info@stikespku.ac.id | (0271) 734955
| Login

Selamat Hari Gizi Nasional!

by admin Comments: 0

 

Hari ini, tanggal 25 Januari diperingati sebagai Hari Gizi Nasional. Pertama kali diperingati pada sekitar pertengahan tahun 1960 oleh Lembaga Makanan Rakyat (LMR) yang diketuai oleh Prof. Poerwo Soedarmo yang disebut sebagai Bapak Gizi Indonesia. Awalnya, kegiatan tersebut untuk memperingati dimulainya pengkaderan tenaga gizi di Indonesia serta berdirinya Sekolah Juru Penerang Makanan pada tanggal 25 Januari 1951. Kemudian kegiatan tersebut kembali dilanjutkan oleh Direktorat Gizi Indonesia pada tahun 1970-an sampai sekarang.

Makna dari peringatan Hari Gizi Nasional yang dilakukan setiap tahunnya adalah untuk mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia betapa pentingnya mencukupi kebutuhan gizi untuk menunjang pertumbuhan tubuh dan kesehatan kita sebagai manusia.

Pentingnya Gizi bahkan tertuang dalam Undang-Undang Nomor 36 pasal 141 dan 142 tahun 2009 Tentang Kesehatan. Berisi mengenai upaya untuk melakukan perbaikan atau peningkatan mutu gizi perseorangan dan masyarakat pada seluruh siklus kehidupan sejak dalam kandungan sampai dengan lanjut usia.

Jika dulu kita mengenal istilah “4 Sehat 5 Sempurna”, kini slogan tersebut telah disempurnakan menjadi Pedoman Gizi Seimbang (PGS), mengacu pada “Nutrition Guide for Balanced Diet” yang merupakan hasil kesepakatan Konferensi Pangan Sedunia yang dilakukan pada tahun 1992. Beberapa poin yang harus diperhatikan agar kebutuhan gizi bisa terpenuhi antara lain adalah: konsumsi makanan yang beragam, biasakan perilaku hidup bersih, olahraga atau lakukan aktivitas fisik dan tetap memantau berat badan agar sesuai Indeks Massa Tubuh (IMT).

Untuk memperingati Hari Gizi Nasional, Berikut rangkuman 5 artikel terpopuler kami mengenai gizi:

1. Enam Level Minuman Berdasarkan Kandungan Gizinya

Ternyata minuman juga bisa diklasifikasikan dan dikategorikan berdasarkan level serta kandungan gizinya. Artikel ini menjelaskan mengenai kategori minuman yang dibagi menjadi 6 level berdasarkan kalori yang terkandung, kontribusi terhadap masukan energi dan nutrisinya ke dalam tubuh, serta bukti efek positif dan negatif dari tubuh.

2. Asam Lemak dari Minyak Ikan Bermanfaat bagi Pencegahan Asma pada Anak

Di dalam artikel ini terdapat uraian mengenai penelitian yang telah dilakukan dan di publikasikan pada New England Journal of Medicinetentang manfaat konsumsi minyak ikan terhadap pencegahan asma pada anak-anak. Baca disini untuk mengetahui lebih lengkapnya.

3. Konsumsi Produk Bebas Gluten Dihubungkan dengan Peningkatan Risiko Diabetes Tipe II

Mengapa produk bebas gluten dikaitkan dengan Risiko Diabetes Tipe II? Baca artikel ini untuk mengetahui penelitian mengenai bagaimana orang yang mengkonsumsi produk bebas gluten bisa 13% lebih rendah mengalami risiko terkena diabetes.

4. Benarkah Diet Bebas Gluten Membuat Kadar Arsenik dan Merkuri dalam Tubuh Meningkat?

Apa benar konsumsi produk bebas gluten bisa membuat kadar arsenik dalam tubuh meningkat? Ayo baca artikel ini yang akan menjelaskan mengenai bagaimana orang yang menjalani diet bebas gluten memiliki risiko meningkatnya kadar arsenik dan merkuri di dalam tubuhnya.

