info@stikespku.ac.id | (0271) 734955

PRODI S1 GIZI STIKES PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA MENDAPAT NILAI AKREDITASI B

by admin Comments: 0

Kerja keras manajemen Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta membuahkan hasil bahwa Program Studi S1 Gizi mendapatkan nilai akreditasi B. Setelah mengikuti asesmen lapangan (Visitasi) akreditasi program studi S1 Gizi Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta, pada tanggal 9 – 10 April 2018. Tim asesor terdiri dari Prof.Dr.Ir. Ikeu Tanziha, MS dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan DR. Marudut Sitompul, MPS. dari Poltekes kemenkes Jakarta.
Sesuai hasil akreditasi institusi dari Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAM PT Kes) menempatkan kampus tersebut dengan akreditasi B dengan Nomor SK: 0307/ LAM-PTKes/Akr/Sar/V/2018. Dikeluarkan tanggal 5 Mei 2018.

Weni Hastuti, S. Kep., M. Kes selaku ketua Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta menyampaikan “Kami mengucapkan syukur Alhamdulillah atas capaian Akreditasi B Pada Prodi Gizi. Apa yang kami raih ini merupakan hasil kerjasama seluruh civitas akademika STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, serta jawaban dari harapan dan Do’a kita semua. Akreditasi Prodi Gizi ini sudah ditunggu tunggu oleh teman teman Ahli gizi yang sudah bekerja di berbagai instansi yang ingin transfer ke jenjang S1. Dengan capaian Akreditasi B ini sekaligus menunjukkan kepada masyarakat bahwa Prodi S1 Gizi STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta merupakan pilihan yang tepat untuk menjadi sarjana Gizi, karena kualitasnya sudah tidak perlu diragukan lagi”.

“Dengan mendapatkan nilai akreditasi B maka mutu lulusan yang dihasilkan terjamin, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap suatu institusi pendidikan. Apalagi melihat peluang untuk program Studi S1 Gizi STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta masih terbuka luas, diantaranya di Kota Solo sebagai tempat wisata kuliner, kebijakan pemerintah sehingga membuka luas kesempatan terhadap alumni untuk mengembangkan jiwa wirausaha dalam bidang kuliner halal. Seluruh alumni Prodi S1 Gizi STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta telah 100 % bekerja maupun membuka lapangan usaha. Semoga dengan hasil akreditasi mendapat nilai minimal B ini nantinya mampu menjadikan Progdi S1 Gizi Stikes PKU Muhammadiyah surakarta menjadi lebih baik “ harap Weni. (Humas/teguh)

UCAP JANJI MAHASISWA KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN

by admin Comments: 0

STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta melaksanakan kegiatan ucap janji dan penyematan lencana prodi DIII Keperawatan dan DIII Kebidanan di hari selasa di di Auditorium Kampus STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta . Wakil ketua I bidang akademik Cemy Nur Fitria, SKep, Ns, M. Kep menyampaikan bahwa kegiatan yang berada dibawah koordinasi bidang akademik ini dilaksanakan di Auditorium STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta dan diikuti peserta sebanyak 165 mahasiswa Perawat dan Bidan. Prosesi yang biasa disebut dengan upacara caping day ini rutin dilakukan setiap tahun untuk mempersiapkan mahasiswa masuk ke lahan praktek di rumah sakit, puskesmas atau lahan praktek lainnya.

Prosesi capping day tersebut, ditandai dengan penyematan lencana pada seragam keperawatan dan kebidanan oleh Weni Hastuti, S. Kep., M. Kes., selaku ketua stikes PKU Muhammadiyah Surakarta kepada perwakilan mahasiswa dari kedua prodi. Dilanjutkan pembacaan sumpah, ikrar dan janji mahasiswa Serta Ketua Stikes Weny Hastuti, M. Kes. Kemudian,. Ucap janji bertujuan agar mahasiswa yang telah mendapatkan lencana profesi akan selalu menjunjung tinggi etika, norma dan nilai-nilai profesi keperawatan dan kebidanan dalam praktik dan pengabdian. Mahasiswa harus siap melayani pasien tanpa membedakan pangkat, agama, dan golongan. Mahasiswa wajib menghormati dosen, pembimbing klinik dan menjunjung tinggi almamater. Ketua STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta Weny Hastuti, SKep, M. Kes mengatakan, mayoritas mahasiswa yang menjalani prosesi capping day itu melaksanakan tugas dan praktik di RS PKU Muhammadiyah Se Solo Raya, RS pemerintah dan puskesmas serta lahan praktek negeri maupun swasta lainnya.

