info@stikespku.ac.id | (0271) 734955
| Login

Mahasiswa STIKES PKU Muhammadiyah Ikuti Pelatihan Penanggulangan Gawat Darurat

by admin Comments: 0

Para mahasiswa memeragakan pertolongan kepada pasien saat BTCLS, Jumat 14 Juli 2017. | Prasetyo (/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG – SOLO – Sebanyak 79 peserta dari mahasiswa semester VI D3 Keperawatan STIKES Muhammadiyah Surakarta mengikuti pelatihan Basic Trauma Cardiniac Life Support (BTCLS), Jumat 14 Juli 2017. Acara ini digelar mulai Kamis 13 Juli 2017 hingga Minggu 16 Juli 2017.

Kegiatan ini menggandeng Jakarta Medical Service and Training (JMST) 119. Selain mahasiswa kampus setempat, peserta juga datang dari dari perguruan tinggi lain dan para perawat rumah sakit. Tempat pelatihan di Gedung Rektorat STIKES PKU Muhammadiyah Surakarata,  Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Solo.

Ketua Penyelenggara BTCLS, Yuli Widyastuti, mengatakan, ini periode ke 6 untuk BTCL dan kerja sama dengan JMST 119. Jadi, sudah  6 tahun kerja sama ini terjalin dengan baik dan semoga bisa terjaga terus.

”Pelatihan ini membekali para mahasiswa dalam penanganan gawat darurat. Ini sangat berguna dalam dunia  kesehatan serta bekal calon alumni untuk magang atau kerja di rumah sakit, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa di bidang kegawatdaruratan ” kata Yuli.

Wakil Ketua Bidang Akademik dan Kurikulum STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Cemy Nur Fitria, menyampaikan mahasiswa akan magang di 7 Rumah Sakit PKU  Muhammadiyah Solo Raya. Untuk itu, pelatihan ini sebagai bekal dan pasca wisuda akan mendapatkan keterangan magang dan sertifikat BTCLS.

Cemy berharap, setelah mengikuti pelatihan BTCLS, peserta pelatihan (perawat, bidan dan dokter umum) mempunyai kemampuan dan keterampilan tentang penanganan kedaruratan trauma dan jantung . Serta mampu melaksanakan tugas atau menolong penderita gawat darurat seoptimal mungkin.

”Juga meningkatkan kemampuan dalam asuhan keperawatan pada klien dengan kegawatdaruratan di rumah sakit atau tempat kerja (Emergency of Nursing), pelatihan dasar ini wajib diikuti setiap mahasiswa Stikes PKU Muhammadiyah sebelum bekerja, karena mereka harus siap melakukan penanganan dasar trauma,” ujar dia.

Sementara, Ketua STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Weni Hastuti SKep MKes, mengatakan, pelatihan ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab STIKES untuk memberikan bekal atau skill tambahan bagi calon alumni. Sehingga lulusan mempunyai pembeda dengan alumni dari perguruan tinggi sejenis dan siap berkompetisi ketika memasuki dunia kerja.

 ”Sekarang ini yang dibutuhkan rumah sakit maupun instansi pelayanan kesehatan bukan saja lulusan perawat yang memiliki ijazah saja, tapi juga lulusan perawat yang memiliki berbagai kompetensi yang tersertifikasi,” ujar Weni. (sto)

 

Sumber : Fokus Jateng

Basic Trauma Cardiniac Life Support (BTCLS) Tahun 2017

by admin Comments: 0

Solo — Sebanyak 79 mahasiswa Sekolah Tinggi Kesehatan (STIKES) PKU Muhammadiyah Surakarta latihan Basic Trauma Cardiniac Life Support (BTCLS), Kamis-Minggu, (13-16/7/2017).

“Pelatihan ini membekali para mahasiswa dalam penanganan gawat darurat. Ini sangat berguna dalam dunia  kesehatan serta bekal calon alumni untuk magang atau kerja di rumah sakit, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mahasiswa di bidang kegawatdaruratan,” ungkap Ketua Penyelenggara BTCLS, Yuli Widyastuti kepada Timlo.net, di Gedung Rektorat Stikes PKU Muhammadiyah Surakarata,  Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jumat (14/7).