5. Arsenik pada Beras. Haruskah Kita Khawatir?

Ternyata racun arsenik juga bisa ada pada beras melalui penyerapan tanah dan air, loh. Baca artikel ini untuk mengetahui penelitian yang dilakukan oleh Food and Agriculture Organization (FAO) dan Cornell Universitytentang bagaimana bisa racun arsenik terkandung dalam beras serta bagaimana cara mengurangi kandungan arsenik yang ada di dalam beras.

Jadi, itulah rangkuman 5 artikel menyangkut gizi yang paling banyak dibaca di website gakken-idn.id

Interprofessional education (IPE)

by admin Comments: 0

Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta 9 oktober 2017 menyelenggarakan Interprofessional education (IPE) yang diikuti 250 peserta dari tenaga pendidik maupun mahasiswa Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta di gedung rektorat.
Kegiatan Kuliah pakar dan Pelatihan bagi dosen dan mahasiswa dengan tema Interprofessional education (IPE) bagi profesi kesehatan adalah sebuah upaya institusi dalam meningkatkan pengetahuan dan persamaan persepsi selama proses pembelajaran yang diikuti oleh dua atau lebih profesi yang berbeda di STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta. Prodi tersebut meliputi Keperawatan, Kebidanan dan Gizi untuk meningkatkan kolaborasi dan kualitas pelayanan dan pelaksanaanya dapat dilakukan dalam pembelajaran semasa masih menempuh pendidikan maupun tahap pendidikan klinik untuk menciptakan tenaga kesehatan yang mampu mengelola pasien dan berkolaborasi sesuai dasar keilmuan masing masing. Cemy Nur Fitria, S.Kep, Ns, M. Kep sebagai wakil ketua I bidang akademik mempunyai tanggung jawab dalam mengelola dosen dan mahasiswa dalam proses pembelajaran sehingga kegiatan ini diadakan. IPE merupakan hal yang potensial sebagai media kolaborasi antar profesional kesehatan dengan menanamkan pengetahuan dan skill dasar antar professional. Kegiatan ini akan membantu dosen dan mahasiswa untuk dapat menyatukan persepsi tentang IPE. IPE merupakan hal yang penting dalam membantu pengembangan konsep kerja sama antar profesional yang ada dengan mempromosikan sikap dan tingah laku yang positif antar profesi yang terlibat di dalamnya. Harapan saya STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta akan dapat mewujudkan secara langsung pelaksanaan IPE ini kemudian selanjutnya dapat berkoordinasi yang baik antar dosen dengan berbagai prodi. TIM dari Undip sebagai pembicara dan fasilitator adalah Dr. Diana Nur Afifah, M.Sc (Prodi Gizi), Nuryanto, S.Gz., MSi (Dept Gizi FK Undip), Ns Fatikhu Yatuni Asmara, M. Sc (Prodi Keperawatan FK Undip). Kegiatan ini dosen dan mahasiswa melihat dan melakukan secara langsung role play yang telah di setting kasusnya untuk berbagai prodi. Mahasiswa akan mempunyai persepsi dan kesiapan yang baik dan secara nyata pada kegiatan ini untuk berdiskusi dalam pemecahan kasus dengan pendekatan dari beberapa aspek kesehatan. pendekatan metode ini dalam simulasi program IPE dapat meningkatkan sikap mahasiswa tentang kolaborasi menyelesaikannya. Mahasiswa setelah lulus nanti diharapkan akan mampu menerapkan di tatanan pelayanan bersama profesi kesehatan yang lain sehingga meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

