info@stikespku.ac.id | (0271) 734955
| Login

EKSPEDISI KEMANUSIAAN STIKES PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA ANTARKAN HEWAN KURBAN DAN AIR BERSIH UNTUK MASYARAKAT EROMOKO,WONOGIRI

by admin Comments: 0

Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta kali ini mengadakan penyembelihan hewan Qurban di hari tasyriq ke dua tepatnya Kamis, 23 Agustus 2018 didusun Jogodayoh, desa Krakal Eromoko Wonogiri. Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta menyembelih satu lembu di desa tersebut yang diikuti perwakilan akedemik dan mahasiswa stikes PKU Mhammadiyah yang bekerjasama dengan LazisMu solo. Program kami tidak hanya melaksanakan penyembelihan hewan Qurban saja tapi juga pemberian air bersih di daerah eromoko yang sedang kekeringan dan kekuarangan air bersih.
Nikmatnya daging kurban kini tidak hanya dinikmati di Kota-kota besar saja. Usaha untuk mendistribusikan dan berbagai kebahagiaan di Momentum Idul Adha juga dirasakan hingga perbatasan Indonesia. Qurban bersama Lazismu Solo bersama Angkatan Muda Muhammadiyah Kota Surakarta melaksanakan Ekspedisi Kemanusiaan Untuk Eromoko dengan berbagi hewan kurban berupa sapi dan air bersih.

Kamis (23/8), setelah melakukan perjalanan kurang lebih 3 jam dari Solo, Tim Ekspedisi Kemanusiaan tiba di Lokasi Pertama yaitu Dusun Jogodayoh, Desa Krakal, Kec. Eromoko. Satu Sapi dari STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta langsung di sembelih di depan Masjid Al Ikhlas. Dibantu oleh seluruh masyarakat Dusun Jogodayoh sapi berbobot 475 kg selesai dalam waktu 3 jam.

Dibantu oleh AMM , 135 paket daging kurban kemudian dibagikan secara merata kepada seluruh masyarakat Dusun Jogodayoh. Kemudian Tim Ekspedisi Kemanusiaan melanjutkan perjalanan ke lokasi kedua di Dusun Salam, Desa Basuhan, Kec. Eromoko. Walaupun lokasi berjarak tempuh 2 jam dari lokasi pertama karena melewati bukit dan masuk lokasi Gunung Kidul, Jogjakarta. Alhamdulillah, dengan membawa spirit pemerataan distribusi daging kurban. Tim Ekspedisi yang langsung dipimpin oleh Reynal Falah tiba di lokasi dengan selamat.

Disampaikan oleh Sri Mintarsih, S. Kep., Ns., M. Kep selaku Waket III Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta penyembelihan Qurban kali ini kami menggandeng dengan LazisMu Solo untuk bekerja sama dan bersinergi untuk memberikan qurban yang terbaik dan mencari daerah yang masyarakatnya betul betul membutuhkan. Hal ini kita ingin berbagi kebahagiaan kepada masyarakat setempat untuk menikmati Hari raya Idhul adha tahun ini.

STIKES PKU Muhammadiyah Solo Bekali Kompetensi PPGD dan BTCLS

by admin Comments: 0

 

Solo — Untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mahasiswa di bidang kegawatdaruratan, Prodi D3 Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) PKU Muhammadiyah Surakarta bekerjasama dengan Jakarta Medical Service & Training 119, menggelar pelatihan Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD) dan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS).

“Pelatihan yang diselenggarakan di Kampus stikes PKU Muhammadiyah Surakarta dari tanggal 2 – 5 Agustus 2018. Selain diikuti oleh peserta internal mahasiswa STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta juga diikuti oleh mahasiswa program Ners dari perguruan tinggi lain dan para perawat rumah sakit dengan total peserta sebanyak 90 orang,” ungkap Ketua Panitia Pelatihan, Yuli Widyastuti, S. Kep., Ns. M. Kep.

