info@stikespku.ac.id | (0271) 734955

Muswil dan Rakelwil Ikatan Lembaga Mahasiswa Bidan Indonesia (IKAMABI) Jawa Tengah

by admin Comments: 0

Ikatan Lembaga Mahasiswa Kebidanan Indonesia (IKAMABI) Wilayah III Jawa Tengah mengadakan Musyawarah Wilayah dan Rapat Kerja Wilayah III IKAMABI Jawa Tengah – DIY 2018/2019 di Stikes PKU muhammadiyah Surakarta pada tanggal 20-22 April 2018.

Didalam sambutan Wakil Ketua bidang III Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta Sri Mintarsih, S. Kep., Ns.,  M. Kes., menyampaikan “dengan di adakanya Musyawarah Wilayah (Muswil)  dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) IKAMABI Wilayah III di STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, kedepannya organisasi kebidanan ini diharapkan menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya.  Sehingga program kerja dan pengabdian masyarakat bisa dilanjutkan di masing-masing institusi atau perguruan tinggi untuk melakukan kegiatan yang positif, efisien dan bermanfaat untuk semua orang terutama para peserta. Dalam muswil ini diharapkan dapat memperkokoh pondasi IKAMABI dan meningktkan kerja sama antar sesama peserta serta dapat menjalin silaturahmi antar organisasi mahasiswa bidan yang terdiri dari berbagai penjuru daerah di Indonesia. Diharapkan muswil yang akan diselengarakan dapat membawa  dampak positif bagi IKAMABI maupun para peserta.

Disampaikan oleh Amanina Mujahidah Shoburoh selaku ketua Panitia Musywil dan rakerwil IKAMABI bahwa 30 peserta dari perwakilan 15 perguruan tinggi kebidanan se-Jawa Tengah, antaralain peserta dari Semarang, Yogyakarta, Surakarta, Boyolali,karanganyar, Cilacap dan lain sebagainya.  “IKAMABI yaitu Ikatan Organisasi bidan se-Indonesia. Kegiatan – kegiatan IKAMABI ini sendiri bertujuan untuk memberdayakan mahasiswa kebidanan agar bermanfaat bagi masyarakat. IKAMABI sendiri terdiri dari mahasiswa kebidanan yang dituntut berperan aktif dalam meningkatkan perubahan untuk masyarakat dan bekerja sama dengan para profesional. Dengan adanya kerja sama ini, IKAMABI dapat menyusun program kerja yang berkualitas dan dapat  melatih kerja sama dengan para profesional.” Kata Amanina.

Kegiatan Musyawarah Wilayah – Rapat Kerja Wilayah IKAMABI Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta berisi laporan Pertanggungjawaban Pengurus Harian Wilayah III Periode kepengurusan 2017/2018, pemilihan dan pelantikan Koordinator Wilayah dan pengurus Harian Wilayah tahun kepengurusan 2018/2019, rapat kerja IKAMABI untuk menyusun program kerja IKAMABI untuk satu tahun kedepan.

Dalam pemilihan ketua IKAMABI terpilih sebagai ketua baru Dewi tanjung Sari dari DIII UNS.

90 MAHASISWA STIKES PKU PRAKTEK KEPERAWATAN KELUARGA DI KECAMATAN KALIJAMBE

by admin stikespku Comments: 0

Prodi D3 Keperawatan STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Selama 3 Minggu ke depan, dari tanggal 9 April – 28 April 2018, Melaksanakan Praktek Keperawatan Keluarga Di Desa Keden, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen. Praktek keperawatan keluarga diikuti 90 Mahasiswa Prodi D3 keperawatan yang terbagi menjadi 6 kelompok di 6 dusun. Mahasiswa Stikes PKU Muhammadiyah di serah terimakan pada tanggal 9 april 2018 di Kantor kecamatan kalijambe dengan disaksikan pejabat dan tokoh masyarakat setempat.

Disampaikan Sri Mintarsih, S. kep., Ns., M. Kes., selaku Wakil Ketua III Kemahasiswaan dan dosen pendamping “Praktek Ini sebagai Implementasi langsung Praktek Mata Kuliah Keperawatan Keluarga yang akan diterapkan di masyarakat desa Keden Kalijambe Sragen dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan, melalui pengkajian pada keluarga, menegakkan masalah (diagnosa keperawatan) keluarga, menetapkan intervensi, melaksanakan tindakan (implementasi) yang sesuai, dan tahap evaluasi.”
“Kegiatan ini, mahasiswa semester VI dibagi menjadi 6 kelompok/posko yang tersebar di seluruh desa Keden” kata Sri Mintarsih, S. kep. Ns., M. Kes.

Tahapan dari kegiatan ini adalah, pada tanggal 9 April 2018 serah terima di Kantor kecamatan Kalijambe, hari ini penyerahan ke desa Keden, dan mulai besok pagi, para mahasiswa akan melaksanakan pengkajian keluarga secara serentak kepada seluruh warga.