Disampaikan weni Hastuti “Setelah mengikuti prosesi Pengambilan Sumpah dan Penyematan Lencana, mahasiswa baru diizinkan untuk terjun langsung dalam tatanan pelayanan nyata di dunia kerja, sebagai sarana pembelajaran sekaligus transformasi untuk membentuk perawat dan bidan yang profesional. Selama proses pembelajaran di kampus, cara berfikir mahasiswa lebih didominasi oleh otak kiri yang lebih menekankan fungsi-fungsi logika, analitis, serta teori dan konseptual atau dengan perkataan lain tekstual. Sementara di dunia kerja justru lebih membutuhkan kreatifitas, fleksibilitas, dan inovasi yang bahan dasarnya adalah imajinasi kreatif yang merupakan cara kerja otak kanan, atau dengan perkataan lain lebih menekankan kontesktualitas. Era masa depan adalah era otak kanan yang ditandai dengan dua hal yaitu disamping High Concept yang merupakan komponen Hard Skill, namun juga harus High Touch yang syarat dengan muatan Soft Skill. Oleh karena itu, momentum Praktik Klinik Keperawatan bagi mahasiswa Perawat dan Bidan dapat dijadikan sebagai sarana transformasi diri dari yang biasanya kaku menjadi lebih fleksibel, dari yang biasanya tekstual menjadi lebih kontekstual”.

Acara Caping Day kali ini juga dirangkai dengan pembekalan soft skill mahasiswa dengan tema” Menjadi Yang Terbaik” oleh dr. Andri Putranto, M. Kes yang juga diikuti langsung orang tua mahasiswa sebagai tamu undangan.
Mahasiswa selesai dari pendidikan nanti, dihadapkan pada tantangan masyarakat yang terus berkembang fan dinamis, sehingga sebelum bekerja, perlu adaptasi dan mengaplikasikan dari teori dan praktikum selama pendidikan serta mencapai target kompetensi yang diharapkan. Hal ini sangat berarti bagi mereka jika nanti sudah siap bekerja, terang Cemy Nur Fitria.

Ketua panitia Nurhidayah, SST, M. H.Kes menyampaikan bahwa Mahasiswa saat menjalankan tugas wajib mengutamakan pasien. Pasien dari berbagai kalangan terutama yang tidak mampu, tetap harus ditangani secara tepat dan cepat,”

Muswil dan Rakelwil Ikatan Lembaga Mahasiswa Bidan Indonesia (IKAMABI) Jawa Tengah

by admin Comments: 0

Ikatan Lembaga Mahasiswa Kebidanan Indonesia (IKAMABI) Wilayah III Jawa Tengah mengadakan Musyawarah Wilayah dan Rapat Kerja Wilayah III IKAMABI Jawa Tengah – DIY 2018/2019 di Stikes PKU muhammadiyah Surakarta pada tanggal 20-22 April 2018.

Didalam sambutan Wakil Ketua bidang III Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta Sri Mintarsih, S. Kep., Ns.,  M. Kes., menyampaikan “dengan di adakanya Musyawarah Wilayah (Muswil)  dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) IKAMABI Wilayah III di STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, kedepannya organisasi kebidanan ini diharapkan menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya.  Sehingga program kerja dan pengabdian masyarakat bisa dilanjutkan di masing-masing institusi atau perguruan tinggi untuk melakukan kegiatan yang positif, efisien dan bermanfaat untuk semua orang terutama para peserta. Dalam muswil ini diharapkan dapat memperkokoh pondasi IKAMABI dan meningktkan kerja sama antar sesama peserta serta dapat menjalin silaturahmi antar organisasi mahasiswa bidan yang terdiri dari berbagai penjuru daerah di Indonesia. Diharapkan muswil yang akan diselengarakan dapat membawa  dampak positif bagi IKAMABI maupun para peserta.