Dalam Pembukaan Pelatihan, Ketua STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Weni Hastuti S.Kep., M.Kes menyatakan, pelatihan ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab STIKES untuk memberikan bekal atau skill tambahan bagi calon alumni, sehingga lulusan mempunyai pembeda dengan alumni dari perguruan tinggi sejenis dan siap berkompetisi ketika memasuki dunia kerja.Selain itu pelatihan juga untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan peserta pelatihan ( Perawat, Bidan, dan Dokter umum ) dalam bidang Penanganan Kedaruratan Trauma dan Jantung. “Sekarang ini yang dibutuhkan rumah sakit maupun instansi pelayanan kesehatan bukan saja lulusan perawat yang memiliki ijazah saja, tapi juga lulusan perawat yang memiliki berbagai kompetensi yang tersertifikasi,” ujar Weni.

Disampaikan pula oleh Yuli Widyastuti selaku ketua pelaksana pelatihan BTCLS, bahwa setelah mengikuti pelatihan BTCLS, peserta pelatihan (Perawat, Bidan dan Dokter umum) di harapkan mempunyai kemampuan dan ketrampilan tentang Penanganan Kedaruratan Trauma dan Jantung . Serta  mampu melaksanakan tugas atau menolong Penderita Gawat darurat seoptimal mungkin. Juga meningkatkan kemampuan dalam asuhan keperawatan pada klien dengan kegawatdaruratan di Rumah Sakit atau tempat kerja ( Emergency of  Nursing ).

                                                                                                                                                                              Teguh Wahyudi

                                                                                                                                                                                     Humas

 

Kunjungan kewirausahaan

by admin Comments: 0

Kunjungan kewirausahaan Mahasiwa bidan Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta rabu 1 Agustus 2018 di mom and baby spa Akmila sambi simo boyolali. Kunjungan kewirausahaan ini diikuti 30 mahasiswa D3 Kebidanan semester IV dan pendamping dosen kebidanan. Disampaikan Wakil ketua II Munaaya Fitriya, S.E., SST., M.Kes., merupakan kegiatan rutin yang dilakukan prodi kebidanan Stikes PKU Muhammadiyah sebagai wujud aplikasi praktik dr mata kuliah kewirausahaan.sesuai dengan visi misi prodi kebidanan stikes pku muhammadiyah bahwa mencetak bidan yang profesional islami dan mempunyai jiwa wirausaha. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan jiwa pengusaha mahasiswa prodi bidan stikes pku muh ska khususnya dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. Kunjungan ini bertempat di akmila baby spa pemilik dini Qomaril akmila yg beralamatkan di ngadirejo pelem, Simo boyolali. Dini Qomaril akmila merupakan salah satu alumni prodi D3 Kebidanan Stikes PKU Muhammadiyah yang sudah berhasil dalam berwirausaha sesuai dengan kompetensinya. Klinik mom and baby spa juga menjadi salah satu sasaran kunjungan kewirausahaan karena prodi kebidanan stikes pku muhammadiyah surakarta mempunyai keunggulan membekali mahasiswa dengan pelatihan mom and baby spa yang bersertifikat kemenkes.

Dini selaku pemilik mom and baby spa akmila menyampaikan “apa yang saya lakukan saat ini semoga dapat menjadi inspirasi dan motivasi adik adik tingkat kami agar bisa kreatif menciptakan usaha dan lapangan kerja kedepannya sesuai kompetensi yang kita miliki, masih banyak kesempatan yang bisa kita ciptakan”

Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta Launching Prodi Baru

by admin Comments: 0

Surakarta – Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta melaksanakan Launching dua Prodi baru DIV Teknologi Rekayasa Elektromedik dan DIV Keperawatan Anestesiologi di gedung rektorat Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta 11 Juli 2018. SK diterimakan kepada Weni Hastuti, S. Kep., Ns., M. Kes., selaku ketua Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta oleh Koordinator Kopertis VI Prof. Dr. H. DYP. Sugiharto senin (2/7) dengan no SK. Kemenristekdikti 519/KTP/I/2018. Launching dihadiri 230 tamu undangan dari Institusi kesehatan dan SMA/SMK MA se karesidenan Surakarta serta pengurus pusat IKATEMI dan IPAI Pusat.

