadi garda terdepan dan siap melaksanakan pertolongan pertama” katanya

Dia menjelaskan, simulasi ini bekerjasama dengan berbagai institusi, diantaranya Instruktur dari Tim 119 Jakarta, Lakalantas, PMI cabang Surakarta, Laziz MU, FKPM Kadipiro dan stake holder yang terkait.

Ketua Pelaksana Anis Prabowo SKM., M.Giz menambahkan, simulasi ini dilaksanakan setelah  peserta  mengikuti pelatihan selama 3 hari, dengan materi diantaranya pengelolaan kasus Trauma Capitis, trauma thorax, trauma abdomen, penanganan luka dan pendarahan,  strain, sprain dan fraktur serta luka bakar.

“Peserta juga mendapat materi Praktek Triage Bencana CPR/Resustasi Jantung Paru, EKG, Air way Management dan intubasi Pemakaian alat-alat Emergency dan Evakuasi Balut Bidai/ Fiksasipada Trauma PraRumahsakit, Initial Asessment.” jelas Anis.

Sumber : kopertis6.or.id

Semester VI STIKES PKU Muhammadiyah Praktik Komunitas di Blagung

by admin Comments: 0

Ratusan mahasiswa D III Keperawatan Semster VI STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta saat mengikuti praktik komunitas di Kelurahan Belagung, SImo, Boyolali, Jawa Tengah.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Selama satu bulan penuh, STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta melakukan praktik komunitas di Kelurahan Belagung, Kecamatan Simo, Boyolali, Jawa Tengah.

Praktik komunitas diikuti 100 mahasiswa D III Keperawatan semester VI telah berlangsung sejak 1 Mei 2016 dan akan berakhir pada 30 Mei 2016.

Adapun kegiatan selama satu bulan itu adalah praktek keperawatan komunitas, keluarga, dan keperawatan kesehatan jiwa.

Serah terima dilakukan di Kantor Kecamatan Simo oleh Ketua STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta Weni Hastuti SKep MKes kepada pihak kecamatan Simo yang diwakili Mujiono S.Sos.

Turut hadir pada acara itu Sekretaris Kecamatan (Sekcam) beserta staf kecamatan, Lurah Blagung, Danramil Simo, Kapolsek Simo, pembimbing Puskesmas Simo, serta segenap muspika.

Pembimbing STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta juga hadir dan langsung menuju lapangan tempat mahasiswa berada untuk memberikan bimbingan kepada mereka.

Karena praktik ini akan menjadi target kompetensi mahasiswa.

“Praktik ini merupakan bentuk aplikasi praktik perawatan kesehatan masyarakat dan jiwa,” kata Ketua STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Weni Hastuti SKep MKes dari keterangan pers kepada TribunSolo.com, Rabu (11/5/2016).

Tujuan praktik ini adalah menerapkan ilmu keperawatan keluarga, masyarakat dan keperawatan jiwa dengan melakukan musyawarah masyarakat desa melalui pendekatan tokoh masyarakat, kader, dan warga.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul 100 Mahasiswa DIII Keperawatan Semester VI STIKES PKU Muhammadiyah Praktik Komunitas di Blagung, http://solo.tribunnews.com/2016/05/11/100-mahasiswa-diii-keperawatan-semester-vi-stikes-pku-muhammadiyah-praktik-komunitas-di-blagung.
Penulis: Labibzamani
Editor: Hanang Yuwono

INFO SPMB
Profesional Islam