PRAKTEK KEBIDANAN KOMUNITAS STIKES PKU BERMANFAAT DI NUSUKAN

by admin Comments: 0

Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta Melepas sejumlah 34 mahasiswa D3 kebidanan semester 5 untuk melaksanakan Praktek Komunitas D3 kebidanan di wilayah Kelurahan Nusukan selama satu bulan pada September sampai oktober 2017.
Pada penutupan praktik komunitas di laksanakan 10 oktober 2017 di pendopo Kelurahan Nusukan yang dihadiri Pimpinan Kelurahan Nusukan, DKK dan Kepala Puskesmas Nusukan.
Disampaikan oleh Cemy Nur Fitriya selaku Wakil Ketua I bidang akademik dan kurikulum stikes PKU Muhammadiyah Surakarta “kami berharap mahasiswa dapat melaksanakan kuliah praktek komunitas ini sesuai dengan kompetensi dan ilmu yang sudah didapatkan. selain itu dapat memberi manfaat kepada masyarakat khususnya di bidang kesehatan baik pendidikan maupun pelayanan kepada masyarakat”

Praktek Komunitas kebidanan di kelurahan Nusukan yang merupakan Wilayah binaan STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta dan telah terjalin kerjasama yang baik selama ini mempunyai manfaat yang besar bagi masyarakat.
Cemy Nur Fitria, S. Kep, Ns, M. Kep selaku wakil ketua I Bidang akademik telah menyerahkan mahasiswa kepada ibu lurah Nusukan dan pembimbing puskesmas Nusukan sebanyak 34 mahasiswa untuk bisa melaksanakan praktek di wilayah ini dengan bimbingan dari pihak puskesmas dan institusi.
Kegiatan ini merupakan aplikasi secara langsung bagi mahasiswa prodi DIII Kebidanan dalam menerapkan secara langsung tindakan kebidanan dan kesehatan reproduksi kepada masyarakat luas khususnya kesehatan ibu dan anak. Mahasiswa akan dapat secara langsung mengetahui bagaimana melaksanakan pelayanan dengan pertimbangan budaya lokal, pelayanan KIA dan KB bagi ibu serta tindakan preventif lainnya.
Mahasiswa akan melakukan pendataan masalah kesehatan reproduksi kemudian merumuskan masalah bersama masyarakat. Masalah tersebut akan diselesaikan dengan berdiskusi mencari solusi yang tepat kemudian diterapkan oleh mahasiswa serta setelah selesai dilakukan monitoring dan evaluasi oleh pembimbing.
Kegiatan lainnya yang include dalam praktek komunitas kebidanan adanya pengabdian dosen dengan melibatkan mahasiswa berkaitan dengan pemberian makanan yang sesuai dengan perkembangan umur anak serta pendidikan kesehatan IVA test dan deteksi dini kanker.

Disampaikan oleh Sri wahyuni selaku pembimbing dari Puskesmas Nusukan menyatakan bahwa kami sangat terbantu sekali dengan adanya praktik yang dilakukan mahasiswa Stikes PKU Muhammadiyah yang diantaranya membantu mensosialisasikan dan melakukan penyuluhan kepada ibu kader posyandu di RT 4 RW 09 Kelurahan Nusukan dengan materi Deteksi Dini Kanker serviks dan kanker payudara serta perawatan alat reproduksi.
“Penyuluhan dilaksanakan sebagai pendidikan kesehatan kepada warga karena sebagian besar masih awam dengan penyakit kanker serviks dan kanker Payudara. disamping itu juga memberikan pendidikan akan arti penting perawatan alat reproduksi dan payudara. hal ini di masyarakat umum masih sangat awam dengan hal tersebut”.
Disamping itu mahasiswa DIII Kebidanan Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta juga melaksanakan pengabdian masyarakat dengan mengadakan penyuluhan kesehatan berupa Pelatihan kader tentang pemberian makanan pada bayi dan anak serta gpemberian gizi untuk tumbuh kembang anak. Kami berharap kerjasama ini dapat berlanjut di wilayah Nusukan tidak hanya terkait dengan Praktik saja akan tetapi harapan kami dapat terjalin kerjasama di waktu yang akan datang..