   

Ketua BPH Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta Dr. Sofyan Anief menuturkan, dua progdi baru masing-masing Teknologi Rekayasa Elektromedis Program Sarjana Terapan dan Progdi Keperawatan Anestesiologi Program Sarjana Terapan juga masih tergolong langka.

“Di Indonesia, perguruan tinggi penyelenggara progdi ini masih dapat dihitung dengan jari. Sedangkan di Jateng kami sebagai pionier penyelenggara dua progdi tersebut, khususnya Progdi Keperawatan Anestesiologi. Saat ini sudah banyak masyarakat yang menanyakan kapan progdi tersebut di buka. Dengan telah diterimanya SK ini, saat ini kami sudah bisa memulai proses penerimaan mahasiswa baru.”  ungkap Sofyan Anief. Lebih lanjut, Sofyan menjelaskan bahwa penambahan dua progdi baru sekaligus di Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta ini sudah sejalan dengan Rencana Induk Pengembangan yang sudah disusun. InsyaAllah saat ini kami sudah berproses juga untuk perubahan bentuk lembaga dari Sekolah Tinggi menjadi Institut Kesehatan,” pungkasnya.

Weni Hastuti, S. Kep. M. Kes selaku ketua Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta menyampaikan bahwa lulusan kedua Progdi tersebut memiliki peluang diterima di pasar kerja yang sangat besar, mengingat saat ini tenaga Anestesi yang ada mayoritas dihasilkan dari proses pelatihan, bukan dari pendidikan formal. Sehingga praktis, kedepan seluruh tenaga Penata Anestesi yang bekerja di institusi pelayanan kesehatan harus dipenuhi dari lulusan pendidikan formal. Weni menjelaskan bahwa lulusan Progdi Teknologi Rekayasa Elektromedis juga masih langka di pasaran kerja saat ini. “Padahal, perkembangan teknologi kedokteran saat ini sudah beralih ke penggunaan perangkat elektromedis modern, baik untuk proses pengobatan maupun pemeriksaan diagnostic”, tambahnya. “Saat ini kamipun sudah kebanjiran indent para calon pendaftar yang sudah menunggu dibukanya dua progdi baru ini, bukan saja dari wilayah Solo Raya, tapi juga banyak yang berasal dari luar jawa. Alhamdulillah, mulai hari ini kami sudah bisa melayani calon pendaftar di dua progdi ini.” Jelas Weni.

Sementara itu Koordinator Kopertis VI, Prof.H.DYP Sugiharto saat ditemui terpisah mengatakan sangat menyambut gembira dengan diterbitkannya SK Progdi D4 Keperawatan Anestesiologi dan D4 Teknologi Rekayasa Elektromedis di STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, mengingat dua progdi ini memang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, jadi sudah tepat sasaran. “Kami tahu persis bahwa STIKES PKU Muhammadiyah sudah berjuang keras selama tiga tahun dan tidak kenal menyerah hingga diterbitkannya SK dua progdi ini,” katanya. “Selanjutnya saya mendorong agar Stkes PKU Muhammadiyah Surakarta untuk segera melakukan promosi agar di tahun ajaran baru 2018/2019 ini sudah dapat menyelenggarakan perkuliahan.

“Karena Kopertis sudah ikut memberikan rekomendasi, jangan sampai hal ini tidak direalisasikan. Waktu 2 bulan silahkan diatur sebaik-baiknya.” tegasnya

PRODI S1 GIZI STIKES PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA MENDAPAT NILAI AKREDITASI B

by admin Comments: 0

Kerja keras manajemen Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta membuahkan hasil bahwa Program Studi S1 Gizi mendapatkan nilai akreditasi B. Setelah mengikuti asesmen lapangan (Visitasi) akreditasi program studi S1 Gizi Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta, pada tanggal 9 – 10 April 2018. Tim asesor terdiri dari Prof.Dr.Ir. Ikeu Tanziha, MS dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan DR. Marudut Sitompul, MPS. dari Poltekes kemenkes Jakarta.
Sesuai hasil akreditasi institusi dari Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAM PT Kes) menempatkan kampus tersebut dengan akreditasi B dengan Nomor SK: 0307/ LAM-PTKes/Akr/Sar/V/2018. Dikeluarkan tanggal 5 Mei 2018.

