info@stikespku.ac.id | (0271) 734955
| Login

AIPGI Beri Pembinaan Program Studi Gizi STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta

by admin Comments: 0

Pembinaan Prodi S1 Gizi oleh Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Gizi Indonesia (AIPGI) di STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Sabtu (18/3/2017).

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Gizi Indonesia (AIPGI) memberikan pembinaan terhadap Program Studi (Prodi) S-1 Gizi di STIKES PKU Muhammadiyah Solo.

Pembinaan ini dilakukan oleh Ketua Umum AIPGI, Hardiansyah, Sabtu (18/3/2017).

Menurut Kaprodi S1 Gizi STIKES PKU Muhammadiyah, Tuti Rahmawati, pembinaan ini untuk demi kemajuan Prodi S1 Gizi STIKES PKU Muhammadiyah.

“Pembinaan ini juga untuk menyiapkan persiapan reakreditasi Prodi S1 Gizi,” ujar Tuti saat ditemui TribunSolo.com, Sabtu (18/3/2017), di kantornya.

Adapun pembinaan tersebut diikuti para pejabat di lingkungan STIKES PKU Muhammadiyah.

Ketua STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Weni Hastuti, mengatakan, pembinaan ini dalam untuk persiapan akreditasi LAM-PTKes.

LAM-PTKes adalah lembaga akreditasi mandiri yang bukan milik pemerintah.

LAM-PTKes terdiri atas Organisasi Profesi dan Asosiasi Institusi Pendidikan dari tujuh bidang ilmu kesehatan, yakni Kedokteran, Kedokteran Gizi, Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat, Farmasi dan Gizi.

“Untuk mencapai tujuan menjadi program studi unggulan dalam pendidikan dan pengembangan ilmu gizi maka kami perlu untuk bergabung dengan AIPGI sebagai wadah dan organisasi profesi gizi di Indonesia,” kata Weni.

Selain itu juga untuk mendapatkan pembinaan terkait pengembangan kurikulum, sistem pembelajaran, penyiapan lulusan yang berkualitas.

Juga, berkompeten sesuai capaian pembelajaran yang ditetapkan bersama. (*)

Sumber: Tribunsolo.com

Peggy Melati Sukma dan STIKES PKU Muhammadiyah Solo Ajak Remaja Kembali ke Cinta Allah SWT

by admin Comments: 0

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta mengadakan talkshow dengan narasumber Peggy Melati Sukma, artis multitalenta sekaligus penyanyi.

Kegiatan ini digelar di Gedung Auditorium Rektorat STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Selasa (14/2/2017).

Talkshow dihadiri 600 remaja dari kalangan mahasiswa-mahasiswi maupun siswa-siswi SMA/SMK/MA dari sejumlah sekolah di Solo.

Menurut pihak panitia, tujuan menghadirkan Peggy Melati Sukma untuk meluruskan kembali pemahaman arti cinta dan kasih sayang yang mungkin dari perspektif remaja masa kini sudah mulai melenceng dari cinta yang sebenarnya sesuai  ajaran agama Islam.

Juga untuk memberi pemahaman bahwa di dalam ajaran agama Islam tidak ada yang namanya Hari Valentine.

“Cinta datang dari Allah SWT, tapi hati-hati dengan cinta karena yang mengelola cinta itu setan,” kata Peggy pada talkshow bertema ‘Inspiring Love for Moslem Teens’ itu, dalam keterangan tertulis yang diterima TribunSolo.com dari Humas STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Jumat (17/2/2017).

Menurut Peggy, menyikapi cinta harus menggunakan cara-cara yang diatur dalam Alquran dan hadits.

Dia mengatakan, pergaulan bebas bukan cinta tetapi cinta yang dikelola setan, karena aturan dari Allah SWT sudah jelas.

“Ini memang sebuah tantangan,” kata peggy menegaskan.

Peggy mengatakan, masing-masing individu bisa memilih cara yang sesuai agama atau justru bertentangan.

Dia berharap remaja melakukan aktivitas yang di sukai Allah SWT.