 

Penyuluhan Ibu kader posyandu di rt 04/ rw 09 Kelurahan Nusukan

by admin Comments: 0

   

Mahasiswa DIII kebidanan Stikes PKU Muhammadiyah surakarta mengadakan Penyuluhan kepada ibu kader posyandu di RT 4 RW 09 Kelurahan Nusukan 2 Oktober 2017
Mahasiswa dan Tenaga pendidik DIII kebidanan melaksanakan penyuluhan kepada wanita subur dengan materi
1. Deteksi Dini Kanker serviks dan kanker Payudara
2. Perawatan Alat reproduksi
Penyuluhan dilaksanakan sebagai pendidikan kesehatan kepada warga karena sebagian besar masih awam dengan penyakit kaknker serviks dan kanker Payudara. disamping itu juga memberikan pendidikan akan arti penting perawatan alat reproduksi dan payudara. hal ini di masyarakat umum masih sangat awam dengan hal tersebut.

   

Wisuda XXII Sebanyak 150 Lulusan

by admin Comments: 0

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah- Sebanyak 150 lulusan STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta mengikuti kegiatan Upacara Wisuda XXII di Hotel Swis Berlinn Saripetojo, Surakarta pada Sabtu (26/8). Kegiatan diikuti oleh Prodi D III Keperawatan, Prodi D III Kebidanan dan S1 Gizi. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Koordinator Kopertis wilayah VI Jawa Tengah, DYP Sugiharto.

Ketua STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Weny Hastuti menyampaikan bahwa dengan adanya upacara wisuda kali ini, pihaknya memiliki alumni sebanyak 1953 orang yang tersebar di berbagai wilayah. Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya menyalurkan beasiswa dari Bank Muammalat dan Bank Jateng Syariah beserta penghargaan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surakarta kepada wisudawan terbaik DIII Keperawatan dan DIII Kebidanan.

“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan para orang tua dan keluarga atas keberhasilannya. Saya berpesan kepada segenap para wisudawan/wati untuk selalu menjunjung tinggi dan yang lebih penting mengamalkan nilai nilai profesionalisme dan Keislaman. Selain itu, juga agar bisa berkompetisi tidak hanya di lingkup nasional saja, tetapi juga internasional,” ungkapnya.

Lebih lanjut Weny menyampaikan bahwa sebagai sebuah institusi pendidikan, STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta tentu diharapkan mampu memberikan kontribusi melalui para lulusannya untuk meningkatkan daya saing bangsa Indonesia.

“Sebagai sebuah institusi yang menempatkan mahasiswa sebagai amanah, kami pun merasa bertanggung jawab untuk bukan hanya meluluskan, tapi juga berupaya untuk meningkatkan keterserapan lulusan di dunia kerja. Dan Alhamdulillah di antara para wisudawan hari ini beberapa di antaranya sudah diindent oleh RS PKU Muhammadiyah untuk direkrut jadi karyawan. Di samping itu, saat ini kami telah mengembangkan Lembaga Upgrading Skill bekerjasama dengan BNP2TKI sebagai sarana untuk pelatihan bagi para alumni yang berminat untuk bekerja di luar negeri, khususnya di negara-negara Timur Tengah dan Jepang,” paparnya.

Weny menambahkan, pihaknya terbuka untuk menerima kritik dan aspirasi dari berbagai pihak agar dapat terus menata dan memperbaiki manajemen internal baik dalam bidang akademik maupun non akademik.

“Kami juga akan tetap konsisten untuk mencoba memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh stakeholders khususnya para mahasiswa sebagai aset utama bagi keberlanjutan STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta,” tandasnya.

Jalin Kerja Sama dengan KNCV Tuberculosis Foundation

by admin Comments: 0

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta melakukan kerja sama dengan KNCV Tuberculosis Foundation melalui skema Challenge TB, yaitu sebuah proyek yang mendukung program TB Nasional dengan implementasi rencana strategis nasional untuk tuberculosis.