Weni Hastuti, S. Kep., M. Kes selaku ketua Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta menyampaikan “Kami mengucapkan syukur Alhamdulillah atas capaian Akreditasi B Pada Prodi Gizi. Apa yang kami raih ini merupakan hasil kerjasama seluruh civitas akademika STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, serta jawaban dari harapan dan Do’a kita semua. Akreditasi Prodi Gizi ini sudah ditunggu tunggu oleh teman teman Ahli gizi yang sudah bekerja di berbagai instansi yang ingin transfer ke jenjang S1. Dengan capaian Akreditasi B ini sekaligus menunjukkan kepada masyarakat bahwa Prodi S1 Gizi STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta merupakan pilihan yang tepat untuk menjadi sarjana Gizi, karena kualitasnya sudah tidak perlu diragukan lagi”.

“Dengan mendapatkan nilai akreditasi B maka mutu lulusan yang dihasilkan terjamin, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap suatu institusi pendidikan. Apalagi melihat peluang untuk program Studi S1 Gizi STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta masih terbuka luas, diantaranya di Kota Solo sebagai tempat wisata kuliner, kebijakan pemerintah sehingga membuka luas kesempatan terhadap alumni untuk mengembangkan jiwa wirausaha dalam bidang kuliner halal. Seluruh alumni Prodi S1 Gizi STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta telah 100 % bekerja maupun membuka lapangan usaha. Semoga dengan hasil akreditasi mendapat nilai minimal B ini nantinya mampu menjadikan Progdi S1 Gizi Stikes PKU Muhammadiyah surakarta menjadi lebih baik “ harap Weni. (Humas/teguh)

UCAP JANJI MAHASISWA KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN

by admin Comments: 0

STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta melaksanakan kegiatan ucap janji dan penyematan lencana prodi DIII Keperawatan dan DIII Kebidanan di hari selasa di di Auditorium Kampus STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta . Wakil ketua I bidang akademik Cemy Nur Fitria, SKep, Ns, M. Kep menyampaikan bahwa kegiatan yang berada dibawah koordinasi bidang akademik ini dilaksanakan di Auditorium STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta dan diikuti peserta sebanyak 165 mahasiswa Perawat dan Bidan. Prosesi yang biasa disebut dengan upacara caping day ini rutin dilakukan setiap tahun untuk mempersiapkan mahasiswa masuk ke lahan praktek di rumah sakit, puskesmas atau lahan praktek lainnya.

Prosesi capping day tersebut, ditandai dengan penyematan lencana pada seragam keperawatan dan kebidanan oleh Weni Hastuti, S. Kep., M. Kes., selaku ketua stikes PKU Muhammadiyah Surakarta kepada perwakilan mahasiswa dari kedua prodi. Dilanjutkan pembacaan sumpah, ikrar dan janji mahasiswa Serta Ketua Stikes Weny Hastuti, M. Kes. Kemudian,. Ucap janji bertujuan agar mahasiswa yang telah mendapatkan lencana profesi akan selalu menjunjung tinggi etika, norma dan nilai-nilai profesi keperawatan dan kebidanan dalam praktik dan pengabdian. Mahasiswa harus siap melayani pasien tanpa membedakan pangkat, agama, dan golongan. Mahasiswa wajib menghormati dosen, pembimbing klinik dan menjunjung tinggi almamater. Ketua STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta Weny Hastuti, SKep, M. Kes mengatakan, mayoritas mahasiswa yang menjalani prosesi capping day itu melaksanakan tugas dan praktik di RS PKU Muhammadiyah Se Solo Raya, RS pemerintah dan puskesmas serta lahan praktek negeri maupun swasta lainnya.