Pelatihan ini, menurut Yuli, STIKES PKU Muhammadiyah Solo menggandeng Jakarta Medical Service and Training (JMST) 119. Pesertanya dari mahasiswa semester VI D3 Keperawatan Stikes Muhammadiyah Surakarta, mahasiswa program Ners dari perguruan tinggi lain dan para perawat rumah sakit.

Pada kesempatan itu, Wakil Ketua Bidang Akademik dan Kurikulum Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta, Cemy Nur Fitria mengatakan, ke 79  mahasiswa peserta latihan akan magang di 7 Rumah Sakit PKU  Muhammadiyah Soloraya. Untuk itu, pelatihan ini sebagai bekal dan pasca wisuda akan mendapatkan keterangan magang dan sertifikat BTCLS.

Cemy berharap, setelah mengikuti pelatihan BTCLS, peserta pelatihan (perawat, bidan dan dokter umum) mempunyai kemampuan dan keterampilan tentang penanganan kedaruratan trauma dan jantung . Serta mampu melaksanakan tugas atau menolong penderita gawat darurat seoptimal mungkin.

“Juga meningkatkan kemampuan dalam asuhan keperawatan pada klien dengan kegawatdaruratan di rumah sakit atau tempat kerja (Emergency of Nursing), pelatihan dasar ini wajib diikuti setiap mahasiswa STIKES PKU Muhammadiyah sebelum bekerja, karena mereka harus siap melakukan penanganan dasar trauma,” ujarnya.

Sumber:http://www.timlo.net

Begini Penutupan Rangkaian Kegiatan Pesantren Mahasiswa STIKES PKU Surakarta

by admin Comments: 0

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Ratusan mahasiswa STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta dari tiga program studi mengikuti outbond.

Outbond diikuti 168 mahasiswa semester dua dilaksanakan di Edupark Jalan Adi Sucipto Blulukan, Colomadu, Karanganyar, Minggu (9/7/2017).

Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Institusi (LPMPI), Anis Prabowo, mengatakan, outbound ini bertujuan untuk melatih kemampuan leadership, partnership, dan communication skill mahasiswa.

Outbound ini adalah untuk melengkapi kegiatan para mahasantri di pesantren mahasiswa (pesma).

Sekaligus sebagai prasyarat untuk mendapatkan sertifikat pesantren mahasiswa yang akan menjadi salah satu syarat ikut wisuda.

“Oleh karena itu, kegiatan outbound ini bersifat wajib,” kata Anis, dalam keterangan persnya kepada TribunSolo.com, Minggu (10/7/2017).

Dia mengatakan, kegiatan itu dilaksanakan sebagai penutupan pesantren mahasiswa yang dilaksanakan STIKES PKU Muhammadiyah.

Adapun pesantren mahasiswa sendiri, katanya, untuk menggembleng mahasiswa di bidang Al Islam dan Kemuhammadiyahan di asrama dengan metode pesantren dan sudah dimulai Februari lalu.

Selama mengikuti pesantren mahasiswa mereka didik tentang aqidah, akhlaq, bacaan Alquran, hafalan surat dan tentang kemuhammadiyahan.

“Harapannya mahasiswa STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta bener – benar menjadi insan atau kader Muhammadiyah yang bertakwa, professional dan Islami,” katanya.

Sumber: Tribunsolo.com

Fakta-fakta Vitamin D

by admin Comments: 0

Vitamin D selama ini digadang sebagai the wonder vitamin karena proses penciptaannya dapat terjadi di dalam tubuh dan manfaat-manfaatnya yang luar biasa. Namun, dalam sejumlah manfaat yang selama ini kita ketahui, banyak hal yang masih kurang kita pahami untuk menyimpulkan manfaat vitamin ini bagi tubuh. Berikut Kami paparkan fakta di balik Vitamin D.

 

1. Sumber

Ketika sinar matahari mengenai kulit telanjang, tubuh menciptakan Vitamin D-nya sendiri. Orang dengan kulit yang lebih pucat dapat mencukupi kadar Vitamin D-nya dari “berjemur” selama 5-10 menit, beberapa kali dalam seminggu. Orang dengan warna kulit lebih gelap membutuhkan jauh lebih banyak dari itu dikarenakan kadar melanin yang tinggi melindungi kulit dari sinar matahari. Oleh karena itu, sumber lain pun dibutuhkan.

