info@stikespku.ac.id | (0271) 734955
| Login

Kelompok Hibah IbM Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta Beri Penyuluhan Kesehatan ke Kader Posyandu Pasarkliwon

by admin Comments: 0

SOLO– Kelompok hibah Iptek bagi Masyarakat (IbM) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) PKU Muhammadiyah Surakarta melaksanakan penyuluhan kesehatan pada Senin- Selasa (15-16/5) di Gedung Posyandu Ngudi Waras Semanggi, Pasarkliwon, Solo.

Kelompok hibah ini diketuai oleh Ratih Prananingrum SST MKes dan Ida Untari SKM MKes yang merupakan anggota IbM serta Dewi Pertiwi DK, S Gz M Gizi.

Pengabdian tersebut mengambil tema Iptek bagi Masyarakat Kader Posyandu Balita Menuju Balita Sehat bersama Kader Posyandu Balita Cempaka IV RW XXI dan Posyadu Balita Murbo Indah RW XVII. Masing–masing Posyandu mengirimkan 20 kader selama dua hari tersebut.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta, Cemy Nur Fitriya dan perwakilan LPPM Stikes PKU Muhammadiyah, Rusiana Sri Haryani. Serta, Lurah Semanggi, Sularso dan perwakilan Puskesmas Sangkrah, Pasarkliwon, Lilia Fitrianingsih.

Dalam sambutanya, Cemy mengatakan Stikes PKU Muhammadiyah sedang ada program hibah IbM. Melalui program ini diharapkan bisa memberi manfaat bagi masyarakat.

Adapun Lurah Semanggi, Sularso mengucapkan terima kasih kepada Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta. “Semoga kegiatan ini menginisiasi masyarakat untuk dapat meningkatkan kualitas kader Posyandu. Dan hal ini juga bagian program kami untuk menerima kerja sama dengan stakeholder di luar pemerintahan kelurahan,” ujar Sularso.

Sedangkan Ratih Prananingrum MKes menambahkan Pengabdian masyarakat ini lebih fokus ke Posyandu Balita dengan tema penelitian Menuju Balita Sehatyang juga sebagai implementasi penelitian Tenaga Kependidikan Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta yang lolos Hibah Dikti Ipteks bagi Mayarakat (IbM) dalam hal ini diketuai oleh Ratih Prananingrum MKes.

“Dalam dua hari kami memberi penyuluhan dan pendidikan kesehatan kepada kader RT 17 dan 21 Semanggi baik secara teori maupun praktik dengan berbagai materi Balita sehat di antaranya, Pijat Bayi dan Praktik Pijat Bayi oleh saya sendiri, lalu Antopometri Balita dan Praktik Antopometri oleh Ida Untari, Gizi Balita dan Praktik Menu Balita Sehat oleh Dewi Pertiwi dan Tumbuh kembang balita oleh Lilia Fitrianingsih dari Puskesmas Sangkrah,” kata Ratih.

PENYULUHAN – Kader Posyandu Balita Cempaka IV RW XXI dan Posyadu Balita Murbo Indah RW XVII menyimak paparan narasumber dalam penyuluhan kesehatan dari Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta, Senin-Selasa (15-16/5).
Dok Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta

Ratih juga menyampaikan kepada Kader Posyandu Balita Cempaka bahwa anak usia 0-5 tahun adalah generasi emas (golden periods) di mana anak pada usia tersebut terjadi proses tumbuh kembang yang optimal, sehingga bayi/anak perlu diberikan stimulasi pijat bayi agar tumbuh kembangnya bisa maksimal. Orang yang harus mengetahui tumbuh kembang anak adalah orangtua, selain itu petugas Posyandu Balita yang menimbang dan memeriksa kesehatan anak. Kader kesehatan Posyandu Balita yang memberikan penyuluhan kepada ibu dan anak harus punya ilmu yang cukup tentang tumbuh kembang dan bagaimana cara mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Orangtua khususnya ibu sebaiknya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anaknya, dengan cara melakukan pijat bayi.

Kenyataan yang ada di lingkungan Semanggi belum banyak orangtua maupun kader Posyandu yang mengerti cara pijat bayi/anak yang benar. Bayi/anak jarang sekali dilakukan pemijatan oleh orangtuanya. Orangtua mengatakan pijat bayi dilakukan hanya kadang-kadang kalau anak kurang enak badan dan itupun dilakukan oleh dukun pijat, bukan oleh orangtuanya sendiri.

Terdapat tiga kasus anak kurang gizi di Posyandu Murba Indah menjadi permasalahan lain muncul dalam pelaksaan Posyandu Balita. Tujuan program pengabdian IbM ini adalah memberikan pelatihan pijat bayi pada kader posyandu di Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon, Surakarta dan meningkatkan keterampilan kader dalam memberikan pelayanan pijat bayi terhadap bayi, pelatihan praktik masak gizi Balita dan terdokumentasi dalam buku resep menu sehat balita ber ISBN.

Sumber: Joglosemar.co

by admin Comments: 0

Mahasiswa STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta mengadakan seminar kewirausahaan ‘Entrepreneurs Is The Way Of Life’ di The Adhiwangsa Hotel, Colomadu, Karanganyar, Minggu (21/5/2017).