Disampaikan oleh Amanina Mujahidah Shoburoh selaku ketua Panitia Musywil dan rakerwil IKAMABI bahwa 30 peserta dari perwakilan 15 perguruan tinggi kebidanan se-Jawa Tengah, antaralain peserta dari Semarang, Yogyakarta, Surakarta, Boyolali,karanganyar, Cilacap dan lain sebagainya.  “IKAMABI yaitu Ikatan Organisasi bidan se-Indonesia. Kegiatan – kegiatan IKAMABI ini sendiri bertujuan untuk memberdayakan mahasiswa kebidanan agar bermanfaat bagi masyarakat. IKAMABI sendiri terdiri dari mahasiswa kebidanan yang dituntut berperan aktif dalam meningkatkan perubahan untuk masyarakat dan bekerja sama dengan para profesional. Dengan adanya kerja sama ini, IKAMABI dapat menyusun program kerja yang berkualitas dan dapat  melatih kerja sama dengan para profesional.” Kata Amanina.

Kegiatan Musyawarah Wilayah – Rapat Kerja Wilayah IKAMABI Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta berisi laporan Pertanggungjawaban Pengurus Harian Wilayah III Periode kepengurusan 2017/2018, pemilihan dan pelantikan Koordinator Wilayah dan pengurus Harian Wilayah tahun kepengurusan 2018/2019, rapat kerja IKAMABI untuk menyusun program kerja IKAMABI untuk satu tahun kedepan.

Dalam pemilihan ketua IKAMABI terpilih sebagai ketua baru Dewi tanjung Sari dari DIII UNS.

90 MAHASISWA STIKES PKU PRAKTEK KEPERAWATAN KELUARGA DI KECAMATAN KALIJAMBE

by admin stikespku Comments: 0

Prodi D3 Keperawatan STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Selama 3 Minggu ke depan, dari tanggal 9 April – 28 April 2018, Melaksanakan Praktek Keperawatan Keluarga Di Desa Keden, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen. Praktek keperawatan keluarga diikuti 90 Mahasiswa Prodi D3 keperawatan yang terbagi menjadi 6 kelompok di 6 dusun. Mahasiswa Stikes PKU Muhammadiyah di serah terimakan pada tanggal 9 april 2018 di Kantor kecamatan kalijambe dengan disaksikan pejabat dan tokoh masyarakat setempat.

Disampaikan Sri Mintarsih, S. kep., Ns., M. Kes., selaku Wakil Ketua III Kemahasiswaan dan dosen pendamping “Praktek Ini sebagai Implementasi langsung Praktek Mata Kuliah Keperawatan Keluarga yang akan diterapkan di masyarakat desa Keden Kalijambe Sragen dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan, melalui pengkajian pada keluarga, menegakkan masalah (diagnosa keperawatan) keluarga, menetapkan intervensi, melaksanakan tindakan (implementasi) yang sesuai, dan tahap evaluasi.”
“Kegiatan ini, mahasiswa semester VI dibagi menjadi 6 kelompok/posko yang tersebar di seluruh desa Keden” kata Sri Mintarsih, S. kep. Ns., M. Kes.

Tahapan dari kegiatan ini adalah, pada tanggal 9 April 2018 serah terima di Kantor kecamatan Kalijambe, hari ini penyerahan ke desa Keden, dan mulai besok pagi, para mahasiswa akan melaksanakan pengkajian keluarga secara serentak kepada seluruh warga.

Setelah didapatkan data pengkajian, langkah selanjutkannya adalah menetapkan masalah, yang akan diklasifikasikan menjadi 7 masalah keperawatan utama yaitu :
1. Askep Keluarga dengan kesehatan balita
2. Askep Keluarga dengan kesehatan anak
3. Askep Keluarga dengan kesehatan remaja
4. Askep Keluarga dengan kesehatan dewasa
5. Askep Keluarga dengan manula
6. Askep Keluarga dengan maternitas
7. Askep Keluarga dengan kesehatan jiwa

Penetapan Intervensi dan implementasi asuhan keperawatan ini, akan dilaksanakan di minggu kedua yang akan datang.
Disamping itu, selain kompetensi Asuhan Keperawatan keluarga, mahasiswa juga diberikan penugasan untuk pengelolaan kelompok khusus yang ada di desa Keden, diantaranya, kelompok balita, ibu hamil dan lansia yang ini merupakan kompetensi tambahan yang data datanya dapat diperoleh dari hasil pengkajian tersebut, sehingga permasalahan yang ada dikelompok khusus tersebut dapat teratasi dan masyarakat dapat merubah perilakunya untuk peningkatan status kesehatannya sehingga derajat kesehatannya bisa optimal.