Tidak banyak makanan yang menyediakan sumber vitamin D. Salmon, Makarel dan Ikan Todak adalah pengecualian, dan menyediakan Vitamin D yang signifikan dalam satu porsi makan. Ikan-ikan lain yang berlemak seperti Tuna dan Sarden pun mengandung Vitamin D walaupun tidak banyak. Juga dalam kadar rendah, Vitamin D terdapat pada kuning telur, hati sapi, sereal dan susu.

Pilih sarapan dengan bijak agar tubuh menyerap kadar Vitamin D dalam yang mencukupi. Banyak susu yang diperkaya Vitamin D termasuk susu kedelai. Jus jeruk, sereal, roti dan yogurt pun sudah biasa ditambahkan Vitamin D. Jangan lupa mengecek label untuk tahu seberapa banyak Vitamin D yang didapatkan. Mengonsumsi makanan kaya Vitamin D adalah cara terbaik.

Ada 2 jenis suplemen Vitamin D yang bisa dijadikan tambahan, yaitu D2 (Ergocalciferol) yang terdapat pada makanan dan D3 (Cholecalciferol) yang diproses dari sinar matahari. Keduanya dapat menaikkan kadar vitamin D dalam darah. Kebanyakan jenis suplemen mengandung 400 IU Vitamin D.

Faktor-faktor yang dapat membuat tubuh tidak menyerap Vitamin D dengan baik adalah usia, warna kulit, domisili di wilayah yang dingin dan kurang sinar matahari, kelebihan berat badan, intoleransi laktosa, dan penyakit hati dan pencernaan seperti Crohn’s disease atau Celiac.

Menggunakan Sunblock pun mengganggu penyerapan Vitamin D tapi tidak memakainya dapat memperbesar risiko kanker kulit. Jadi, penting untuk mencari sumber lain agar tidak kekurangan vitamin D ini.

2. Benefit?

Di antara banyak daftar manfaat dari cukupnya kadar Vitamin D dalam tubuh, yang paling familiar dan terbukti adalah bahwa Vitamin D berperan penting untuk kekuatan tulang, sejak kita bayi hingga manula. Vitamin ini membantu tubuh menyerap kalsium dari makanan yang kita konsumsi. Pada manula, dosis harian Vitamin D dan Kalsium dapat membantu mencegah fraktur dan tulang rapuh. Pada anak-anak, Vitamin D dapat membangun tulang yang kuat, mencegah rakhitis, penyebab kaki tertekuk, lutut mengetuk dan tulang yang lemah. Menambahkan Vitamin D ke formula susu di tahun 1930-an membantu mengurangi Rakhitis secara global.

Manfaat lain yang disebut-sebut adalah membantu melawan diabetes, multiple sclerosis, kanker, penyait jantung dan depresi serta membantu menurunkan berat badan. Walaupun studi-studi membuktikan kaitan kadar Vitamin D tubuh dengan penyakit-penyakit ini, ternyata tidak semua menyediakan bukti kaitan yang menyembuhkan atau menghilangkan risiko penyakit hanya dengan mengonsumsi Vitamin D yang cukup.

