info@stikespku.ac.id | (0271) 734955
| Login

Serap Aspirasi dari Mahasiswa, BEM STIKES PKU Muhammadiyah Solo Gelar Serasehan.

by admin Comments: 0

Mahasiswa STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta saat mengikuti sarasehan yang digelar oleh BEM STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta di Gedung Rektorat STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Senin (27/3/2017).

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Badan Eksekutif Mahasiswa STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta mengadakan sarasehan di Gedung Rektorat STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta.

Serasehan yang diadakan pada Senin (27/3/2017) tersebut diikuti oleh seluruh civitas akademika STIKES PKU Muhammadiyah meliputi mahasiswa S-1 Gizi, D-III Keperawatan dan D-III Kebidanan.

Sarasehan ini merupakan serangkaian kegiatan BEM untuk menyerap aspirasi dari berbagai organisasi yang ada di kampus, diantaranya Himaper, Himabid, Himagiz serta menyerap aspirasi dari organisasi Korps Sukarela (KSR) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Adapun hasilnya disampaikan kepada pimpinan maupun civitas STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta.

Wakil Ketua BEM STIKES PKU Muhammadiyah, Toni Irawan, mengatakan, serasehanmengambil tema “Santun dalam Beraspirasi untuk Mencapai Satu Visi – Misi dan Tujuan”.

“Sarasehan ini adalah salah satu wadah untuk menyampaikan aspirasi kepada pimpinan dan civitas STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta untuk memberikan saran dan kritik demi kemajuan dan memperlancar kegiatan belajar dan mengajar menjadi lebih baik dan memberikan hasil yang maksimal,” katanya kepada TribunSolo.com, Jumat (31/3/2017).

Sarasehan dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB.

Sarasehan dihadiri Ketua STIKES PKU MuhammadiyahWeni Hastuti, beserta jajaran pimpinan lainnya.

Ketua STIKES PKU MuhammadiyahWeni Hastuti, mengatakan, bahwa mahasiswa mempunyai posisi sebagai penyeimbang dan kontroling bagi pengelola STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta.

“Tumbuhkanlah rasa memiliki rasa mencintai terhadap STIKES PKU Muhammadiyah maka dengan begitu akan menimbulkan sinergi yang positif antara pimpinan, civitas dan mahasiswa itu sendiri,” pungkasnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Serap Aspirasi dari Mahasiswa, BEM STIKES PKU Muhammadiyah Solo Gelar Serasehan, http://solo.tribunnews.com/2017/03/31/serap-aspirasi-dari-mahasiswa-bem-stikes-pku-muhammadiyah-solo-gelar-serasehan.
Penulis: Labibzamani
Editor: Hanang Yuwono

Ketua STIKES PKU Muhammadiyah Solo Jadikan S-1 Gizi Prodi Unggulan

by admin Comments: 0

Kampus STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta di Kadipiro, Banjarsari, Solo, difoto Selasa (21/3/2017).

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Ketua STIKES PKU Muhammadiyah SurakartaWeni Hastuti, ingin menjadikan Prodi S-1 Gizi sebagai unggulan di STIKES PKU Muhammadiyah.

“Prodi S-1 Gizi ini langka karena dari beberapa perguruan tinggi di Solo hanya di STIKES PKU Muhammadiyah yang ada,” kata Weni, kepada TribunSolo.com, Selasa (21/3/2017), di Solo.

Sehingga, pihaknya mendesain Prodi S-1 Gizi menjadi prodi unggulan di STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta.

Weni mengatakan, pengembangan keilmuan gizi dan pemanfaatan ilmu gizi di masyarakat sangat luas.

Sehingga melalui penelitian, pengabdian kepada masyarakat gizi mengambil peran promotif dan preventif dari program pembangunan kesehatan di Indonesia.

“Selama ini kita dilibatkan dalam institusi pemerintah, swasta maupun masyarakat untuk membantu program mereka,” katanya.

Tidak hanya itu, kata Weni, pihaknya juga akan membuat kreasi dan inovasi dalam penyajian makanan gizi kuliner.

Pihaknya saat ini tengah menyiapkan untuk proses akreditasi LAM-PTKes Prodi S-1 Gizi.