“Belajar Islam yang banyak, berkumpul di majelis-majelis Islam, melakukan aktivitas yang di sukai Allah SWT, patuh pada aturan agama, berkreasi terus, berevolusi terus, tetap berpegangan kepada Allah SWT,” ujarnya.

Adapun dalam menggelar kegiatan ini STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta  bekerja sama dengan Lazismu Solo dan Bank Muammalat.

Sumber: Tribunsolo.com

Tentang Gizi dan Nutrisi

by admin Comments: 0

Nutrisi atau gizi adalah substansi organik yang dibutuhkan organisme untuk fungsi normal dari sistem tubuh, pertumbuhan, pemeliharaan kesehatan.

Penelitian di bidang nutrisi mempelajari hubungan antara makanan dan minuman terhadap kesehatan dan penyakit, khususnya dalam menentukan diet yang optimal. Pada masa lalu, penelitian mengenai nutrisi hanya terbatas pada pencegahan penyakit kurang gizi dan menentukan kebutuhan dasar (standar) nutrisi pada makhluk hidup. Angka kebutuhan nutrisi (zat gizi) dasar ini dikenal di dunia internasional dengan istilah Recommended Daily Allowance (RDA).

Seiring dengan perkembangan ilmiah di bidang medis dan biologi molekular, bukti-bukti medis menunjukkan bahwa RDA belum mencukupi untuk menjaga fungsi optimal tubuh dan mencegah atau membantu penanganan penyakit kronis. Bukti-bukti medis menunjukkan bahwa akar dari banyak penyakit kronis adalah stres oksidatif yang disebabkan oleh berlebihnya radikal bebas di dalam tubuh. Penggunaan nutrisi dalam level yang optimal, dikenal dengan Optimal Daily Allowance (ODA), terbukti dapat mencegah dan menangani stres oksidatif sehingga membantu pencegahan penyakit kronis. Level optimal ini dapat dicapai bila jumlah dan komposisi nutrisi yang digunakan tepat. Dalam penanganan penyakit, penggunaan nutrisi sebagai pengobatan komplementer dapat membantu efektifitas dari pengobatan dan pada saat yang bersamaan mengatasi efek samping dari pengobatan. Karena itu, nutrisi / gizi sangat erat kaitannya dengan kesehatan yang optimal dan peningkatan kualitas hidup. Hasil ukur bisa dilakukan dengan metode antropometri.

Sedangkan ilmu gizi adalah ilmu yang mempelajari tentang hubungan makanan dan minuman terhadap kesehatan tubuh manusia agar tidak mengalami penyakit gangguan gizi, di mana gangguan gizi sendiri adalah sebuah penyakit yang diakibatkan oleh kurangnya zat-zat vitamin tertentu sehingga mengakibatkan tubuh kita mengalami gangguan gizi.

Penyakit gangguan gizi yang pertama kali ditemukan adalah scorbut pada tahun 1497 atau lebih populer kita kenal dengan penyakit sariawan. Pada waktu itu Vasco da Gama dalam pelayarannya menuju Indonesia telah kehilangan lebih dari separuh anak buahnya yang meninggal akibat penyakit ini.[butuh rujukan] Baru pada permulaan abad XX para ahli kedokteran dapat memastikan bahawa penyakit ini diakibatkan karena kekurangan vitamin C.

Pada saat ini kebanyakan penduduk Indonesia mengalami kelebihan nutrisi dan bukannya kekurangan nutrisi. Pada tahun 2007 angka kematian akibat penyakit non-infeksimencapai 59,5 persen atau jelas sudah melebihi angka kematian akibat penyakit infeksi. Pada tahun 2015, Kementerian Kesehatan meluncurkan program “G4 G1 L5” atau maksimum 4 sendok makan gula (50 gram), 1 sendok teh garam (5 gram) dan 5 sendok makan minyak (67 gram).[1]

Ilmu gizi

Ilmu Gizi (Nutrience Science) adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang makanan dalam hubungannya dengan kesehatan optimal / tubuh. Sayangnya makanan sekarang bisa dibilang hampir sedikit sekali gizi yang dikandungnya. Contohnya: banyak sekali penggunaan bahan kimia seperti pestisida pada sayur – sayuran biarpun proses penanamannya organik tetapi tidak luput dari yang namanya pestisida, sedangkan untuk buah – buahan sekarang serba import, buah yang diimport membutuhkan kurang lebih 1 bulan dalam proses distribusinya itu menyebabkan kandungan gizi dalam buah – buahan juga berkurang.