  • Sudah banyak studi yang menunjukkan hubungan antara rendahnya level Vitamin D dengan Diabetes Tipe 1 dan 2. Namun, tidak berarti bahwa mengonsumsi suplemen vitamin D dapat mencegah Diabetes tipe ini. Kelebihan lemak tubuh mungkin berperan di dalamnya.
  • Multiple Sclerosis (MS) atau Sklerosis Ganda adalah penyakit progresif yang muncul akibat sistem kekebalan tubuh yang secara keliru menyerang selaput pelindung saraf (Mielin) dalam otak dan saraf tulang belakang. Terjadi lebih sering di wilayah tropis, dan selama bertahun-tahun dicurigai mempunyai hubungan langsung dengan sinar matahari dan tingkat Vitamin D. Studi terbaru tentang kelainan genetik langka menunjukkan rendahnya level Vitamin D dan tingginya risiko MS pada pasien. Namun, adanya kaitan ini tidak menunjukkan bukti-bukti yang lebih konkrit untuk merekomendasikan Vitamin D sebagai pencegahan atau penanganan MS.
  • Studi membuktikan bahwa orang yang obesitas memiliki kadar Vitamin D rendah dalam tubuhnya. Lemak tubuh memerangkap Vitamin D, membuatnya tidak dapat diakses oleh tubuh. Tidak pasti bahwa obesitas itu sendiri yang menyebabkan rendahnya kadar Vitamin D ataukah sebaliknya. Ada 1 studi tentang menambahkan Vitamin D ke dalam diet tanpa kalori membantu orang yang kelebihan berat badan dengan kadar Vitamin D rendah untuk menurunkan berat badan lebih mudah.
  • Vitamin D berperan dalam perkembangan otak dan fungsinya, dan terbukti bahwa rendahnya kadar vitamin D ditemukan pada pasien yang depresi. Walaupun studi tersebut tidak menunjukkan bahwa suplemen Vitamin D menurunkan tanda-tanda depresi.
  • Vitamin D pun berperan dalam penyakit-penyakit lain seperti penyakit jantung dan demensia. Kekurangan Vitamin D berhubungan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke. Kekurangan Vitamin D pun menyebabkan buruknya ingatan, perhatian dan kemampuan analisa pada manula dibandingkan dengan yang kadar Vitamin D-nya mencukupi. Namun hubungan-hubungan ini tidak menjadi jaminan bahwa dengan meningkatkan konsumsi Vitamin D dapat membuat manusia terhindar dari penyakit jantung maupun demensia.

3. Gejala

Kebanyakan orang yang kekurangan Vitamin D tidak menyadari tanda-tandanya. Baru ketika sudah parah, tanda-tanda itu padat dirasa berupa melunaknya tulang yang disebut Osteomalacia. Tanda-tandanya berupa nyeri tulang dan melemahnya otot. Pada anak-anak, dapat menjadi Rakhitis dan masalah pada tulang kepala.

4. Rekomendasi Harian

Mengetes kadar Vitamin D dapat dilakukan dengan pemeriksaan darah yang disebut 25-Hydrovitamin D test. Sebanyak 20 nanograms/milimeter(ng/mL) dibutuhkan sebagai standar sehatnya tulang dan tubuh secara keseluruhan. Namun, banyak dokter berpendapat sebaiknya kadarnya lebih tinggi dari 30 ng/mL untuk dapat memaksimalkan manfaat Vitamin D pada tubuh.

Rekomendasi harian untuk Vitamin D adalah 600 IU untuk dewasa hingga usia 70 tahun. Manula di atas itu sebaiknya mendapat 800 IU dari makanan dan suplemen mereka.

5. Vitamin D pada Bayi

Pada bayi, walaupun diketahui secara umum bahwa ASI merupakan sumber makanan yang terbaik dan terlengkap, namun tidak mengandung banyak Vitamin D. Bayi menyusui membutuhkan 400 IU Vitamin D hingga saatnya mengonsumsi makanan padat dan minum air mineral setidaknya 1 liter sehari. Di atas 1 tahun, bayi mendapatkannya dari susu yang diperkaya Vitamin D. Namun, terlalu banyak pun tidak baik dan dapat menyebabkan mual, muntah-muntah, kehilangan selera makan, haus berlebihan, sakit pada otot dan banyak gejala serius lainnya.

Cara paling baik untuk mendapatkan Vitamin D untuk bayi adalah dengan berjemur di bawah sinar matahari langsung selama beberapa menit setiap hari. Untuk anak yang lebih besar, sudah banyak multivitamin anak yang dapat dikunyah dengan rasa yang beragam.

6. Kelebihan Vitamin D

Kelebihan Vitamin D terjadi pada banyak negara di dunia termasuk di Amerika. Konsumsi di atas 4.000 IU per hari dapat meningkatkan risiko penyakit berat karena kelebihan vitamin ini dapat menyebabkan meningkatkan kadar kalsium dalam darah, yang menyebabkan rusaknya pembuluh darah, jantung dan ginjal. Jangan melebihi batas 4,000 IU per hari dari sumber lain selain sinar matahari. Untuk Vitamin D yang bersumber dari sinar matahari, tubuh akan berhenti menciptakan Vitamin D jika sudah mencukupi.

INFO SPMB
Profesional Islam