Asesmen Lapangan (Visitasi) Akreditasi Prodi S1 Gizi yang dilakukan oleh Tim Asesor LAM-PTKes

by admin Comments: 0

Tim asesor LAM-PTKes melakukan asesmen lapangan (Visitasi) dalam rangka akreditasi program studi S1 Gizi Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta, pada tanggal 9 – 10 April 2018. Tim asesor terdiri dari Prof.Dr.Ir. Ikeu Tanziha, MS dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan DR. Marudut Sitompul, MPS. dari Poltekes kemenkes Jakarta.

Ketua STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta Weni Hastuti, S.Kep., M.Kes dan Ketua Program Studi S1 Gizi, Tuti Rahmawati, S.Gz., M.Si. beserta jajarannya mendampingi tim asesor LAM-PTKes dalam menjalankan tugasnya untuk melakukan verifikasi data, assessment lapangan, dan wawancara terhadap pengguna, mahasiswa, dan alumni untuk mendapatkan data yang benar-benar valid.

Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta Dr. H. Sofyan Anief, M.Si., menyampaikan bahwa LAM-PTKes merupakan Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia untuk melihat kualitas Progam Studi, Sekolah Tinggi maupun Universitas sebagai tolak ukur dalam pemberian penilaian akreditasi. Progam Studi S1 Gizi selalu berusaha untuk meningkatkan nilai akreditasi untuk mendapatkan nilai yang maksimal. Upaya tersebut terlihat dari usaha pengembangan fasilitas ruang perkuliahan dan dosen, pengembangan perpustakaan, pembaruan kurikulum, pemanfaat teknologi informasi dan pengembangan kemahasiswaan yang dilakukan Prodi S1 Gizi beberapa tahun terakhir. Dan Muhammadiyah baik melalui Majlis Dikti PP Muhammadiyah maupun Pimpinan daerah Muhammadiyah Surakarta selalu memberi dukungan dan support untuk kemajuan Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta menjadi salah satu Sekolah Tinggi kesehatan yang terbaik dan menjadi unggulan.
Ketua Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta, Weni Hastuti, M.Kes menyampaikan ucapan terima kasih atas kedatangan tim asesmen yang akan mengukur “tingkat bisa dipercaya” penyelenggaraan pendidikan S1 Ilmu Gizi di lembaganya.

Prodi S1 Gizi STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta mendapatkan ijin operasional dengan SK Nomor : 319/E/O/2012 pada tanggal 14 September 2012. Peluang untuk program Studi S1 Gizi STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta masih terbuka luas, diantaranya di Kota Solo sebagai tempat wisata kuliner, kebijakan pemerintah sehingga membuka luas kesempatan terhadap alumni untuk mengembangkan jiwa wirausaha dalam bidang kuliner halal. Seluruh alumni Prodi S1 Gizi STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta telah 100 % bekerja maupun membuka lapangan usaha.

“Akreditasi merupakan penilaian penyelenggaraan progdi yang bertujuan menginformasikan kinerja program kepada masyarakat. Selain itu, progdi juga akan mendapat masukan dari asesor tentang hal-hal yang masih harus ditingkatkan dalam penyelenggaraan progdi, mengingat akreditasi juga merupakan bentuk evaluasi pembinaan dari LAM-PT Kes” jelas Weni. Ia menambahkan, pentingnya akreditasi agar mutu lulusan yang dihasilkan terjamin, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap suatu institusi pendidikan. Pada hari pertama dan kedua, visitor melakukan asesmen dokumen, ruang laboratorium dan fasilitas lain, serta pemaparan hasil asesmen.
“Semoga hasil akreditasi mendapat nilai minimal B ini nantinya mampu menjadikan Progdi Gizi menjadi lebih baik “ harap Weni.

 

Defisiensi Phenylalanine Hydroxylase (PAH)

by admin stikespku Comments: 0

Defisiensi phenylalanine hydroxylase (PAH) adalah gangguan metabolik yang membutuhkan kepatuhan diet seumur hidup untuk perkembangan saraf dan psikologis yang optimal. Secara tradisional disebut phenylketonuria (PKU). Pasien dengan defisiensi PAH memiliki gangguan kemampuan untuk mengubah fenilalanin (Phe) menjadi tyrosine (Tyr), yang menghasilkan peningkatan kadar Phe darah dan penurunan sintesis Tyr. Peningkatan Phe adalah neurotoksik.