4 Sehat 5 Sempurna

 Slogan 4 Sehat 5 Sempurna dicetuskan oleh Prof. Poorwo Soedarmo yang dikenal sebagai bapak gizi Indonesia pada tahun 1950. Slogan ini mengacu ke slogan “Basic Four” dari Amerika. “Basic Four” ini diciptakan tahun 1940-an bertujuan mencegah pola makan orang Amerika yang cenderung banyak lemak, tinggi gula, dan kurang serat.

Komposisi 4 sehat 5 sempurna adalah sebagai berikut:

  1. Makanan Pokok yaitu makanan yang menjadi sumber energi dalam tubuh. Dalam hal ini yang termasuk makanan sumber energi adalah makanan yang kaya akan karbohidrat seperti nasijagunggandumkentangoat, serta umbi-umbian.
  2. Lauk Pauk adalah makanan utama pendamping makanan pokok. Lauk pauk berfungsi sebagai sumber zat pembangun untuk tubuh. Makanan lauk pauk banyak yang mengandung protein misalnya seperti telurdagingikantahu dan tempe.
  3. Sayur-Sayuran yang baik untuk kesehatan tubuh adalah sayuran yang berwarna hijau karena sayuran ini mengandung banyak vitaminserat, dan protein nabati yang sangat berguna bagi kesehatan, seperti bayamtomatterong, dan lainnya.
  4. Buah-Buahan kaya akan vitamin yang berperan untuk kesegaran dan kesehatan tubuh. Selain itu buah-buahan juga mengandung mineral dan serat yang baik untuk kesehatan pencernaan.
  5. Susu dalam rumusan makanan 4 sehat 5 sempurna ini, susu merupakan makanan pelengkap, dalam artian susu tidak wajib ada, namun akan lebih baik jika dapat melengkapi dengan susu.

Gizi Seimbang

Pada konferensi pangan sedunia yang diadakan oleh FAO tahun 1992 di Roma dan Genewa, antara lain ditetapkan agar semua negara berkembang yang semula menggunakan slogan sejenis “Basic Four” memperbaiki menjadi “Nutrition Guide for Balance Diet“. Keputusan FAO tersebut diterapkan di Indonesia dalam kebijakan Repelita V tahun 1995sebagai Pedoman Gizi Seimbang dan menjadi bagian dari program perbaikan gizi. Namun, Pedoman Gizi Seimbang kurang disosialisasikan sehingga terjadi pemahaman yang salah dan masyarakat cenderung tetap menggunakan 4 sehat 5 sempurna. Baru pada tahun 2009 secara resmi Pedoman Gizi Seimbang diterima masyarakat, sesuai dengan Undang-Undang Kesehatan No 36 tahun 2009 yang menyebutkan secara eksplisit “Gizi Seimbang” dalam program perbaikan gizi.

Gizi seimbang adalah susunan makanan sehari–hari yang mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memerhatikan prinsip keanekaragaman atau variasi makanan, aktivitas fisik, kebersihan, dan berat badan ideal[2].

Di Amerika Serikat dan beberapa negara lain, prinsip Gizi Seimbang divisualisasi berupa “piramida” Gizi Seimbang. Tidak semua negara menggunakan piramida, tetapi disesuaikan dengan budaya dan pola makan setempat. Misalnya, di Thailand dalam bentuk piramida terbalik sebagai “bendera”, dan di China sebagai “pagoda” dengan tumpukan rantang. Para pakar gizi yang bergabung dalam Yayasan Institut Danone Indonesia (DII) bersama para penulis dari Tabloid nakita (Kompas-Gramedia), mengadaptasi piramida sesuai dengan budaya Indonesia, dalam bentuk tumpeng dengan nampannya yang untuk selanjutnya akan disebut sebagai “Tumpeng Gizi Seimbang” . Tumpeng Gizi Seimbang dirancang untuk membantu setiap orang memilih makanan dengan jenis dan jumlah yang tepat, sesuai dengan berbagai kebutuhan menurut usia (bayibalitaremajadewasa dan usia lanjut), dan sesuai keadaan kesehatan (hamilmenyusuiaktivitas fisiksakit).