Disampaikan weni Hastuti “Setelah mengikuti prosesi Pengambilan Sumpah dan Penyematan Lencana, mahasiswa baru diizinkan untuk terjun langsung dalam tatanan pelayanan nyata di dunia kerja, sebagai sarana pembelajaran sekaligus transformasi untuk membentuk perawat dan bidan yang profesional. Selama proses pembelajaran di kampus, cara berfikir mahasiswa lebih didominasi oleh otak kiri yang lebih menekankan fungsi-fungsi logika, analitis, serta teori dan konseptual atau dengan perkataan lain tekstual. Sementara di dunia kerja justru lebih membutuhkan kreatifitas, fleksibilitas, dan inovasi yang bahan dasarnya adalah imajinasi kreatif yang merupakan cara kerja otak kanan, atau dengan perkataan lain lebih menekankan kontesktualitas. Era masa depan adalah era otak kanan yang ditandai dengan dua hal yaitu disamping High Concept yang merupakan komponen Hard Skill, namun juga harus High Touch yang syarat dengan muatan Soft Skill. Oleh karena itu, momentum Praktik Klinik Keperawatan bagi mahasiswa Perawat dan Bidan dapat dijadikan sebagai sarana transformasi diri dari yang biasanya kaku menjadi lebih fleksibel, dari yang biasanya tekstual menjadi lebih kontekstual”.

Acara Caping Day kali ini juga dirangkai dengan pembekalan soft skill mahasiswa dengan tema” Menjadi Yang Terbaik” oleh dr. Andri Putranto, M. Kes yang juga diikuti langsung orang tua mahasiswa sebagai tamu undangan.
Mahasiswa selesai dari pendidikan nanti, dihadapkan pada tantangan masyarakat yang terus berkembang fan dinamis, sehingga sebelum bekerja, perlu adaptasi dan mengaplikasikan dari teori dan praktikum selama pendidikan serta mencapai target kompetensi yang diharapkan. Hal ini sangat berarti bagi mereka jika nanti sudah siap bekerja, terang Cemy Nur Fitria.

Ketua panitia Nurhidayah, SST, M. H.Kes menyampaikan bahwa Mahasiswa saat menjalankan tugas wajib mengutamakan pasien. Pasien dari berbagai kalangan terutama yang tidak mampu, tetap harus ditangani secara tepat dan cepat,”

Muswil dan Rakelwil Ikatan Lembaga Mahasiswa Bidan Indonesia (IKAMABI) Jawa Tengah

by admin Comments: 0

Ikatan Lembaga Mahasiswa Kebidanan Indonesia (IKAMABI) Wilayah III Jawa Tengah mengadakan Musyawarah Wilayah dan Rapat Kerja Wilayah III IKAMABI Jawa Tengah – DIY 2018/2019 di Stikes PKU muhammadiyah Surakarta pada tanggal 20-22 April 2018.

Didalam sambutan Wakil Ketua bidang III Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta Sri Mintarsih, S. Kep., Ns.,  M. Kes., menyampaikan “dengan di adakanya Musyawarah Wilayah (Muswil)  dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) IKAMABI Wilayah III di STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, kedepannya organisasi kebidanan ini diharapkan menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya.  Sehingga program kerja dan pengabdian masyarakat bisa dilanjutkan di masing-masing institusi atau perguruan tinggi untuk melakukan kegiatan yang positif, efisien dan bermanfaat untuk semua orang terutama para peserta. Dalam muswil ini diharapkan dapat memperkokoh pondasi IKAMABI dan meningktkan kerja sama antar sesama peserta serta dapat menjalin silaturahmi antar organisasi mahasiswa bidan yang terdiri dari berbagai penjuru daerah di Indonesia. Diharapkan muswil yang akan diselengarakan dapat membawa  dampak positif bagi IKAMABI maupun para peserta.

Disampaikan oleh Amanina Mujahidah Shoburoh selaku ketua Panitia Musywil dan rakerwil IKAMABI bahwa 30 peserta dari perwakilan 15 perguruan tinggi kebidanan se-Jawa Tengah, antaralain peserta dari Semarang, Yogyakarta, Surakarta, Boyolali,karanganyar, Cilacap dan lain sebagainya.  “IKAMABI yaitu Ikatan Organisasi bidan se-Indonesia. Kegiatan – kegiatan IKAMABI ini sendiri bertujuan untuk memberdayakan mahasiswa kebidanan agar bermanfaat bagi masyarakat. IKAMABI sendiri terdiri dari mahasiswa kebidanan yang dituntut berperan aktif dalam meningkatkan perubahan untuk masyarakat dan bekerja sama dengan para profesional. Dengan adanya kerja sama ini, IKAMABI dapat menyusun program kerja yang berkualitas dan dapat  melatih kerja sama dengan para profesional.” Kata Amanina.