Mempertahankan kadar phenylalanine (Phe) dalam kisaran yang diinginkan (120-360 µmol/L) menjadi lebih sulit ketika anak-anak mulai bertumbuh, memperoleh lebih banyak otonomi atas tubuh mereka, dan pengaruh lingkungan atau sosial.

Skrining yang dilakukan pada bayi baru lahir memungkinkan untuk identifikasi awal dan memberikan pengobatan dengan defisiensi PAH secara cepat dan tepat. Cacat intelektual yang parah dapat dihindari ketika level phenylalanine dalam darah terkontrol dengan baik saat masih bayi dan anak usia dini. Namun, diet yang kurang diperhatikan di kemudian hari dapat berdampak buruk seperti gangguan fungsi eksekutif, peningkatan impulsivitas, kemampuan belajar di sekolah tidak maksimal dan gejala gangguan kejiwaan seperti, kecemasan, depresi atau fobia.

Dilaporkan bahwa sekitar 65% ibu yang mengalami defisiensi phenylalanine hydroxylase berada di bawah kendali metabolik yang kurang baik sebelum konsepsi dan oleh karena itu mengekspos janin mereka terhadap efek teratogenik dari phenylalanine hydroxylase yang tinggi yang menyebabkan keterbelakangan mental, mikrosefali (gangguan pada sistem saraf langka yang menyebabkan kepala bayi menjadi kecil dan tidak berkembang sepenuhnya), penyakit jantung bawaan dan pembatasan pertumbuhan intrauterin.

Perawatan Terhadap Pasien Defisiensi phenylalanine hydroxylase

Secara teoritis, rencana perawatan untuk defisiensi PAH tidak rumit, namun dalam prakteknya cukup menantang karena membutuhkan diet khusus seumur hidup. Asupan fenilalanin terbatas dalam diet dan formula metabolik tambahan (mengandung protein bebas Phe) diperlukan untuk mencegah defisiensi nutrisi. Mempertahankan kadar fenilalanin dalam kisaran optimal (120-360 µmol/L) adalah hal yang sulit, terutama untuk individu dengan defisiensi PAH yang parah yang menghasilkan toleransi fenilalanin rendah.

Beberapa kendala yang biasa dihadapi dalam menerapkan diet untuk orang dengan defisiensi PAH antara lain, meningkatnya waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan makanan, ketersediaan makanan rendah protein, kurangnya variasi dalam diet, tekanan keluarga dan tingkat pengetahuan orang tua dalam penyajian makanan.

Ketika pasien mulai beranjak dewasa, tingkat kepatuhan dalam menjalani diet akan menurun. Ada sejumlah strategi yang bisa diterapkan untuk meningkatkan kepatuhan dalam menjalankan diet:

  1. Edukasi pasien secara individual menunjukkan peningkatan pada pengetahuan diet yang harus dijalankan itu sendiri dan pada kadar fenilalanin.
  2. Menggunakan rencana diet yang sudah disederhanakan.
  3. Pilih makanan yang nyaman bagi pasien.
  4. “Transfer tanggung jawab” dilakukan secara bertahap dari orang tua pada anak remaja pasien defisiensi PAH untuk mendorong anak mulai bertanggung jawab pada dirinya sendiri namun tetap dapat diawasi.

Meskipun rawat inap tidak sering dilakukan untuk pasien dengan defisiensi PAH, namun biasanya jika harus dilakukan rawat inap, akan dilakukan selama 3-7 hari, tujuannya adalah untuk menetapkan kontrol Phe, mengukur toleransi protein, konseling nutrisi yang luas, dan, dalam kelompok pasien tertentu, untuk mengevaluasi respon terhadap farmakoterapi.

Source: http://journals.sagepub.com/doi/full/10.1177/1941406415595862
Konten telah diedit untuk panjang dan gaya penulisan.