Kerja sama ini untuk mencapai visi sebagai perguruan tinggi kesehatan yang unggul dalam bidang promotif dan preventif.

KNCV merupakan organisasi pengembangan medis internasional untuk pengendalian Tuberculosis di seluruh dunia yang berkantor pusat di Den Hag, Belanda.

Dalam menjalankan misinya, KNCV telah memperoleh dana Hibah dari US Agency for International Development (USAID).

Sebuah badan pembangunan internasional Amerika Serikat yang menyediakan dana untuk berbagai proyek pengembangan internasional.

Penandatanganan dilakukan oleh Ketua STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Weni Hastuti, dan Chief of Party Challenge TB KNCV, Agnes Ghibard.

Adapun penyerahan perjanjian kerja sama secara simbolis dilaksanakan bersamaan dengan acara wisuda ke-22 STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta di Hotel Swiss Bellinn Saripetojo Purwosari, Sabtu (26/8/2017).

Isi kerja sama yang telah disepakati kedua belah pihak diantaranya adalah proyek mapping fasiitas pelayanan kesehatan yang terlibat dalam penanggulangan TBC, pengaktifan pelaporan kasus TB melalui software WIFI TB, serta mendorong terwujudnya Public Private Mix dalam meningkatkan keefektifan upaya penanggulangan TB.

Ketua STIKES PKU Weni Hastuti, mengatakan, bahwa Kerja sama yang saat ini dijalin dengan KNCV Tuberculosis Foundation merupakan satu langkah terobosan STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta untuk semakin menegaskan eksistensi dan kontribusi STIKES PKU untuk ikut serta dalam membangun Kesehatan Bangsa.

Melalui kerja sama ini juga diharapkan akan lahir hasil-hasil penelitian oleh para dosen yang berhubungan dengan penaggulangan TB.

“Tentu ini merupakan prestasi sendiri bagi kami sebagai institusi pendidikan tinggi yang dipercaya sebagai mitra Lembaga Internasional seperti KNCV,” katanya, Jumat (25/8/2017).

Gandeng Dinkes Solo, STIKES PKU Muhammadiyah Sukses Pelatihan Kesehatan Reproduksi

by admin Comments: 0

Suasana pelatihan kesehatan reproduksi remaja di Kampus STIKES PKU Muhammadiyah Solo, Rabu-Kamis (2-3/8/2017). Foto : Humas PKU Muh. Solo

Harianamanah.com, Solo — Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) PKU Muhammadiyah Surakarta bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta sukses menggelar pelatihan kesehatan reproduksi bagi remaja.

Sebanyak 40 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 50 Guru Sekolah Dasar (SD) se Kota Solo mengikuti acara ini, di Kampus STIKES PKU Muhammadiyah Solo, Rabu-Kamis (2-3/8/2017).

“Ini cikal bakal pembentukan konselor sebaya,” kata Weny Hastuti, Ketua STIKES PKU Muhammadiyah Solo.

Dia mengatakan, konselor sebaya maksudnya memberi konseling teman sebaya terkait kesehatan reproduksi. Adapun guru sebagai konselor bagi siswanya terkait dengan perkembangan anak didik.

Menurut Weny, siswa-siswi SD dan SMP tersebut merupakan tangan panjang kesehatan reproduksi remaja dari Dinas Kesehatan di sekolah masing-masing, sehingga perlu mengikuti pelatihan dulu.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Surakarta, Ida Angklaita, mengatakan pelibatan siswa sebagai konselor sebaya ini bertujuan tercapainya pengetahuan kesehatan reproduksi secara utuh bagi kader kesehatan di sekolah.