Tumpeng Gizi Seimbang meragakan 4 prinsip Gizi Seimbang:

  • Aneka ragam makanan sesuai kebutuhan
  • Kebersihan
  • Aktivitas fisik
  • Memantau berat badan ideal.

Tumpeng Gizi Seimbang terdiri atas beberapa potongan tumpeng:

  • Satu potongan besar
  • Dua potongan sedang
  • Dua potongan kecil
  • Satu potongan terkecil di puncak.

Tumpeng Gizi Seimbang

Luas potongan Tumpeng Gizi Seimbang menunjukkan porsi makanan yang harus dikonsumsi setiap orang per hari. Tumpeng Gizi Seimbangyang terdiri atas potongan-potongan itu dialasi oleh air putih. Artinya, air putih merupakan bagian terbesar dan zat gizi esensial bagi kehidupan untuk hidup sehat dan aktif[3].

Dalam sehari, kebutuhan air putih untuk tubuh minimal 2 liter[butuh rujukan] (8 gelas). Setelah itu, di atasnya terdapat potongan besar yang merupakan golongan makanan pokok (sumber karbohidrat). Golongan ini dianjurkan dikonsumsi 3—8 porsi. Kemudian di atasnya lagi terdapat golongan sayur dan buah sebagai sumber vitamin dan mineral. Keduanya dalam potongan yang berbeda luasnya untuk menekankan pentingnya peran dan porsi setiap golongan. Ukuran potongan sayur dalam Pedoman Gizi Seimbang sengaja dibuat lebih besar dari buah yang terletak di sebelahnya. Dengan begitu, jumlah sayur yang harus dimakan setiap hari sedikit lebih besar (3-5 porsi) daripada buah (2—3 porsi). Selanjutnya, di lapisan ketiga dari bawah ada golongan protein, seperti daging, telur, ikan, susu dan produk susu (yogurtmentegakeju, dan lain-lain) di potongan kanan, sedangkan di potongan kiri ada kacang-kacangan serta hasil olahan seperti tahu, tempe, dan oncom.

Terakhir dan menempati puncak Tumpeng Gizi Seimbang makanan dalam potongan yang sangat kecil adalah minyakgula, dan garam, yang dianjurkan dikonsumsi seperlunya. Pada bagian bawah tumpeng terdapat prinsip Gizi Seimbang lain, yaitu pola hidup aktif dengan berolahraga, menjaga kebersihan dan pantau berat badan. Karena prinsip gizi seimbang didasarkan pada kebutuhan zat gizi yang berbeda menurut kelompok umur, status kesehatan, dan jenis aktivitas, maka satu macam Tumpeng Gizi Seimbang tidak cukup. Diperlukan beberapa macam Tumpeng Gizi Seimbang untuk ibu hamil dan menyusui, bayi dan balita, remaja, dewasa, dan usia lanjut.

Perbedaan 4 sehat 5 sempurna dengan Gizi Seimbang

Beberapa hal yang membedakan konsep 4 sehat 5 sempurna dengan konsep Gizi Seimbang yakni:

Pertama
  • Susunan makanan yang terdiri atas 4 kelompok ini, belum tentu sehat, bergantung apakah porsi dan jenis zat gizinya sesuai dengan kebutuhan. Contoh, jika pola makan kita sebagian besar porsinya terdiri atas sumber karbohidrat (nasi), sedikit sumber protein, sedikit sayur dan buah sebagai sumber vitamin, maka pola makan tersebut tidak dapat dianggap sehat. Sebaliknya, jika pola makan kita terlalu banyak sumber lemak dan protein seperti hidangan yang banyak daging dan minyak atau lemak, tetapi sedikit sayur dan buah, maka pola makan itu tak dapat dianggap sehat.
  • Selain jenis makanan, pola makan berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang menekankan pula proporsi yang berbeda untuk setiap kelompok yang disesuaikan atau diseimbangkan dengan kebutuhan tubuh. Pedoman Gizi Seimbang pun memperhatikan aspek kebersihan makanan, aktivitas fisik, dan kaitannya dengan pola hidup sehat lain.
Kedua
  • Susu bukan “makanan sempurna” seperti anggapan umum selama ini. Dengan anggapan itu banyak orang, termasuk kalangan pemerintah, menganggap susu merupakan “jawaban” atas masalah gizi[4]. Sebenarnya, susu adalah sumber protein hewani yang juga terdapat pada telur, ikan dan daging.
  • Oleh karena itu di dalam Pedoman Gizi Seimbang, susu ditempatkan dalam satu kelompok dengan sumber protein hewani lain. Dari segi kualitas protein, telur dalam ilmu gizi dikenal lebih baik dari susu karena daya cerna protein telur lebih tinqggi daripada susu.
Ketiga
  • Slogan 4 sehat 5 sempurna dianggap tak lagi sesuai dengan perkembangan iptek gizi, seperti halnya slogan “Basic Four” di Amerika yang merupakan acuan awal 4 sehat 5 sempurna pada masa itu, namun, setelah dievaluasi tahun 1970-an, ternyata slogan tersebut tidak memperbaiki pola makan penduduk Amerika, yang disertai dengan meningkatnya penyakit degeneratif terkait gizi. Sejak itu, slogan “Basic Four” diperbarui dan disempurnakan menjadi “Nutrition Guide for Balance Diet” dengan visual piramida.
  • Di Indonesia “Nutrition Guide for Balance Diet” diterjemahkan menjadi Pedoman Gizi Seimbang yang juga menggunakan visual piramida. Berbeda dengan Nutrition Guide AS yang berlaku untuk usia di atas 2 tahun, di Indonesia Pedoman Gizi Seimbang berlaku sejak bayi dengan memasukkan ASI eksklusif sebagai Gizi Seimbang.

Sumber : Wikipedia

STIKES PKU Muhammadiyah Solo Beri Pelatihan Edukator Bagi Pemberi Asuhan Pasien

by admin Comments: 0

STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta saat memberikan In House Training Edukator bagi para pemberi asuhan di RS Muhammadiyah Selogiri, Rabu (22/2/2017).

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Rumah Sakit Muhammadiyah Selogiri bekerja sama dengan STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta menggelar In House Training Edukator bagi para pemberi asuhan, Rabu (22/2/2017).

Pelatihan yang diselenggarakan di Rumah Sakit Muhammadiyah Selogiri diikuti oleh berbagai macam profesi pemberi asuhan kepada pasien meliputi dokter, perawat, bidan, ahli gizi, apoteker, laboran, dan fisioterapis.

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul STIKES PKU Muhammadiyah Solo Beri Pelatihan Edukator Bagi Pemberi Asuhan Pasien, http://solo.tribunnews.com/2017/02/24/stikes-pku-muhammadiyah-solo-beri-pelatihan-edukator-bagi-pemberi-asuhan-pasien.
Penulis: Labibzamani
Editor: Daryono

PELATIHAN PEMBERIAN MAKANAN BAYI DAN BALITA DI DESA SENTING, SAMBI, BOYOLALI

by admin Comments: 0

SOLO – STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta mengadakan terhadap pelatihan kader posyandu balita tentang PMBA (Pemberian Makanan Bayi dan Balita) di Desa Senting, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Jum’at, 20 Januari 2016 yang diikuti 125 ibu-ibu kader posyandu setempat dan masyarakat umum.

Disampaikan Sri mintarsih SKep Ns MKes, selaku Wakil Ketua Bidang III STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai kewajiban dosen yang harus dipenuhi.