Adapun LAM-PTKes adalah lembaga akreditasi mandiri yang bukan milik pemerintah.

LAM-PTKes terdiri atas Organisasi Profesi dan Asosiasi Institusi Pendidikan dari tujuh bidang ilmu kesehatan, yakni Kedokteran, Kedokteran Gizi, Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat, Farmasi dan Gizi.

“Kita sedang mempersiapkan S1 Gizi untuk akreditasi LAM-PTKes,” katanya.

Adapun salah satu syarat untuk mendukung proses akreditasi ini, kata Weni, Prodi S1 Gizi STIKES PKU Muhammadiyah harus bergabung menjadi anggota Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Gizi Indonesia atau AIPGI.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Ketua STIKES PKU Muhammadiyah Solo Jadikan S-1 Gizi Prodi Unggulan, http://solo.tribunnews.com/2017/03/21/ketua-stikes-pku-muhammadiyah-solo-jadikan-s-1-gizi-prodi-unggulan.
Penulis: Labibzamani
Editor: Junianto Setyadi

Perawat Wajib Lulus Uji Kompetensi untuk Dapatkan STR

by admin Comments: 0

Foto ilustrasi. (JIBI/Harian Jogja/Reuters)

 

Solopos.com, SOLO – Perawat lulusan perguruan tinggi kesehatan wajib mengikuti uji kompetensi reteker untuk bisa mendapatkan surat tanda registrasi (STR).

Menurut Ketua Program Studi (Kaprodi) Diploma III (D-III) Keperawatan Stikes PKU Muhammadiyah Solo, Yuli Widiastuti, STR sebagai indikator atau bukti bahwa tenaga kesehatan atau perawat tersebut sudah benar-benar kompeten dan siap menjadi perawat.

Yuli menginformasikan, Jumat-Sabtu (17-18/3/2017), telah diselenggarakan Ujian Kompetensi Reteker di Stikes PKU Muhammadiyah Solo, yang diikuti 111 peserta dari delapan perguruan tinggi kesehatan di Soloraya. Yuli menjelaskan, ujian kompetensi reteker diselenggarakan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) secara serentak di Indonesia.

“Peserta ujian kompetensi ini rata-rata sudah lulus dan bekerja di instansi kesehatan di berbagai daerah di Soloraya, bahkan ada yang dari luar Soloraya,” ujar Yuli yang juga selaku Penanggung Jawab Lokasi (PJL) Ujian Kompetensi (Ujikom) Reteker Stikes PKU Muhammadiyah Solo itu.

Sebanyak 111 peserta dari delapan institusi di Solo tersebut berasal dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Stikes Aisyiyah Solo, Stikes Muhammadiyah Klaten, Stikes PKU Muhammadiyah Solo, Akper Panti Kosala, Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia, Stikes Kusuma Husada Solo, dan Akper Giri Satria Husada,

“Para peserta ini mereka sudah alumni dan sudah bekerja tapi belum lulus saat mengikuti ujikom sebelumnya,” terangnya.

Yuli mengatakan masing-masing instansi untuk peserta yang mengikuti ujian kompetensi reteker berbeda. Peserta dari UMS ada enam orang, Stikes Aisyiyah Solo ada delapan orang, Stikes Muhammadiyah Klaten ada 16 orang, dan Stikes PKU Muhammadiyah Solo 25 orang.

Lalu Akademk Keperawatan (Akper) Panti Kosala ada dua orang, Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Bhakti Mulia ada delapan orang, STIKES Kusuma Husada Solo ada 29 orang dan Akper Giri Satria Husada ada 11 orang.

“Harapannya mereka itu bisa lulus semua dan bisa mendapatkan STR bagi perawat,” ungkap dia.

Sumber:  www.solopos.com

STIKES PKU Muhammadiyah Solo Siap Memproses Akreditasi LAM-PTKes Prodi S-1 Gizi

by admin Comments: 0

Ketua STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Weni Hastuti, difoto Senin (20/3/2017).
Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul STIKES PKU Muhammadiyah Solo Siap Memproses Akreditasi LAM-PTKes Prodi S-1 Gizi,

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta menyiapkan diri untuk menjalani proses akreditasi LAM-PTKes Prodi S-1 Gizi.