Stikes PKU Studi Banding di DIV Elektromedis Poltekes Surabaya

by admin stikespku Comments: 0

Untuk tujuan persiapan berdirinya DIV Teknik Elektromedis, Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta pada hari kamis tanggal 8 Maret 2018, menyelenggarakan Studi Banding ke Poltekes Surabaya. Kegiatan studi banding ini akan membawa manfaat yang sangat besar karena akan memberikan gambaran proses pendirian DIV Teknik Elektromedis dan juga system pendidikan dan manajemen pengelolaan prodi baru tersebut. Tim Studi Banding dipimpin langsung oleh Ketua Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta Weni Hastuti, S. Kep., M. Kes., yang diikuti Wakil Ketua I Cemy Nur Fitriya, S. Kep., Ns., M. Kep., Wakil Ketua II Munaaya Fitriya, SE., SST., M. Kes., Wakil Ketua III Sri Mintarsih, S. Kep., Ns., M. Kes., Ketua LPMPI Anis Prabowo, SKM., M. Gizi., Tenaga Pendidikan H. Nabhani, S.Pd., S. kep., M. Kes., dan Humas Teguh Wahyudi dan rombongan diterima oleh 1. Hj. Hergumiwang, ST., MT,  Ketua Jurusan Elektromedis 2. Tribowo Indarto, ST., MT, Ka. Prodi D3 Elektromedis 3. Syaifudin, ST., MT, Ka Prodi D4 Elektromedis 4. Hj. Anjar Puji, ST., MT. Ka. PPM Ketua Jurusan Elektromedis Hj. Hergumiwang, ST., MT, menyampaikan bahwa Jurusan Elektro Medis, Politeknik Kesehatan Surabaya awalnya bernama Akademi Teknik Elektromedis dan pernah menjadi kelas jauh dari ATEM Jakarta. Jurusan Elektromedik resmi berdiri sebagai bagian dari Poltekkes Surabaya tahun 2001. Jurusan Elektromedis mempunyai 2 program studi yaitu D3 Elektromedis dan D4 Elektromedis. Fasilitas yang dimiliki oleh Jurusan Elektromedik Lab yang dimiliki yaitu : LAB. Alat Lab, LAB. TTL, LAB. Radiografi, LAB. Komputer, LAB. Elomedik, LAB. Fisika, LAB. Digital, LAB. Elektronika, LAB. Mikrokomputer, LAB. Kalibrasi, Bengkel Mahasiswa. Sebagai Jurusan yang fokus pada bidang elektromedis, fasilitas yang dimiliki tergolong sangat lengkap dan baik. Salah satu perangkat yang dimiliki adalah C-Arm X-Ray machine di Lab radiologi. Kelebihan dari Jurusan Elektromedis, Poltekkes Surabaya adalah sertifikasi profesi oleh Kemenkes yang menjadi syarat bekerja di rumah sakit swasta atau rumah sakit pemerintah. Jurusan Elektromedis fokus pada mengoperasikan, memperbaiki dan manajemen perawatan serta kalibrasi perangkat kesehatan, jadi tidak ditujukan untuk membuat alat elektromedis. Kelemahannya saat dilapangan, tenaga elektromedis tidak diperkenankan untuk mengukur EKG pasien, mengambil gambar X-Ray pasien atau kegiatan yang berkaitan secara langsung. Pengoperasian ditujukan pada pemahaman cara kerja perangkat sehingga mampu melakukan perbaikan ringan saat terjadi kerusakan. Disampaikan ketua stikes PKU, Weni Hastuti, S. Kep., M. Kes., Beberapa hal yang menarik dari kunjungan ini adalah banyaknya kerjasama yang diselenggarakan oleh Jurusan elektromedi Poltekes Surabaya dengan institusi pendidikan baik di luar negeri maupun dalam Negeri. Dalam hal ini, STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta sangat yakin bahwa di tahun 2018 ini SK pendirian DIV Elektromedis di Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta akan turun dan segera akan kami publis untuk penerimaan mahasiswa baru di tahun ajaran 2018/2019. Dan kami bertekad untuk merintis kerjasama yang lebih banyak lagi dengan institusi baik dalam negeri maupun luar negeri dengan kiat-kiat yang diperoleh selama kunjungan. Disamping itu kami juga mempelajari sarana dan prasarana serta system pendidikan di Jurusan Elektromedis.

UKM STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta Ikuti Pelatihan Kepemimpinan

by admin Comments: 0

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta mengikuti pembekalan soft skill berupa pelatihan kepemimpinan dan manajemen organisasi mahasiswa, yang dilaksanakan pada Selasa (2/72/2018) di Auditorium Gedung Rektorat STIKES PKU Muhammadiyah Solo.Pembekalan Soft Skill dengan nara sumber Joko Riyanto yang juga selaku Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surakarta dan sebagai Badan Pembina Harian (BPH) Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta. Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Sri Mintarsih, mengatakan, kegiatan itu diikuti enam organisasi mahasiswa. Ada sekitar 150 peserta yang hadir dalam kegiatan itu. Dia menjelaskan keenam organisasi itu, antara lain, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Korps Sukarelawan (KSR), Himpunan Mahasiswa Perawat (Himaper), Himpunan Mahasiswa Bidan (Himabid) dan Himpunan Mahasiswa Gizi (Himagiz). “Tujuan dari kegiatan ini adalah supaya pengurus UKM mempunyai konsep dan pemahaman sama,” katanya, Selasa (127/2/2017). Pelatihan kepemimpinan mengambil tema “Asertif, Bersinergi, Kreatif dan Inovatif, Islami”.