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR – BEM STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta mengadakan seminar kewirausahaan “Entrepreneurs Is The Way Of Life”.

Seminar tersebut dilaksanakan di The Adhiwangsa HotelColomadu, Karanganyar, Minggu (21/5/2017).

Hadir sebagai narasumber CEO Buka Lapak, Rahmad Danu Andika, wirausahawan di bidang kesehatan, Munaaya Fitriya, dan pebisnis forum, Nurhadi Islam.

Adapun peserta seminar ada sekitar 500 mahasiswa.
Ketua BEM STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Bachrudin Yusuf, mengatakan, bahwa di era globalisasi tentunya peralatan semakin canggih, meskipun belum banyak yang memanfaatkan teknologi untuk kebutuhan sehari harinya.

“Mereka beranggapan akibat pengaruh globalisasi membuat bisnis yang semula dijajakan menjadi sepi karena pengaruh situs online,” kata Bachrudin, dalam keterangan persnya, Selasa (23/5/2017).

Oleh karena itu, kata dia, peningkatan sumber daya manusia merupakan hal yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produktifitas sehingga bisa memanfaatkan media online untuk berwirausaha.

“Kami mengadakan seminar kewirausahaan untuk meningkatkan sumber daya manusia agar mahasiswa, masyarakat bisa berkarya dan tidak lagi menjadi beban keluarga,” jelas dia.

Sementara, Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Sri Mintarsih, berharap mahasiswa bisa menjadi pelopor bisnis.

Kemampuan wirausaha merupakan modal dasar bagi seseorang yang ingin bergerak di bidang usaha tertentu.

“Diharapkan dengan diadakannya seminar nasional kewirausahaan mahasiswa, masyarakat tergerak untuk memanfaatkan media teknologi yang sudah canggih untuk berwirausaha,” kata dia.

Pihaknya juga berharap dapat menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, kreatif sebagai bekal dalam berwirausaha, membangun jejaring bisnis dan menciptakan wirausaha pemula.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul BEM STIKES PKU Muhammadiyah Solo Gelar Seminar Kewirausahaan ‘Entrepreneurs Is The Way Of Life’, http://solo.tribunnews.com/2017/05/23/bem-stikes-pku-muhammadiyah-solo-gelar-seminar-kewirausahaan-entrepreneurs-is-the-way-of-life.
Penulis: Labibzamani
Editor: Hanang Yuwono

STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta Kerja Sama LazisMu Gelar Talkshow Sambut Ramadan

by admin Comments: 0

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – STIKES PKU Muhammadiyah Solo bekerja sama dengan LazisMu Solo mengadakan talkshow “Sambut Ramadan dengan Quran bersama Muzammil Hasballah”.

Kegiatan ini diadakan di lantai dua Aula STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta Kadipiro, Banjarsari, Solo, Senin (8/5/2017) petang.

Direktur LazisMu Solo, Reynal Falah, mengatakan, LazisMu merupakan lembaga Zakat, Infaq, Shodaqoh Muhammadiyah, yang berarti Lazis tingkat nasional.

“Lembaga ini fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, shodaqoh dan dana kedermawanan lainnya baik secara perseorangan, perusahaan atau instansi lainnya,” kata Raynal, dalam keterangan tertulisnya, kepada TribunSolo.com, Selasa (9/5/2017).

Ketua STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Weni Hastuti, mengucapkan terima kasih kepada LazisMu Solo yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut.

“STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta akan menghadirkan idola baru remaja muslim dan semoga bisa menginspirasi,” ujarnya.

Pihaknya mengatakan, kedatangan Muzammil Hasballah ini dapat menumbuhkan dan memotivasi para mahasiswa semakin cinta Alquran dan dapat menjiwai Alquran dalam kehidupan sehari hari.

Muzammil Hasballah dalam tausiyahnya mengaku bukan ustaz.

Dia mengatakan, menjadi dai itu tidak harus seorang ustaz, karena sesama manusia sudah tugasnya saling menasehati dalam kebaikan.

 

“Kalau ingin mendapatkan inspirasi ke saya, kalau belajar agama ke ulama, kyai, ustaz,” ujarnya.

Dia minta jangan diidolain.

Menurutnya, yang perlu diidolakan adalah Nabi Muhammad SAW.

Dia mengajak bersama-sama untuk merenung.

Alquran diturunkan pada Ramadan malam hari Jumat.

“Hari Jumat merupakan sayyidul Ayyam (hari yang Mulia),” kata Muzammil.

“Dua kota yang menjadi tempat turunnya Alquran yaitu Mekkah dan Madinah menjadi kota yang mulia.”

“Kepada siapa Alquran diamanahkan?, Kepada manusia yang mulia yaitu Nabi Muhammad SAW,” katanya.

Segala sesuatu yang berkaitan dengan Alquran mulia.

“Kalau kita ingin dimuliakan oleh Allah SWT salah satunya dengan memuliakan Alquran, yaitu belajar, mempelajari dan mengajarkannya,” jelasnya.

Berkait interaksi dengan Alquran yang pertama adalah Qiroatul Quran (membaca), kedua Tilawatil Quran (mempelajari, mengerti, memahami dan menghayati).

Sumber: Trimbunsolo.com

 

INFO SPMB
Profesional Islam