info@stikespku.ac.id | (0271) 734955

Defisiensi Phenylalanine Hydroxylase (PAH)

by admin stikespku Comments: 0

Defisiensi phenylalanine hydroxylase (PAH) adalah gangguan metabolik yang membutuhkan kepatuhan diet seumur hidup untuk perkembangan saraf dan psikologis yang optimal. Secara tradisional disebut phenylketonuria (PKU). Pasien dengan defisiensi PAH memiliki gangguan kemampuan untuk mengubah fenilalanin (Phe) menjadi tyrosine (Tyr), yang menghasilkan peningkatan kadar Phe darah dan penurunan sintesis Tyr. Peningkatan Phe adalah neurotoksik.

Mempertahankan kadar phenylalanine (Phe) dalam kisaran yang diinginkan (120-360 µmol/L) menjadi lebih sulit ketika anak-anak mulai bertumbuh, memperoleh lebih banyak otonomi atas tubuh mereka, dan pengaruh lingkungan atau sosial.

Skrining yang dilakukan pada bayi baru lahir memungkinkan untuk identifikasi awal dan memberikan pengobatan dengan defisiensi PAH secara cepat dan tepat. Cacat intelektual yang parah dapat dihindari ketika level phenylalanine dalam darah terkontrol dengan baik saat masih bayi dan anak usia dini. Namun, diet yang kurang diperhatikan di kemudian hari dapat berdampak buruk seperti gangguan fungsi eksekutif, peningkatan impulsivitas, kemampuan belajar di sekolah tidak maksimal dan gejala gangguan kejiwaan seperti, kecemasan, depresi atau fobia.

Dilaporkan bahwa sekitar 65% ibu yang mengalami defisiensi phenylalanine hydroxylase berada di bawah kendali metabolik yang kurang baik sebelum konsepsi dan oleh karena itu mengekspos janin mereka terhadap efek teratogenik dari phenylalanine hydroxylase yang tinggi yang menyebabkan keterbelakangan mental, mikrosefali (gangguan pada sistem saraf langka yang menyebabkan kepala bayi menjadi kecil dan tidak berkembang sepenuhnya), penyakit jantung bawaan dan pembatasan pertumbuhan intrauterin.

Perawatan Terhadap Pasien Defisiensi phenylalanine hydroxylase

Secara teoritis, rencana perawatan untuk defisiensi PAH tidak rumit, namun dalam prakteknya cukup menantang karena membutuhkan diet khusus seumur hidup. Asupan fenilalanin terbatas dalam diet dan formula metabolik tambahan (mengandung protein bebas Phe) diperlukan untuk mencegah defisiensi nutrisi. Mempertahankan kadar fenilalanin dalam kisaran optimal (120-360 µmol/L) adalah hal yang sulit, terutama untuk individu dengan defisiensi PAH yang parah yang menghasilkan toleransi fenilalanin rendah.

Beberapa kendala yang biasa dihadapi dalam menerapkan diet untuk orang dengan defisiensi PAH antara lain, meningkatnya waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan makanan, ketersediaan makanan rendah protein, kurangnya variasi dalam diet, tekanan keluarga dan tingkat pengetahuan orang tua dalam penyajian makanan.

Ketika pasien mulai beranjak dewasa, tingkat kepatuhan dalam menjalani diet akan menurun. Ada sejumlah strategi yang bisa diterapkan untuk meningkatkan kepatuhan dalam menjalankan diet:

  1. Edukasi pasien secara individual menunjukkan peningkatan pada pengetahuan diet yang harus dijalankan itu sendiri dan pada kadar fenilalanin.
  2. Menggunakan rencana diet yang sudah disederhanakan.
  3. Pilih makanan yang nyaman bagi pasien.
  4. “Transfer tanggung jawab” dilakukan secara bertahap dari orang tua pada anak remaja pasien defisiensi PAH untuk mendorong anak mulai bertanggung jawab pada dirinya sendiri namun tetap dapat diawasi.

Meskipun rawat inap tidak sering dilakukan untuk pasien dengan defisiensi PAH, namun biasanya jika harus dilakukan rawat inap, akan dilakukan selama 3-7 hari, tujuannya adalah untuk menetapkan kontrol Phe, mengukur toleransi protein, konseling nutrisi yang luas, dan, dalam kelompok pasien tertentu, untuk mengevaluasi respon terhadap farmakoterapi.

Source: http://journals.sagepub.com/doi/full/10.1177/1941406415595862
Konten telah diedit untuk panjang dan gaya penulisan.