Kegiatan Musyawarah Wilayah – Rapat Kerja Wilayah IKAMABI Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta berisi laporan Pertanggungjawaban Pengurus Harian Wilayah III Periode kepengurusan 2017/2018, pemilihan dan pelantikan Koordinator Wilayah dan pengurus Harian Wilayah tahun kepengurusan 2018/2019, rapat kerja IKAMABI untuk menyusun program kerja IKAMABI untuk satu tahun kedepan.

Dalam pemilihan ketua IKAMABI terpilih sebagai ketua baru Dewi tanjung Sari dari DIII UNS.

90 MAHASISWA STIKES PKU PRAKTEK KEPERAWATAN KELUARGA DI KECAMATAN KALIJAMBE

by admin Comments: 0

Prodi D3 Keperawatan STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Selama 3 Minggu ke depan, dari tanggal 9 April – 28 April 2018, Melaksanakan Praktek Keperawatan Keluarga Di Desa Keden, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen. Praktek keperawatan keluarga diikuti 90 Mahasiswa Prodi D3 keperawatan yang terbagi menjadi 6 kelompok di 6 dusun. Mahasiswa Stikes PKU Muhammadiyah di serah terimakan pada tanggal 9 april 2018 di Kantor kecamatan kalijambe dengan disaksikan pejabat dan tokoh masyarakat setempat.

Disampaikan Sri Mintarsih, S. kep., Ns., M. Kes., selaku Wakil Ketua III Kemahasiswaan dan dosen pendamping “Praktek Ini sebagai Implementasi langsung Praktek Mata Kuliah Keperawatan Keluarga yang akan diterapkan di masyarakat desa Keden Kalijambe Sragen dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan, melalui pengkajian pada keluarga, menegakkan masalah (diagnosa keperawatan) keluarga, menetapkan intervensi, melaksanakan tindakan (implementasi) yang sesuai, dan tahap evaluasi.”
“Kegiatan ini, mahasiswa semester VI dibagi menjadi 6 kelompok/posko yang tersebar di seluruh desa Keden” kata Sri Mintarsih, S. kep. Ns., M. Kes.

Tahapan dari kegiatan ini adalah, pada tanggal 9 April 2018 serah terima di Kantor kecamatan Kalijambe, hari ini penyerahan ke desa Keden, dan mulai besok pagi, para mahasiswa akan melaksanakan pengkajian keluarga secara serentak kepada seluruh warga.

Setelah didapatkan data pengkajian, langkah selanjutkannya adalah menetapkan masalah, yang akan diklasifikasikan menjadi 7 masalah keperawatan utama yaitu :
1. Askep Keluarga dengan kesehatan balita
2. Askep Keluarga dengan kesehatan anak
3. Askep Keluarga dengan kesehatan remaja
4. Askep Keluarga dengan kesehatan dewasa
5. Askep Keluarga dengan manula
6. Askep Keluarga dengan maternitas
7. Askep Keluarga dengan kesehatan jiwa

Penetapan Intervensi dan implementasi asuhan keperawatan ini, akan dilaksanakan di minggu kedua yang akan datang.
Disamping itu, selain kompetensi Asuhan Keperawatan keluarga, mahasiswa juga diberikan penugasan untuk pengelolaan kelompok khusus yang ada di desa Keden, diantaranya, kelompok balita, ibu hamil dan lansia yang ini merupakan kompetensi tambahan yang data datanya dapat diperoleh dari hasil pengkajian tersebut, sehingga permasalahan yang ada dikelompok khusus tersebut dapat teratasi dan masyarakat dapat merubah perilakunya untuk peningkatan status kesehatannya sehingga derajat kesehatannya bisa optimal.