“Sasarannya adalah terbentuk kader Kesehatan Sekolah yang merupakan perwakilan setiap sekolah yang ditunjuk oleh 17 Puskesmas se Kota Solo,” imbuh dia.

Laporan : Riki Purnomo/Wartawan Harian Amanah Solo, Jateng

Editor: Abdul Rahman

Sumber: Harianamanah.com

Mahasiswa STIKES PKU Muhammadiyah Ikuti Pelatihan Penanggulangan Gawat Darurat

by admin Comments: 0

Para mahasiswa memeragakan pertolongan kepada pasien saat BTCLS, Jumat 14 Juli 2017. | Prasetyo (/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG – SOLO – Sebanyak 79 peserta dari mahasiswa semester VI D3 Keperawatan STIKES Muhammadiyah Surakarta mengikuti pelatihan Basic Trauma Cardiniac Life Support (BTCLS), Jumat 14 Juli 2017. Acara ini digelar mulai Kamis 13 Juli 2017 hingga Minggu 16 Juli 2017.

Kegiatan ini menggandeng Jakarta Medical Service and Training (JMST) 119. Selain mahasiswa kampus setempat, peserta juga datang dari dari perguruan tinggi lain dan para perawat rumah sakit. Tempat pelatihan di Gedung Rektorat STIKES PKU Muhammadiyah Surakarata,  Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Solo.

Ketua Penyelenggara BTCLS, Yuli Widyastuti, mengatakan, ini periode ke 6 untuk BTCL dan kerja sama dengan JMST 119. Jadi, sudah  6 tahun kerja sama ini terjalin dengan baik dan semoga bisa terjaga terus.

”Pelatihan ini membekali para mahasiswa dalam penanganan gawat darurat. Ini sangat berguna dalam dunia  kesehatan serta bekal calon alumni untuk magang atau kerja di rumah sakit, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa di bidang kegawatdaruratan ” kata Yuli.

Wakil Ketua Bidang Akademik dan Kurikulum STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Cemy Nur Fitria, menyampaikan mahasiswa akan magang di 7 Rumah Sakit PKU  Muhammadiyah Solo Raya. Untuk itu, pelatihan ini sebagai bekal dan pasca wisuda akan mendapatkan keterangan magang dan sertifikat BTCLS.

Cemy berharap, setelah mengikuti pelatihan BTCLS, peserta pelatihan (perawat, bidan dan dokter umum) mempunyai kemampuan dan keterampilan tentang penanganan kedaruratan trauma dan jantung . Serta mampu melaksanakan tugas atau menolong penderita gawat darurat seoptimal mungkin.

”Juga meningkatkan kemampuan dalam asuhan keperawatan pada klien dengan kegawatdaruratan di rumah sakit atau tempat kerja (Emergency of Nursing), pelatihan dasar ini wajib diikuti setiap mahasiswa Stikes PKU Muhammadiyah sebelum bekerja, karena mereka harus siap melakukan penanganan dasar trauma,” ujar dia.

Sementara, Ketua STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Weni Hastuti SKep MKes, mengatakan, pelatihan ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab STIKES untuk memberikan bekal atau skill tambahan bagi calon alumni. Sehingga lulusan mempunyai pembeda dengan alumni dari perguruan tinggi sejenis dan siap berkompetisi ketika memasuki dunia kerja.

 ”Sekarang ini yang dibutuhkan rumah sakit maupun instansi pelayanan kesehatan bukan saja lulusan perawat yang memiliki ijazah saja, tapi juga lulusan perawat yang memiliki berbagai kompetensi yang tersertifikasi,” ujar Weni. (sto)

 

Sumber : Fokus Jateng

Basic Trauma Cardiniac Life Support (BTCLS) Tahun 2017

by admin Comments: 0

Solo — Sebanyak 79 mahasiswa Sekolah Tinggi Kesehatan (STIKES) PKU Muhammadiyah Surakarta latihan Basic Trauma Cardiniac Life Support (BTCLS), Kamis-Minggu, (13-16/7/2017).