Adapun  LAM-PTKes adalah lembaga akreditasi mandiri yang bukan milik pemerintah.

LAM-PTKes terdiri atas Organisasi Profesi dan Asosiasi Institusi Pendidikan dari tujuh bidang ilmu kesehatan.

Rinciannya yakni Kedokteran, Kedokteran Gizi, Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat, Farmasi dan Gizi.

“Kita sedang mempersiapkan S-1 Gizi untuk akreditasi LAM-PTKes,” kata Ketua STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Weni Hastuti, kepada TribunSolo.com, Senin (20/3/2017).

Adapun salah satu syarat untuk mendukung proses akreditasi ini, kata Weni, Prodi S1 Gizi STIKES PKU Muhammadiyah harus bergabung menjadi anggota AIPGI

AIPGI merupakan wadah dan organisasi profesi gizi di Indonesia guna mendapatkan pembinaan terkait pengembangan kurikulum, sistem pembelajaran, penyiapan lulusan yang berkualitas dan berkompeten sesuai capaian pembelajaran yang ditetapkan bersama.

“Untuk bisa menjadi anggota AIPGI kita harus melalui pembinaan AIPGI,” katanya.

Pembinaan ini sudah dilakukan Prodi S1 Gizi STIKES PKU Muhammadiyah pada Sabtu (18/3/2017).

“Dengan bergabungnya menjadi anggota AIPGI ini bisa menunjang dan mendongkrak nilai akreditasi untuk S1 Gizi,” ujarnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul STIKES PKU Muhammadiyah Solo Siap Memproses Akreditasi LAM-PTKes Prodi S-1 Gizi, http://solo.tribunnews.com/2017/03/20/stikes-pku-muhammadiyah-solo-siap-memproses-akreditasi-lam-ptkes-prodi-s-1-gizi.
Penulis: Labibzamani
Editor: Junianto Setyadi

AIPGI Beri Pembinaan Program Studi Gizi STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta

by admin Comments: 0

Pembinaan Prodi S1 Gizi oleh Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Gizi Indonesia (AIPGI) di STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Sabtu (18/3/2017).

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Gizi Indonesia (AIPGI) memberikan pembinaan terhadap Program Studi (Prodi) S-1 Gizi di STIKES PKU Muhammadiyah Solo.

Pembinaan ini dilakukan oleh Ketua Umum AIPGI, Hardiansyah, Sabtu (18/3/2017).

Menurut Kaprodi S1 Gizi STIKES PKU Muhammadiyah, Tuti Rahmawati, pembinaan ini untuk demi kemajuan Prodi S1 Gizi STIKES PKU Muhammadiyah.

“Pembinaan ini juga untuk menyiapkan persiapan reakreditasi Prodi S1 Gizi,” ujar Tuti saat ditemui TribunSolo.com, Sabtu (18/3/2017), di kantornya.

Adapun pembinaan tersebut diikuti para pejabat di lingkungan STIKES PKU Muhammadiyah.

Ketua STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Weni Hastuti, mengatakan, pembinaan ini dalam untuk persiapan akreditasi LAM-PTKes.

LAM-PTKes adalah lembaga akreditasi mandiri yang bukan milik pemerintah.

LAM-PTKes terdiri atas Organisasi Profesi dan Asosiasi Institusi Pendidikan dari tujuh bidang ilmu kesehatan, yakni Kedokteran, Kedokteran Gizi, Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat, Farmasi dan Gizi.

“Untuk mencapai tujuan menjadi program studi unggulan dalam pendidikan dan pengembangan ilmu gizi maka kami perlu untuk bergabung dengan AIPGI sebagai wadah dan organisasi profesi gizi di Indonesia,” kata Weni.

Selain itu juga untuk mendapatkan pembinaan terkait pengembangan kurikulum, sistem pembelajaran, penyiapan lulusan yang berkualitas.

Juga, berkompeten sesuai capaian pembelajaran yang ditetapkan bersama. (*)

Sumber: Tribunsolo.com

Peggy Melati Sukma dan STIKES PKU Muhammadiyah Solo Ajak Remaja Kembali ke Cinta Allah SWT

by admin Comments: 0

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta mengadakan talkshow dengan narasumber Peggy Melati Sukma, artis multitalenta sekaligus penyanyi.