Stikes PKU Studi Banding di DIV Elektromedis Poltekes Surabaya

by admin stikespku Comments: 0

Untuk tujuan persiapan berdirinya DIV Teknik Elektromedis, Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta pada hari kamis tanggal 8 Maret 2018, menyelenggarakan Studi Banding ke Poltekes Surabaya. Kegiatan studi banding ini akan membawa manfaat yang sangat besar karena akan memberikan gambaran proses pendirian DIV Teknik Elektromedis dan juga system pendidikan dan manajemen pengelolaan prodi baru tersebut. Tim Studi Banding dipimpin langsung oleh Ketua Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta Weni Hastuti, S. Kep., M. Kes., yang diikuti Wakil Ketua I Cemy Nur Fitriya, S. Kep., Ns., M. Kep., Wakil Ketua II Munaaya Fitriya, SE., SST., M. Kes., Wakil Ketua III Sri Mintarsih, S. Kep., Ns., M. Kes., Ketua LPMPI Anis Prabowo, SKM., M. Gizi., Tenaga Pendidikan H. Nabhani, S.Pd., S. kep., M. Kes., dan Humas Teguh Wahyudi dan rombongan diterima oleh 1. Hj. Hergumiwang, ST., MT,  Ketua Jurusan Elektromedis 2. Tribowo Indarto, ST., MT, Ka. Prodi D3 Elektromedis 3. Syaifudin, ST., MT, Ka Prodi D4 Elektromedis 4. Hj. Anjar Puji, ST., MT. Ka. PPM Ketua Jurusan Elektromedis Hj. Hergumiwang, ST., MT, menyampaikan bahwa Jurusan Elektro Medis, Politeknik Kesehatan Surabaya awalnya bernama Akademi Teknik Elektromedis dan pernah menjadi kelas jauh dari ATEM Jakarta. Jurusan Elektromedik resmi berdiri sebagai bagian dari Poltekkes Surabaya tahun 2001. Jurusan Elektromedis mempunyai 2 program studi yaitu D3 Elektromedis dan D4 Elektromedis. Fasilitas yang dimiliki oleh Jurusan Elektromedik Lab yang dimiliki yaitu : LAB. Alat Lab, LAB. TTL, LAB. Radiografi, LAB. Komputer, LAB. Elomedik, LAB. Fisika, LAB. Digital, LAB. Elektronika, LAB. Mikrokomputer, LAB. Kalibrasi, Bengkel Mahasiswa. Sebagai Jurusan yang fokus pada bidang elektromedis, fasilitas yang dimiliki tergolong sangat lengkap dan baik. Salah satu perangkat yang dimiliki adalah C-Arm X-Ray machine di Lab radiologi. Kelebihan dari Jurusan Elektromedis, Poltekkes Surabaya adalah sertifikasi profesi oleh Kemenkes yang menjadi syarat bekerja di rumah sakit swasta atau rumah sakit pemerintah. Jurusan Elektromedis fokus pada mengoperasikan, memperbaiki dan manajemen perawatan serta kalibrasi perangkat kesehatan, jadi tidak ditujukan untuk membuat alat elektromedis. Kelemahannya saat dilapangan, tenaga elektromedis tidak diperkenankan untuk mengukur EKG pasien, mengambil gambar X-Ray pasien atau kegiatan yang berkaitan secara langsung. Pengoperasian ditujukan pada pemahaman cara kerja perangkat sehingga mampu melakukan perbaikan ringan saat terjadi kerusakan. Disampaikan ketua stikes PKU, Weni Hastuti, S. Kep., M. Kes., Beberapa hal yang menarik dari kunjungan ini adalah banyaknya kerjasama yang diselenggarakan oleh Jurusan elektromedi Poltekes Surabaya dengan institusi pendidikan baik di luar negeri maupun dalam Negeri. Dalam hal ini, STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta sangat yakin bahwa di tahun 2018 ini SK pendirian DIV Elektromedis di Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta akan turun dan segera akan kami publis untuk penerimaan mahasiswa baru di tahun ajaran 2018/2019. Dan kami bertekad untuk merintis kerjasama yang lebih banyak lagi dengan institusi baik dalam negeri maupun luar negeri dengan kiat-kiat yang diperoleh selama kunjungan. Disamping itu kami juga mempelajari sarana dan prasarana serta system pendidikan di Jurusan Elektromedis.