“Pelatihan ini membekali para mahasiswa dalam penanganan gawat darurat. Ini sangat berguna dalam dunia  kesehatan serta bekal calon alumni untuk magang atau kerja di rumah sakit, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mahasiswa di bidang kegawatdaruratan,” ungkap Ketua Penyelenggara BTCLS, Yuli Widyastuti kepada Timlo.net, di Gedung Rektorat Stikes PKU Muhammadiyah Surakarata,  Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jumat (14/7).

Pelatihan ini, menurut Yuli, STIKES PKU Muhammadiyah Solo menggandeng Jakarta Medical Service and Training (JMST) 119. Pesertanya dari mahasiswa semester VI D3 Keperawatan Stikes Muhammadiyah Surakarta, mahasiswa program Ners dari perguruan tinggi lain dan para perawat rumah sakit.

Pada kesempatan itu, Wakil Ketua Bidang Akademik dan Kurikulum Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta, Cemy Nur Fitria mengatakan, ke 79  mahasiswa peserta latihan akan magang di 7 Rumah Sakit PKU  Muhammadiyah Soloraya. Untuk itu, pelatihan ini sebagai bekal dan pasca wisuda akan mendapatkan keterangan magang dan sertifikat BTCLS.

Cemy berharap, setelah mengikuti pelatihan BTCLS, peserta pelatihan (perawat, bidan dan dokter umum) mempunyai kemampuan dan keterampilan tentang penanganan kedaruratan trauma dan jantung . Serta mampu melaksanakan tugas atau menolong penderita gawat darurat seoptimal mungkin.

“Juga meningkatkan kemampuan dalam asuhan keperawatan pada klien dengan kegawatdaruratan di rumah sakit atau tempat kerja (Emergency of Nursing), pelatihan dasar ini wajib diikuti setiap mahasiswa STIKES PKU Muhammadiyah sebelum bekerja, karena mereka harus siap melakukan penanganan dasar trauma,” ujarnya.

Sumber:http://www.timlo.net

Begini Penutupan Rangkaian Kegiatan Pesantren Mahasiswa STIKES PKU Surakarta

by admin Comments: 0

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Ratusan mahasiswa STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta dari tiga program studi mengikuti outbond.

Outbond diikuti 168 mahasiswa semester dua dilaksanakan di Edupark Jalan Adi Sucipto Blulukan, Colomadu, Karanganyar, Minggu (9/7/2017).

Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Institusi (LPMPI), Anis Prabowo, mengatakan, outbound ini bertujuan untuk melatih kemampuan leadership, partnership, dan communication skill mahasiswa.

Outbound ini adalah untuk melengkapi kegiatan para mahasantri di pesantren mahasiswa (pesma).

Sekaligus sebagai prasyarat untuk mendapatkan sertifikat pesantren mahasiswa yang akan menjadi salah satu syarat ikut wisuda.

“Oleh karena itu, kegiatan outbound ini bersifat wajib,” kata Anis, dalam keterangan persnya kepada TribunSolo.com, Minggu (10/7/2017).

Dia mengatakan, kegiatan itu dilaksanakan sebagai penutupan pesantren mahasiswa yang dilaksanakan STIKES PKU Muhammadiyah.

Adapun pesantren mahasiswa sendiri, katanya, untuk menggembleng mahasiswa di bidang Al Islam dan Kemuhammadiyahan di asrama dengan metode pesantren dan sudah dimulai Februari lalu.

Selama mengikuti pesantren mahasiswa mereka didik tentang aqidah, akhlaq, bacaan Alquran, hafalan surat dan tentang kemuhammadiyahan.

“Harapannya mahasiswa STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta bener – benar menjadi insan atau kader Muhammadiyah yang bertakwa, professional dan Islami,” katanya.

Sumber: Tribunsolo.com

INFO SPMB
Profesional Islam