Setelah didapatkan data pengkajian, langkah selanjutkannya adalah menetapkan masalah, yang akan diklasifikasikan menjadi 7 masalah keperawatan utama yaitu :
1. Askep Keluarga dengan kesehatan balita
2. Askep Keluarga dengan kesehatan anak
3. Askep Keluarga dengan kesehatan remaja
4. Askep Keluarga dengan kesehatan dewasa
5. Askep Keluarga dengan manula
6. Askep Keluarga dengan maternitas
7. Askep Keluarga dengan kesehatan jiwa

Penetapan Intervensi dan implementasi asuhan keperawatan ini, akan dilaksanakan di minggu kedua yang akan datang.
Disamping itu, selain kompetensi Asuhan Keperawatan keluarga, mahasiswa juga diberikan penugasan untuk pengelolaan kelompok khusus yang ada di desa Keden, diantaranya, kelompok balita, ibu hamil dan lansia yang ini merupakan kompetensi tambahan yang data datanya dapat diperoleh dari hasil pengkajian tersebut, sehingga permasalahan yang ada dikelompok khusus tersebut dapat teratasi dan masyarakat dapat merubah perilakunya untuk peningkatan status kesehatannya sehingga derajat kesehatannya bisa optimal.

Asesmen Lapangan (Visitasi) Akreditasi Prodi S1 Gizi yang dilakukan oleh Tim Asesor LAM-PTKes

by admin Comments: 0

Tim asesor LAM-PTKes melakukan asesmen lapangan (Visitasi) dalam rangka akreditasi program studi S1 Gizi Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta, pada tanggal 9 – 10 April 2018. Tim asesor terdiri dari Prof.Dr.Ir. Ikeu Tanziha, MS dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan DR. Marudut Sitompul, MPS. dari Poltekes kemenkes Jakarta.

Ketua STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta Weni Hastuti, S.Kep., M.Kes dan Ketua Program Studi S1 Gizi, Tuti Rahmawati, S.Gz., M.Si. beserta jajarannya mendampingi tim asesor LAM-PTKes dalam menjalankan tugasnya untuk melakukan verifikasi data, assessment lapangan, dan wawancara terhadap pengguna, mahasiswa, dan alumni untuk mendapatkan data yang benar-benar valid.

Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta Dr. H. Sofyan Anief, M.Si., menyampaikan bahwa LAM-PTKes merupakan Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia untuk melihat kualitas Progam Studi, Sekolah Tinggi maupun Universitas sebagai tolak ukur dalam pemberian penilaian akreditasi. Progam Studi S1 Gizi selalu berusaha untuk meningkatkan nilai akreditasi untuk mendapatkan nilai yang maksimal. Upaya tersebut terlihat dari usaha pengembangan fasilitas ruang perkuliahan dan dosen, pengembangan perpustakaan, pembaruan kurikulum, pemanfaat teknologi informasi dan pengembangan kemahasiswaan yang dilakukan Prodi S1 Gizi beberapa tahun terakhir. Dan Muhammadiyah baik melalui Majlis Dikti PP Muhammadiyah maupun Pimpinan daerah Muhammadiyah Surakarta selalu memberi dukungan dan support untuk kemajuan Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta menjadi salah satu Sekolah Tinggi kesehatan yang terbaik dan menjadi unggulan.
Ketua Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta, Weni Hastuti, M.Kes menyampaikan ucapan terima kasih atas kedatangan tim asesmen yang akan mengukur “tingkat bisa dipercaya” penyelenggaraan pendidikan S1 Ilmu Gizi di lembaganya.

Prodi S1 Gizi STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta mendapatkan ijin operasional dengan SK Nomor : 319/E/O/2012 pada tanggal 14 September 2012. Peluang untuk program Studi S1 Gizi STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta masih terbuka luas, diantaranya di Kota Solo sebagai tempat wisata kuliner, kebijakan pemerintah sehingga membuka luas kesempatan terhadap alumni untuk mengembangkan jiwa wirausaha dalam bidang kuliner halal. Seluruh alumni Prodi S1 Gizi STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta telah 100 % bekerja maupun membuka lapangan usaha.

“Akreditasi merupakan penilaian penyelenggaraan progdi yang bertujuan menginformasikan kinerja program kepada masyarakat. Selain itu, progdi juga akan mendapat masukan dari asesor tentang hal-hal yang masih harus ditingkatkan dalam penyelenggaraan progdi, mengingat akreditasi juga merupakan bentuk evaluasi pembinaan dari LAM-PT Kes” jelas Weni. Ia menambahkan, pentingnya akreditasi agar mutu lulusan yang dihasilkan terjamin, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap suatu institusi pendidikan. Pada hari pertama dan kedua, visitor melakukan asesmen dokumen, ruang laboratorium dan fasilitas lain, serta pemaparan hasil asesmen.
“Semoga hasil akreditasi mendapat nilai minimal B ini nantinya mampu menjadikan Progdi Gizi menjadi lebih baik “ harap Weni.

 

Profesional Islam