Kegiatan ini digelar di Gedung Auditorium Rektorat STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Selasa (14/2/2017).

Talkshow dihadiri 600 remaja dari kalangan mahasiswa-mahasiswi maupun siswa-siswi SMA/SMK/MA dari sejumlah sekolah di Solo.

Menurut pihak panitia, tujuan menghadirkan Peggy Melati Sukma untuk meluruskan kembali pemahaman arti cinta dan kasih sayang yang mungkin dari perspektif remaja masa kini sudah mulai melenceng dari cinta yang sebenarnya sesuai  ajaran agama Islam.

Juga untuk memberi pemahaman bahwa di dalam ajaran agama Islam tidak ada yang namanya Hari Valentine.

“Cinta datang dari Allah SWT, tapi hati-hati dengan cinta karena yang mengelola cinta itu setan,” kata Peggy pada talkshow bertema ‘Inspiring Love for Moslem Teens’ itu, dalam keterangan tertulis yang diterima TribunSolo.com dari Humas STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Jumat (17/2/2017).

Menurut Peggy, menyikapi cinta harus menggunakan cara-cara yang diatur dalam Alquran dan hadits.

Dia mengatakan, pergaulan bebas bukan cinta tetapi cinta yang dikelola setan, karena aturan dari Allah SWT sudah jelas.

“Ini memang sebuah tantangan,” kata peggy menegaskan.

Peggy mengatakan, masing-masing individu bisa memilih cara yang sesuai agama atau justru bertentangan.

Dia berharap remaja melakukan aktivitas yang di sukai Allah SWT.

“Belajar Islam yang banyak, berkumpul di majelis-majelis Islam, melakukan aktivitas yang di sukai Allah SWT, patuh pada aturan agama, berkreasi terus, berevolusi terus, tetap berpegangan kepada Allah SWT,” ujarnya.

Adapun dalam menggelar kegiatan ini STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta  bekerja sama dengan Lazismu Solo dan Bank Muammalat.

Sumber: Tribunsolo.com

Tentang Gizi dan Nutrisi

by admin Comments: 0

Nutrisi atau gizi adalah substansi organik yang dibutuhkan organisme untuk fungsi normal dari sistem tubuh, pertumbuhan, pemeliharaan kesehatan.

Penelitian di bidang nutrisi mempelajari hubungan antara makanan dan minuman terhadap kesehatan dan penyakit, khususnya dalam menentukan diet yang optimal. Pada masa lalu, penelitian mengenai nutrisi hanya terbatas pada pencegahan penyakit kurang gizi dan menentukan kebutuhan dasar (standar) nutrisi pada makhluk hidup. Angka kebutuhan nutrisi (zat gizi) dasar ini dikenal di dunia internasional dengan istilah Recommended Daily Allowance (RDA).

Seiring dengan perkembangan ilmiah di bidang medis dan biologi molekular, bukti-bukti medis menunjukkan bahwa RDA belum mencukupi untuk menjaga fungsi optimal tubuh dan mencegah atau membantu penanganan penyakit kronis. Bukti-bukti medis menunjukkan bahwa akar dari banyak penyakit kronis adalah stres oksidatif yang disebabkan oleh berlebihnya radikal bebas di dalam tubuh. Penggunaan nutrisi dalam level yang optimal, dikenal dengan Optimal Daily Allowance (ODA), terbukti dapat mencegah dan menangani stres oksidatif sehingga membantu pencegahan penyakit kronis. Level optimal ini dapat dicapai bila jumlah dan komposisi nutrisi yang digunakan tepat. Dalam penanganan penyakit, penggunaan nutrisi sebagai pengobatan komplementer dapat membantu efektifitas dari pengobatan dan pada saat yang bersamaan mengatasi efek samping dari pengobatan. Karena itu, nutrisi / gizi sangat erat kaitannya dengan kesehatan yang optimal dan peningkatan kualitas hidup. Hasil ukur bisa dilakukan dengan metode antropometri.