Pelatihan kepada kader posyandu balita tentang PMBA ini dilaksanakan oleh dosen-dosen STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, dari Prodi D3 Keperawatan, D3 Kebidanandan S1 Gizi. Ini juga merupakan wujud nyata pengabdian yang dilaksanakan secara terjadwal, terstruktur dan dilaksanakan secara rutin di beberapa daerah binaan kami.

“Kegiatan ini terselenggara dalam rangka rangkaian kegiatan Diklat Darul Arqam Dasar (DAD) IMM cabang Surakarta, bagian kemahasiswaan dan LPPM STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta,” ujar Sri Mintarsih.

Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk mentransformasi ilmu tentang pemberian makanan bayi dan balita (PMBA), dimana STIKES PKU Muhammadiyah pernah mendapatkan pelatihan tentang PMBA ini sebagai trainer kerjasama UNICEF – MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta.

Pelatihan yang mencakup kompetensi 3 domain, aspek pengetahuan (kognitif), sikap (attitude), dan ketrampilan (skill), ini diharapkan para kader posyandu balita dan ibu-ibu balita di desa Senting Kecamatan Sambi Kabupaten Boyolali ini juga meningkat dalam pemahaman dan aplikasi PMBA dalam kehidupan sehari-hari.

Sehingga tujuan jangka panjang untuk mewujudkan generasi anak bangsa yang sehat, baik jasmani, rokhani dan sosial dapat benar-benar terwujud tatkala kelak mereka sudah dewasa nanti.

Sumber : http://ratnaandri76.blogspot.co.id/

Mahasiswa STIKES PKU Implementasikan Program Gizi

by admin Comments: 0

Solo – Sebanyak 24 mahasiswa semester VII Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) PKU Muhammadiyah Surakarta mengimplementasikan program gizi di desa Mranggen, Kecamatan Polokarto Sukoharjo. Kegiatan implementasi gizi ini merupakan rangkaian praktek komunitas yang berlangsung dari 19 Desember 2016 sampai 21 Januari 2017.

“Kegiatan implementasi Gizi ini, kami selenggarakan dengan beraneka kegiatan diantaranya senam sehat, pemeriksaan kesehatn ini, Konseling gizi gratis, penyuluhan dan pelatihan kader posyandu yang diikuti oleh ratusan warga setempat,” jelas Kabag Humas STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Dewi Marfuah, Gz dalam keterangan persnya, Kamis (19/1).

Dewi mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga untuk cek dan menjaga kesehatan serta memperhatikan pola makanan yang bergizi untuk menunjang kesehatan.

Sejauh ini, lanjut Dewi, melalui mahasiswa Gizi dalam praktek komunitas telah membuat banyak program dalam meningkatkan status gizi terhadap masyarakat setempat, khususnya gizi kepada tumbuh kembang anak.

Sumber: Timlo.Net

Mahasiswa Gizi STIKES PKU Muhammadiyah Solo Adakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Polokarto

by admin Comments: 0

Para mahasiswa S1 Gizi STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta saat melakukan pemeriksaan kesehatan gratis kepada warga, Minggu (15/1/2017).

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO – Mahasiswa S1 Gizi STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta mengadakan pemeriksaan kesehatan di Kecamatan Polokarto, Sukoharjo.

Pemeriksaan kesehatan sebagai kegiatan puncak praktik komunitas mahasiswa S1 Gizi dilaksanakan pada Minggu (15/1/2016).

Menurut dosen pembimbing praktik komunitas, Dewi Marfuah, sasaran kegiatan adalah kader posyandu dan masyarakat umum di Desa Mranggen, Kayuapak dan Godog, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo.

Para mahasiswa S1 Gizi STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta saat melakukan pemeriksaan kesehatan gratis kepada warga, Minggu (15/1/2017).
Para mahasiswa S1 Gizi STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta saat melakukan pemeriksaan kesehatan gratis kepada warga, Minggu (15/1/2017).

Adapun pemeriksaan kesehatan meliputi cek tekanan darah, gula darah, asam urat dan konseling gizi.

“Kami juga mengadakan senam sehat, penyuluhan kader posyandu dan pelatihan kader posyandu,” katanya kepada TribunSolo.com, Rabu (18/1/2017).