Asesmen Lapangan (Visitasi) Akreditasi Prodi S1 Gizi yang dilakukan oleh Tim Asesor LAM-PTKes

by admin Comments: 0

Tim asesor LAM-PTKes melakukan asesmen lapangan (Visitasi) dalam rangka akreditasi program studi S1 Gizi Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta, pada tanggal 9 – 10 April 2018. Tim asesor terdiri dari Prof.Dr.Ir. Ikeu Tanziha, MS dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan DR. Marudut Sitompul, MPS. dari Poltekes kemenkes Jakarta.

Ketua STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta Weni Hastuti, S.Kep., M.Kes dan Ketua Program Studi S1 Gizi, Tuti Rahmawati, S.Gz., M.Si. beserta jajarannya mendampingi tim asesor LAM-PTKes dalam menjalankan tugasnya untuk melakukan verifikasi data, assessment lapangan, dan wawancara terhadap pengguna, mahasiswa, dan alumni untuk mendapatkan data yang benar-benar valid.

Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta Dr. H. Sofyan Anief, M.Si., menyampaikan bahwa LAM-PTKes merupakan Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia untuk melihat kualitas Progam Studi, Sekolah Tinggi maupun Universitas sebagai tolak ukur dalam pemberian penilaian akreditasi. Progam Studi S1 Gizi selalu berusaha untuk meningkatkan nilai akreditasi untuk mendapatkan nilai yang maksimal. Upaya tersebut terlihat dari usaha pengembangan fasilitas ruang perkuliahan dan dosen, pengembangan perpustakaan, pembaruan kurikulum, pemanfaat teknologi informasi dan pengembangan kemahasiswaan yang dilakukan Prodi S1 Gizi beberapa tahun terakhir. Dan Muhammadiyah baik melalui Majlis Dikti PP Muhammadiyah maupun Pimpinan daerah Muhammadiyah Surakarta selalu memberi dukungan dan support untuk kemajuan Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta menjadi salah satu Sekolah Tinggi kesehatan yang terbaik dan menjadi unggulan.
Ketua Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta, Weni Hastuti, M.Kes menyampaikan ucapan terima kasih atas kedatangan tim asesmen yang akan mengukur “tingkat bisa dipercaya” penyelenggaraan pendidikan S1 Ilmu Gizi di lembaganya.

Prodi S1 Gizi STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta mendapatkan ijin operasional dengan SK Nomor : 319/E/O/2012 pada tanggal 14 September 2012. Peluang untuk program Studi S1 Gizi STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta masih terbuka luas, diantaranya di Kota Solo sebagai tempat wisata kuliner, kebijakan pemerintah sehingga membuka luas kesempatan terhadap alumni untuk mengembangkan jiwa wirausaha dalam bidang kuliner halal. Seluruh alumni Prodi S1 Gizi STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta telah 100 % bekerja maupun membuka lapangan usaha.

“Akreditasi merupakan penilaian penyelenggaraan progdi yang bertujuan menginformasikan kinerja program kepada masyarakat. Selain itu, progdi juga akan mendapat masukan dari asesor tentang hal-hal yang masih harus ditingkatkan dalam penyelenggaraan progdi, mengingat akreditasi juga merupakan bentuk evaluasi pembinaan dari LAM-PT Kes” jelas Weni. Ia menambahkan, pentingnya akreditasi agar mutu lulusan yang dihasilkan terjamin, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap suatu institusi pendidikan. Pada hari pertama dan kedua, visitor melakukan asesmen dokumen, ruang laboratorium dan fasilitas lain, serta pemaparan hasil asesmen.
“Semoga hasil akreditasi mendapat nilai minimal B ini nantinya mampu menjadikan Progdi Gizi menjadi lebih baik “ harap Weni.

 

Defisiensi Phenylalanine Hydroxylase (PAH)

by admin Comments: 0

Defisiensi phenylalanine hydroxylase (PAH) adalah gangguan metabolik yang membutuhkan kepatuhan diet seumur hidup untuk perkembangan saraf dan psikologis yang optimal. Secara tradisional disebut phenylketonuria (PKU). Pasien dengan defisiensi PAH memiliki gangguan kemampuan untuk mengubah fenilalanin (Phe) menjadi tyrosine (Tyr), yang menghasilkan peningkatan kadar Phe darah dan penurunan sintesis Tyr. Peningkatan Phe adalah neurotoksik.