Sedangkan ilmu gizi adalah ilmu yang mempelajari tentang hubungan makanan dan minuman terhadap kesehatan tubuh manusia agar tidak mengalami penyakit gangguan gizi, di mana gangguan gizi sendiri adalah sebuah penyakit yang diakibatkan oleh kurangnya zat-zat vitamin tertentu sehingga mengakibatkan tubuh kita mengalami gangguan gizi.

Penyakit gangguan gizi yang pertama kali ditemukan adalah scorbut pada tahun 1497 atau lebih populer kita kenal dengan penyakit sariawan. Pada waktu itu Vasco da Gama dalam pelayarannya menuju Indonesia telah kehilangan lebih dari separuh anak buahnya yang meninggal akibat penyakit ini.[butuh rujukan] Baru pada permulaan abad XX para ahli kedokteran dapat memastikan bahawa penyakit ini diakibatkan karena kekurangan vitamin C.

Pada saat ini kebanyakan penduduk Indonesia mengalami kelebihan nutrisi dan bukannya kekurangan nutrisi. Pada tahun 2007 angka kematian akibat penyakit non-infeksimencapai 59,5 persen atau jelas sudah melebihi angka kematian akibat penyakit infeksi. Pada tahun 2015, Kementerian Kesehatan meluncurkan program “G4 G1 L5” atau maksimum 4 sendok makan gula (50 gram), 1 sendok teh garam (5 gram) dan 5 sendok makan minyak (67 gram).[1]

Ilmu gizi

Ilmu Gizi (Nutrience Science) adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang makanan dalam hubungannya dengan kesehatan optimal / tubuh. Sayangnya makanan sekarang bisa dibilang hampir sedikit sekali gizi yang dikandungnya. Contohnya: banyak sekali penggunaan bahan kimia seperti pestisida pada sayur – sayuran biarpun proses penanamannya organik tetapi tidak luput dari yang namanya pestisida, sedangkan untuk buah – buahan sekarang serba import, buah yang diimport membutuhkan kurang lebih 1 bulan dalam proses distribusinya itu menyebabkan kandungan gizi dalam buah – buahan juga berkurang.

4 Sehat 5 Sempurna

 Slogan 4 Sehat 5 Sempurna dicetuskan oleh Prof. Poorwo Soedarmo yang dikenal sebagai bapak gizi Indonesia pada tahun 1950. Slogan ini mengacu ke slogan “Basic Four” dari Amerika. “Basic Four” ini diciptakan tahun 1940-an bertujuan mencegah pola makan orang Amerika yang cenderung banyak lemak, tinggi gula, dan kurang serat.

Komposisi 4 sehat 5 sempurna adalah sebagai berikut:

  1. Makanan Pokok yaitu makanan yang menjadi sumber energi dalam tubuh. Dalam hal ini yang termasuk makanan sumber energi adalah makanan yang kaya akan karbohidrat seperti nasijagunggandumkentangoat, serta umbi-umbian.
  2. Lauk Pauk adalah makanan utama pendamping makanan pokok. Lauk pauk berfungsi sebagai sumber zat pembangun untuk tubuh. Makanan lauk pauk banyak yang mengandung protein misalnya seperti telurdagingikantahu dan tempe.
  3. Sayur-Sayuran yang baik untuk kesehatan tubuh adalah sayuran yang berwarna hijau karena sayuran ini mengandung banyak vitaminserat, dan protein nabati yang sangat berguna bagi kesehatan, seperti bayamtomatterong, dan lainnya.
  4. Buah-Buahan kaya akan vitamin yang berperan untuk kesegaran dan kesehatan tubuh. Selain itu buah-buahan juga mengandung mineral dan serat yang baik untuk kesehatan pencernaan.
  5. Susu dalam rumusan makanan 4 sehat 5 sempurna ini, susu merupakan makanan pelengkap, dalam artian susu tidak wajib ada, namun akan lebih baik jika dapat melengkapi dengan susu.