UKM STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta Ikuti Pelatihan Kepemimpinan

by admin Comments: 0

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta mengikuti pembekalan soft skill berupa pelatihan kepemimpinan dan manajemen organisasi mahasiswa, yang dilaksanakan pada Selasa (2/72/2018) di Auditorium Gedung Rektorat STIKES PKU Muhammadiyah Solo.Pembekalan Soft Skill dengan nara sumber Joko Riyanto yang juga selaku Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surakarta dan sebagai Badan Pembina Harian (BPH) Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta. Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Sri Mintarsih, mengatakan, kegiatan itu diikuti enam organisasi mahasiswa. Ada sekitar 150 peserta yang hadir dalam kegiatan itu. Dia menjelaskan keenam organisasi itu, antara lain, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Korps Sukarelawan (KSR), Himpunan Mahasiswa Perawat (Himaper), Himpunan Mahasiswa Bidan (Himabid) dan Himpunan Mahasiswa Gizi (Himagiz). “Tujuan dari kegiatan ini adalah supaya pengurus UKM mempunyai konsep dan pemahaman sama,” katanya, Selasa (127/2/2017). Pelatihan kepemimpinan mengambil tema “Asertif, Bersinergi, Kreatif dan Inovatif, Islami”.

Himper STIKES PKU Muhammadiyah Solo Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan Aisyiyah Kota Barat

by admin stikespku Comments: 0

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Himpunan Mahasiswa Perawat (Himaper) STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta mengadakan bakti sosial.

Kegiatan itu dilakukan di Panti Asuhan Yatim Piatu Aisyiyah Cabang Kottabarat, Solo, Minggu (30/4/2017).

Panitia kegiatan, Toni Irawan, mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa perawat STIKES PKU Muhammadiyah untuk berbagi bersama.

“Bantuan ini kita berikan kepada adik-adik di Panti Asuhan Aisyiyah,” kata Toni, dalam keterangan tertulis yang diterima TribunSolo.com, Senin (1/5/2017).

Menurutnya ada sekitar 35 anak yang menghuni Panti Asuhan Aisyiyah.

Adapun bakti  sosial ini berupa pembagian sembako.

Sekaligus sosialisasi hidup bersih dan cuci tangan yang benar sebagai langkah preventif pola hidup bersih.

“Kegiatan ini juga salah satu program kerja yang kami jalankan,” katanya.

Sedangkan Bagian Kemahasiswaan STIKES PKU Muhammadiyah, Indah Kurniawati, mengatakan,  STIKES PKU Muhammadiyah akan selalu mendorong UKM yang ada, salah satunya Himaper.

Himaper merupakan himpunan dari mahasiswa D-III Keperawatan.

“Kita mendorong (mereka) untuk dapat berkreatifitas dan melakukan inovasi untuk mengasah soft skill para mahasiswa,” katanya menjelaskan.

Pasalnya, kegiatan itu sangat penting dan akan berguna bagi mereka suatu saat nanti bagaimana pentingnya berorganisasi.

Sumber: Tribunsolo.com

STIKESPKU Studi banding ke STIKES Bali

by admin Comments: 0

STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta pada hari Selasa tanggal 6 Maret 2018, menyelenggarakan Studi Banding ke STIKES Bali, sebuah perguruan tinggi bidang kesehatan yang telah memiliki pengalaman 30 tahun dalam dunia pendidikan di pulau dewata, Bali. Kegiatan studi banding ini akan membawa manfaat yang sangat besar karena akan memberikan gambaran proses pendirian juga system pendidikan dan manajemen pengelolaan prodi baru tersebut.

Tim Studi Banding dipimpin langsung oleh Ketua Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta Weny Hastuti, S. Kep., M. Kes., yang diikuti Wakil Ketua I Cemy Nur Fitria, S. Kep., Ns., M. Kep., Wakil Ketua II Munaaya Fitriyya, SE., SST., M. Kes., Wakil Ketua III ( Mimin Mintarsih ) Sri Mintarsih, S. Kep., Ns., M. Kes., Ketua LPMPI Anis Prabowo, SKM., M. Gizi., Tenaga Pendidikan H. Nabhani, S.Pd., S. kep., M. Kes., dan Humas Teguh Wahyudi dan diterima oleh Ketua Yayasan YP3LPK, Bp. Ida Bagus Artha, dan Ketua STIKES Bali, Bp Ketut Widia dan I Gede Budiarta, Sp.An, KMN
Disampaikan ketua stikes PKU, Weni Hastuti, S. Kep., M. Kes., Beberapa hal yang menarik dari kunjungan ini adalah banyaknya kerjasama yang diselenggarakan oleh STIKES Bali dengan institusi pendidikan di luar negeri, terutama di kawasan Asia Tenggara. Hal ini tentu dapat mengangkat nama STIKES Bali di kawasan Ini.Dan kami bertekad untuk merintis kerjasama yang lebih banyak lagi dengan institusi baik dalam negeri maupun luar negeri dengan kiat-kiat yang diperoleh selama kunjungan studi Banding ke Bali.

Profesional Islam