Mempertahankan kadar phenylalanine (Phe) dalam kisaran yang diinginkan (120-360 µmol/L) menjadi lebih sulit ketika anak-anak mulai bertumbuh, memperoleh lebih banyak otonomi atas tubuh mereka, dan pengaruh lingkungan atau sosial.

Skrining yang dilakukan pada bayi baru lahir memungkinkan untuk identifikasi awal dan memberikan pengobatan dengan defisiensi PAH secara cepat dan tepat. Cacat intelektual yang parah dapat dihindari ketika level phenylalanine dalam darah terkontrol dengan baik saat masih bayi dan anak usia dini. Namun, diet yang kurang diperhatikan di kemudian hari dapat berdampak buruk seperti gangguan fungsi eksekutif, peningkatan impulsivitas, kemampuan belajar di sekolah tidak maksimal dan gejala gangguan kejiwaan seperti, kecemasan, depresi atau fobia.

Dilaporkan bahwa sekitar 65% ibu yang mengalami defisiensi phenylalanine hydroxylase berada di bawah kendali metabolik yang kurang baik sebelum konsepsi dan oleh karena itu mengekspos janin mereka terhadap efek teratogenik dari phenylalanine hydroxylase yang tinggi yang menyebabkan keterbelakangan mental, mikrosefali (gangguan pada sistem saraf langka yang menyebabkan kepala bayi menjadi kecil dan tidak berkembang sepenuhnya), penyakit jantung bawaan dan pembatasan pertumbuhan intrauterin.

Perawatan Terhadap Pasien Defisiensi phenylalanine hydroxylase

Secara teoritis, rencana perawatan untuk defisiensi PAH tidak rumit, namun dalam prakteknya cukup menantang karena membutuhkan diet khusus seumur hidup. Asupan fenilalanin terbatas dalam diet dan formula metabolik tambahan (mengandung protein bebas Phe) diperlukan untuk mencegah defisiensi nutrisi. Mempertahankan kadar fenilalanin dalam kisaran optimal (120-360 µmol/L) adalah hal yang sulit, terutama untuk individu dengan defisiensi PAH yang parah yang menghasilkan toleransi fenilalanin rendah.

Beberapa kendala yang biasa dihadapi dalam menerapkan diet untuk orang dengan defisiensi PAH antara lain, meningkatnya waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan makanan, ketersediaan makanan rendah protein, kurangnya variasi dalam diet, tekanan keluarga dan tingkat pengetahuan orang tua dalam penyajian makanan.

Ketika pasien mulai beranjak dewasa, tingkat kepatuhan dalam menjalani diet akan menurun. Ada sejumlah strategi yang bisa diterapkan untuk meningkatkan kepatuhan dalam menjalankan diet:

  1. Edukasi pasien secara individual menunjukkan peningkatan pada pengetahuan diet yang harus dijalankan itu sendiri dan pada kadar fenilalanin.
  2. Menggunakan rencana diet yang sudah disederhanakan.
  3. Pilih makanan yang nyaman bagi pasien.
  4. “Transfer tanggung jawab” dilakukan secara bertahap dari orang tua pada anak remaja pasien defisiensi PAH untuk mendorong anak mulai bertanggung jawab pada dirinya sendiri namun tetap dapat diawasi.

Meskipun rawat inap tidak sering dilakukan untuk pasien dengan defisiensi PAH, namun biasanya jika harus dilakukan rawat inap, akan dilakukan selama 3-7 hari, tujuannya adalah untuk menetapkan kontrol Phe, mengukur toleransi protein, konseling nutrisi yang luas, dan, dalam kelompok pasien tertentu, untuk mengevaluasi respon terhadap farmakoterapi.

Source: http://journals.sagepub.com/doi/full/10.1177/1941406415595862
Konten telah diedit untuk panjang dan gaya penulisan.
INFO SPMB
Profesional Islam