Gizi Seimbang

Pada konferensi pangan sedunia yang diadakan oleh FAO tahun 1992 di Roma dan Genewa, antara lain ditetapkan agar semua negara berkembang yang semula menggunakan slogan sejenis “Basic Four” memperbaiki menjadi “Nutrition Guide for Balance Diet“. Keputusan FAO tersebut diterapkan di Indonesia dalam kebijakan Repelita V tahun 1995sebagai Pedoman Gizi Seimbang dan menjadi bagian dari program perbaikan gizi. Namun, Pedoman Gizi Seimbang kurang disosialisasikan sehingga terjadi pemahaman yang salah dan masyarakat cenderung tetap menggunakan 4 sehat 5 sempurna. Baru pada tahun 2009 secara resmi Pedoman Gizi Seimbang diterima masyarakat, sesuai dengan Undang-Undang Kesehatan No 36 tahun 2009 yang menyebutkan secara eksplisit “Gizi Seimbang” dalam program perbaikan gizi.

Gizi seimbang adalah susunan makanan sehari–hari yang mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memerhatikan prinsip keanekaragaman atau variasi makanan, aktivitas fisik, kebersihan, dan berat badan ideal[2].

Di Amerika Serikat dan beberapa negara lain, prinsip Gizi Seimbang divisualisasi berupa “piramida” Gizi Seimbang. Tidak semua negara menggunakan piramida, tetapi disesuaikan dengan budaya dan pola makan setempat. Misalnya, di Thailand dalam bentuk piramida terbalik sebagai “bendera”, dan di China sebagai “pagoda” dengan tumpukan rantang. Para pakar gizi yang bergabung dalam Yayasan Institut Danone Indonesia (DII) bersama para penulis dari Tabloid nakita (Kompas-Gramedia), mengadaptasi piramida sesuai dengan budaya Indonesia, dalam bentuk tumpeng dengan nampannya yang untuk selanjutnya akan disebut sebagai “Tumpeng Gizi Seimbang” . Tumpeng Gizi Seimbang dirancang untuk membantu setiap orang memilih makanan dengan jenis dan jumlah yang tepat, sesuai dengan berbagai kebutuhan menurut usia (bayibalitaremajadewasa dan usia lanjut), dan sesuai keadaan kesehatan (hamilmenyusuiaktivitas fisiksakit).

Tumpeng Gizi Seimbang meragakan 4 prinsip Gizi Seimbang:

  • Aneka ragam makanan sesuai kebutuhan
  • Kebersihan
  • Aktivitas fisik
  • Memantau berat badan ideal.

Tumpeng Gizi Seimbang terdiri atas beberapa potongan tumpeng:

  • Satu potongan besar
  • Dua potongan sedang
  • Dua potongan kecil
  • Satu potongan terkecil di puncak.

Tumpeng Gizi Seimbang

Luas potongan Tumpeng Gizi Seimbang menunjukkan porsi makanan yang harus dikonsumsi setiap orang per hari. Tumpeng Gizi Seimbangyang terdiri atas potongan-potongan itu dialasi oleh air putih. Artinya, air putih merupakan bagian terbesar dan zat gizi esensial bagi kehidupan untuk hidup sehat dan aktif[3].

Dalam sehari, kebutuhan air putih untuk tubuh minimal 2 liter[butuh rujukan] (8 gelas). Setelah itu, di atasnya terdapat potongan besar yang merupakan golongan makanan pokok (sumber karbohidrat). Golongan ini dianjurkan dikonsumsi 3—8 porsi. Kemudian di atasnya lagi terdapat golongan sayur dan buah sebagai sumber vitamin dan mineral. Keduanya dalam potongan yang berbeda luasnya untuk menekankan pentingnya peran dan porsi setiap golongan. Ukuran potongan sayur dalam Pedoman Gizi Seimbang sengaja dibuat lebih besar dari buah yang terletak di sebelahnya. Dengan begitu, jumlah sayur yang harus dimakan setiap hari sedikit lebih besar (3-5 porsi) daripada buah (2—3 porsi). Selanjutnya, di lapisan ketiga dari bawah ada golongan protein, seperti daging, telur, ikan, susu dan produk susu (yogurtmentegakeju, dan lain-lain) di potongan kanan, sedangkan di potongan kiri ada kacang-kacangan serta hasil olahan seperti tahu, tempe, dan oncom.