Kegiatan itu juga diikuti koordinator dosen pembimbing praktik komunitas S1 Gizi, Retno Dwi Noviyanti.

Selama kegiatan diadakan masyarakat cukup antusias.

Mereka yang datang untuk melakukan cek kesehatan dan konseling kesehatan.

“Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran warga untuk menjaga kesehatan,” ungkapnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Mahasiswa Gizi STIKES PKU Muhammadiyah Solo Adakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Polokarto, http://solo.tribunnews.com/2017/01/18/komunitas-mahasiswa-s1-gizi-stikes-pku-muhammadiyah-solo-adakan-pemeriksaan-kesehatan-gratis.
Penulis: Labibzamani
Editor: Daryono

Muhammadiyah Solo Kunjungi Kemenkes Balai Litbang GAKI Magelang

by admin Comments: 0

Mahasiswa Prodi S1 Ilmu Gizi STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta Lakukan Kunjungan Ilmiah ke Kemenkes Balai Litbang GAKI Magelang, Jumat (18/11/2016).

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Mahasiswa STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta melakukan kunjungan ilmiah ke Kementerian Kesehatan Balai Litbang GAKI (Gangguan Akibat Kekurangan Yodium) Magelang.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 16 November 2016 diikuti sebanyak 25 mahasiswa Prodi S1 Ilmu Gizi dengan didampingi pendamping Kaprodi Ilmu Gizi, Tuti rahmawati SGz MSi, Sekretaris Prodi, Dewi pertiwi SGz M Gizi dan Indah Kurniawati STP MSc.

Acara serah terima dilakukan Wakil ketua I, Cemy Nur Fitria SKep Ns M Kep kepada Kasubag TU Balai Litbang GAKI Magelang, Tri Sudarningsih SE MPH.

Waket I, Cemy Nur Fitria menyampaikan, bahwa kunjungan ilmiah ini akan memberikan banyak manfaat bagi mahasiswa.

Selain itu mendapatkan kuliah pakar berkaitan dengan akibat kekurangan yodium bagi janin, remaja, dewasa yang akan berakibat kretin, tuli, dan IQ rendah.

kunjungan ilmiah stikes pku 2
Mahasiswa Prodi S1 Ilmu Gizi STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta Lakukan Kunjungan Ilmiah ke Kemenkes Balai Litbang GAKI Magelang, Jumat (18/11/2016).

“Juga memberikan bekal secara nyata kepada mahasiswa upaya promotif dan preventif,” katanya dalam keterangan tertulis kepada TribunSolo.com, Jumat (18/11/2016).

“Supaya dapat dicegah terjadinya GAKI serta bagaimana penanganannya ketika ditemukan kasus GAKI supaya tdk terjadi komplikasi dalam jangka panjang,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini mahasiswa melakukan kunjungan langsung ke laborat biokinia dan biologi molekuler dan diskusi dengan penata laboratorium yang berkaitan dengan deteksi GAKI.

Tahap terakhir kunjungan di klinik GAKI sebagai tempat pelayanan deteksi dini GAKI dan terapi awal serta lanjutan bagi penderita.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Mahasiswa STIKES PKU Muhammadiyah Solo Kunjungi Kemenkes Balai Litbang GAKI Magelang, http://solo.tribunnews.com/2016/11/18/mahasiswa-stikes-pku-muhammadiyah-solo-kunjungi-kemenkes-balai-litbang-gaki-magelang.
Penulis: Labibzamani
Editor: Hanang Yuwono

5 Institusi Kesehatan Bergabung dalam Dewan Pengurus Komisariat PPNI STIKES PKU Muhammadiyah

by admin Comments: 0

Pengurus baru DPK PPNI STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta saat dilantik di Auditorium STIKES PKU Muhamamdiyah Surakarta, Selasa (15/11/2016).

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Dewan Pengurus Komisariat (DPK) PPNI STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta Periode 2016-2020 berasal dari gabungan lima institusi kesehatan di Solo.