Himper STIKES PKU Muhammadiyah Solo Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan Aisyiyah Kota Barat

by admin stikespku Comments: 0

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Himpunan Mahasiswa Perawat (Himaper) STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta mengadakan bakti sosial.

Kegiatan itu dilakukan di Panti Asuhan Yatim Piatu Aisyiyah Cabang Kottabarat, Solo, Minggu (30/4/2017).

Panitia kegiatan, Toni Irawan, mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa perawat STIKES PKU Muhammadiyah untuk berbagi bersama.

“Bantuan ini kita berikan kepada adik-adik di Panti Asuhan Aisyiyah,” kata Toni, dalam keterangan tertulis yang diterima TribunSolo.com, Senin (1/5/2017).

Menurutnya ada sekitar 35 anak yang menghuni Panti Asuhan Aisyiyah.

Adapun bakti  sosial ini berupa pembagian sembako.

Sekaligus sosialisasi hidup bersih dan cuci tangan yang benar sebagai langkah preventif pola hidup bersih.

“Kegiatan ini juga salah satu program kerja yang kami jalankan,” katanya.

Sedangkan Bagian Kemahasiswaan STIKES PKU Muhammadiyah, Indah Kurniawati, mengatakan,  STIKES PKU Muhammadiyah akan selalu mendorong UKM yang ada, salah satunya Himaper.

Himaper merupakan himpunan dari mahasiswa D-III Keperawatan.

“Kita mendorong (mereka) untuk dapat berkreatifitas dan melakukan inovasi untuk mengasah soft skill para mahasiswa,” katanya menjelaskan.

Pasalnya, kegiatan itu sangat penting dan akan berguna bagi mereka suatu saat nanti bagaimana pentingnya berorganisasi.

Sumber: Tribunsolo.com

STIKESPKU Studi banding ke STIKES Bali

by admin Comments: 0

STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta pada hari Selasa tanggal 6 Maret 2018, menyelenggarakan Studi Banding ke STIKES Bali, sebuah perguruan tinggi bidang kesehatan yang telah memiliki pengalaman 30 tahun dalam dunia pendidikan di pulau dewata, Bali. Kegiatan studi banding ini akan membawa manfaat yang sangat besar karena akan memberikan gambaran proses pendirian juga system pendidikan dan manajemen pengelolaan prodi baru tersebut.

Tim Studi Banding dipimpin langsung oleh Ketua Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta Weny Hastuti, S. Kep., M. Kes., yang diikuti Wakil Ketua I Cemy Nur Fitria, S. Kep., Ns., M. Kep., Wakil Ketua II Munaaya Fitriyya, SE., SST., M. Kes., Wakil Ketua III ( Mimin Mintarsih ) Sri Mintarsih, S. Kep., Ns., M. Kes., Ketua LPMPI Anis Prabowo, SKM., M. Gizi., Tenaga Pendidikan H. Nabhani, S.Pd., S. kep., M. Kes., dan Humas Teguh Wahyudi dan diterima oleh Ketua Yayasan YP3LPK, Bp. Ida Bagus Artha, dan Ketua STIKES Bali, Bp Ketut Widia dan I Gede Budiarta, Sp.An, KMN
Disampaikan ketua stikes PKU, Weni Hastuti, S. Kep., M. Kes., Beberapa hal yang menarik dari kunjungan ini adalah banyaknya kerjasama yang diselenggarakan oleh STIKES Bali dengan institusi pendidikan di luar negeri, terutama di kawasan Asia Tenggara. Hal ini tentu dapat mengangkat nama STIKES Bali di kawasan Ini.Dan kami bertekad untuk merintis kerjasama yang lebih banyak lagi dengan institusi baik dalam negeri maupun luar negeri dengan kiat-kiat yang diperoleh selama kunjungan studi Banding ke Bali.

Profesional Islam