Terakhir dan menempati puncak Tumpeng Gizi Seimbang makanan dalam potongan yang sangat kecil adalah minyakgula, dan garam, yang dianjurkan dikonsumsi seperlunya. Pada bagian bawah tumpeng terdapat prinsip Gizi Seimbang lain, yaitu pola hidup aktif dengan berolahraga, menjaga kebersihan dan pantau berat badan. Karena prinsip gizi seimbang didasarkan pada kebutuhan zat gizi yang berbeda menurut kelompok umur, status kesehatan, dan jenis aktivitas, maka satu macam Tumpeng Gizi Seimbang tidak cukup. Diperlukan beberapa macam Tumpeng Gizi Seimbang untuk ibu hamil dan menyusui, bayi dan balita, remaja, dewasa, dan usia lanjut.

Perbedaan 4 sehat 5 sempurna dengan Gizi Seimbang

Beberapa hal yang membedakan konsep 4 sehat 5 sempurna dengan konsep Gizi Seimbang yakni:

Pertama
  • Susunan makanan yang terdiri atas 4 kelompok ini, belum tentu sehat, bergantung apakah porsi dan jenis zat gizinya sesuai dengan kebutuhan. Contoh, jika pola makan kita sebagian besar porsinya terdiri atas sumber karbohidrat (nasi), sedikit sumber protein, sedikit sayur dan buah sebagai sumber vitamin, maka pola makan tersebut tidak dapat dianggap sehat. Sebaliknya, jika pola makan kita terlalu banyak sumber lemak dan protein seperti hidangan yang banyak daging dan minyak atau lemak, tetapi sedikit sayur dan buah, maka pola makan itu tak dapat dianggap sehat.
  • Selain jenis makanan, pola makan berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang menekankan pula proporsi yang berbeda untuk setiap kelompok yang disesuaikan atau diseimbangkan dengan kebutuhan tubuh. Pedoman Gizi Seimbang pun memperhatikan aspek kebersihan makanan, aktivitas fisik, dan kaitannya dengan pola hidup sehat lain.
Kedua
  • Susu bukan “makanan sempurna” seperti anggapan umum selama ini. Dengan anggapan itu banyak orang, termasuk kalangan pemerintah, menganggap susu merupakan “jawaban” atas masalah gizi[4]. Sebenarnya, susu adalah sumber protein hewani yang juga terdapat pada telur, ikan dan daging.
  • Oleh karena itu di dalam Pedoman Gizi Seimbang, susu ditempatkan dalam satu kelompok dengan sumber protein hewani lain. Dari segi kualitas protein, telur dalam ilmu gizi dikenal lebih baik dari susu karena daya cerna protein telur lebih tinqggi daripada susu.
Ketiga
  • Slogan 4 sehat 5 sempurna dianggap tak lagi sesuai dengan perkembangan iptek gizi, seperti halnya slogan “Basic Four” di Amerika yang merupakan acuan awal 4 sehat 5 sempurna pada masa itu, namun, setelah dievaluasi tahun 1970-an, ternyata slogan tersebut tidak memperbaiki pola makan penduduk Amerika, yang disertai dengan meningkatnya penyakit degeneratif terkait gizi. Sejak itu, slogan “Basic Four” diperbarui dan disempurnakan menjadi “Nutrition Guide for Balance Diet” dengan visual piramida.
  • Di Indonesia “Nutrition Guide for Balance Diet” diterjemahkan menjadi Pedoman Gizi Seimbang yang juga menggunakan visual piramida. Berbeda dengan Nutrition Guide AS yang berlaku untuk usia di atas 2 tahun, di Indonesia Pedoman Gizi Seimbang berlaku sejak bayi dengan memasukkan ASI eksklusif sebagai Gizi Seimbang.

Sumber : Wikipedia

STIKES PKU Muhammadiyah Solo Beri Pelatihan Edukator Bagi Pemberi Asuhan Pasien

by admin Comments: 0

STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta saat memberikan In House Training Edukator bagi para pemberi asuhan di RS Muhammadiyah Selogiri, Rabu (22/2/2017).

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Rumah Sakit Muhammadiyah Selogiri bekerja sama dengan STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta menggelar In House Training Edukator bagi para pemberi asuhan, Rabu (22/2/2017).