Kelima institusi itu antara lain, Akper Patria Husada, Akper Insan Husada, Akper Mambaul Ulum, Usahid Surakarta dan PMI Cabang Solo.

“Harapan kami kedepan nanti amanah organisasi bisa terlaksana, khususnya mutu dan daya saing SDM (Sumber Daya Manusia) keperawatan yang kompeten,” kata Suminanto kepada TribunSolo.com, Selasa (15/11/2016).

Suminato menambahkan, DPK PPNI yang baru bisa bersinergi dengan DPD PPNI dalam memajukan fasilitas pelayanan kesehatan di Solo.

Disamping itu pengurus baru DPK PPNI dapat melakukan penguatan sistem kredensial keperawatan.

“Melalui sertifikasi keahlian, regestrasi, lisensi, pengembangan penelitian berbasis penguatan Evidence Based Practice (EBP) untuk meningkatkan kualitas keperawatan berbasis dan keselamatan pasien,” jelasnya.

Pengembangan model asuhan keperawaran khususnya pengembangan kualitas praktik mandiri, lanjutnya, home visit dan home care akan dikembangkan dan bisa dijamin dengan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan.

Ada sekitar 40 orang yang dilantikan menjadi pengurus baru DPK PPNI STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta.

Mereka terdiri dari unsur ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara dan seksi-seksi sesuai bidangnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul 5 Institusi Kesehatan Bergabung dalam Dewan Pengurus Komisariat PPNI STIKES PKU Muhammadiyah, http://solo.tribunnews.com/2016/11/15/5-institusi-kesehatan-bergabung-dalam-dewan-pengurus-komisariat-ppni-stikes-pku-muhammadiyah.
Penulis: Labibzamani
Editor: Hanang Yuwono

Pemberian Sertifikat Imunisasi Dasar untuk Ribuan Anak di Solo Cetak Rekor MURI

by admin Comments: 0

Ketua HKN, Weni Hastuti, saat menerima penghargaan Rekor MURI di Solo Paragon Mal, Rabu (9/11/2016) malam.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Pemberian sertifikat imunisasi dasar lengkap kepada anak di Solo berhasil mencetak museum rekor Indonesia (MURI), Rabu (9/11/2016) malam.

Pemberian sertifikat tersebut merupakan rangkaian peringatan ke-52 Hari Kesehatan Nasional berlangsung di Solo Paragon Mal Solo.

Target pemecahan MURI semula 1.700 anak di Solo.

Tetapi pada saat penghitungan pemberian sertifikat bersama perwakilan MURI, Manager Eksekutif, Sri Widayati pada pukul 21.00 WIB mencapai 2.500 anak.

“Alhamdulillah, tadi malam mempersembahkan piagam Rekor MURI untuk Solo dan DKK (Dinas Kesehatan Kota),” kata Ketua HKN, Weni Hastuti kepada TribunSolo.com, Kamis (10/11/2016).

Perempuan yang juga sebagai Ketua STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta ini berharap, keberhasilan meraih penghargaan MURI bisa bermanfaat untuk bersama.

“Semoga ini (penghargaan) memberikan semangat untuk SoloDKK dan seluruh insan kesehatan,” katanya.

Selain pemecahan Rekor MURI, rangkaian peringatan ke-52 HKN yang telah dilaksanakan antara lain, pemilihan putra putri sehat Solo 2016, workshop untuk siswa SMA se-Solo atau kampanye Narkolema (Narkoba Lewat Mata) dan Expo Hidup Bersih dan Sehat.

Kemudian lomba debat Bahasa Inggris dan performance “Akustik STIKES PKU Muhammadiyah“, workshop kesehatan dan gender, dan tolkshow PHBS for the Global Goals.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Pemberian Sertifikat Imunisasi Dasar untuk Ribuan Anak di Solo Cetak Rekor MURI, http://solo.tribunnews.com/2016/11/10/pemberian-sertifikat-imunisasi-dasar-untuk-ribuan-anak-di-solo-cetak-rekor-muri.
Penulis: Labibzamani
Editor: Hanang Yuwono

INFO SPMB
Profesional Islam