Pelatihan yang diselenggarakan di Rumah Sakit Muhammadiyah Selogiri diikuti oleh berbagai macam profesi pemberi asuhan kepada pasien meliputi dokter, perawat, bidan, ahli gizi, apoteker, laboran, dan fisioterapis.

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul STIKES PKU Muhammadiyah Solo Beri Pelatihan Edukator Bagi Pemberi Asuhan Pasien, http://solo.tribunnews.com/2017/02/24/stikes-pku-muhammadiyah-solo-beri-pelatihan-edukator-bagi-pemberi-asuhan-pasien.
Penulis: Labibzamani
Editor: Daryono

PELATIHAN PEMBERIAN MAKANAN BAYI DAN BALITA DI DESA SENTING, SAMBI, BOYOLALI

by admin Comments: 0

SOLO – STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta mengadakan terhadap pelatihan kader posyandu balita tentang PMBA (Pemberian Makanan Bayi dan Balita) di Desa Senting, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Jum’at, 20 Januari 2016 yang diikuti 125 ibu-ibu kader posyandu setempat dan masyarakat umum.

Disampaikan Sri mintarsih SKep Ns MKes, selaku Wakil Ketua Bidang III STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai kewajiban dosen yang harus dipenuhi.

Pelatihan kepada kader posyandu balita tentang PMBA ini dilaksanakan oleh dosen-dosen STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, dari Prodi D3 Keperawatan, D3 Kebidanandan S1 Gizi. Ini juga merupakan wujud nyata pengabdian yang dilaksanakan secara terjadwal, terstruktur dan dilaksanakan secara rutin di beberapa daerah binaan kami.

“Kegiatan ini terselenggara dalam rangka rangkaian kegiatan Diklat Darul Arqam Dasar (DAD) IMM cabang Surakarta, bagian kemahasiswaan dan LPPM STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta,” ujar Sri Mintarsih.

Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk mentransformasi ilmu tentang pemberian makanan bayi dan balita (PMBA), dimana STIKES PKU Muhammadiyah pernah mendapatkan pelatihan tentang PMBA ini sebagai trainer kerjasama UNICEF – MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta.

Pelatihan yang mencakup kompetensi 3 domain, aspek pengetahuan (kognitif), sikap (attitude), dan ketrampilan (skill), ini diharapkan para kader posyandu balita dan ibu-ibu balita di desa Senting Kecamatan Sambi Kabupaten Boyolali ini juga meningkat dalam pemahaman dan aplikasi PMBA dalam kehidupan sehari-hari.

Sehingga tujuan jangka panjang untuk mewujudkan generasi anak bangsa yang sehat, baik jasmani, rokhani dan sosial dapat benar-benar terwujud tatkala kelak mereka sudah dewasa nanti.

Sumber : http://ratnaandri76.blogspot.co.id/

Mahasiswa STIKES PKU Implementasikan Program Gizi

by admin Comments: 0

Solo – Sebanyak 24 mahasiswa semester VII Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) PKU Muhammadiyah Surakarta mengimplementasikan program gizi di desa Mranggen, Kecamatan Polokarto Sukoharjo. Kegiatan implementasi gizi ini merupakan rangkaian praktek komunitas yang berlangsung dari 19 Desember 2016 sampai 21 Januari 2017.

“Kegiatan implementasi Gizi ini, kami selenggarakan dengan beraneka kegiatan diantaranya senam sehat, pemeriksaan kesehatn ini, Konseling gizi gratis, penyuluhan dan pelatihan kader posyandu yang diikuti oleh ratusan warga setempat,” jelas Kabag Humas STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Dewi Marfuah, Gz dalam keterangan persnya, Kamis (19/1).

Dewi mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga untuk cek dan menjaga kesehatan serta memperhatikan pola makanan yang bergizi untuk menunjang kesehatan.

Sejauh ini, lanjut Dewi, melalui mahasiswa Gizi dalam praktek komunitas telah membuat banyak program dalam meningkatkan status gizi terhadap masyarakat setempat, khususnya gizi kepada tumbuh kembang anak.

Sumber: Timlo.Net

INFO SPMB
Profesional Islam