info@stikespku.ac.id | (0271) 734955
| Login

Weni Hastuti Akan Memimpin STIKES PKU Muhammadiyah Solo hingga 4 Tahun ke Depan

by admin Comments: 0

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Weni Hastuti terpilih lagi sebagai Ketua STIKES PKU Muhammadiyah Solo.

Ia akan memimpin lagi kampus tersebut, kali ini untuk periode 2016/2020.

Pelantikan Pimpinan STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta periode 2016/2020 ini dilakukan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Solo, H Subari.

Kepada TribunSolo.com, Weni mengatakan, terpilihnya dia menjadi ketua merupakan amanah yang diberikan PDM Solo kepadanya.

“Artinya saya harus melanjutkan estafet kepemimpinan STIKES PKU Muhammadiyah,” katanya, Sabtu (215/10/2016), di Solo.

Weni menbersagatakan, dirinya bersama pimpinan lain siap melanjutkan perjuangan perguruan tinggi kesehatan ini untuk menuju yang lebih baik.

Secara kelembagaan STIKES PKU Muhammadiyah Solo akan semakin berkembang.

“Ciri yang hidup harus tumbuh dan berkembang, sehingga dengan segala potensi yang sudah dimiliki akan mengembangkan prodi baru,” ujarnya.

Tidak hanya itu, kata Weni, dalam empat tahun ke depan perguruan tinggi yang dipimpinnya akan berubah menjadi institut kesehatan.

“Kami juga akan terus melakukan kerja sama dengan stakeholder untuk perkembangan dan kemajuan STIKES PKU Muhammadiyah,” kata dia

Sumber: Tribunsolo.com

Kematian Ibu Hamil Akibat Anemia Masih Tinggi

by admin Comments: 0

Solo-kopertis6.or.id – Sebagai rangkaian dies natalis ke-23, Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta yang dalam hal ini Himpunan Mahasiswa Keperawatan (HIMAPER) menyelenggarakan Seminar Kesehatan Nasional, dengan narasumber dr. H.Rustam Sunaryo, Sp.OG dengan tema Waspada Indikasi Anemia Ibu Hamil dan Janin dengan ANC Terpadu, Dwi Yuningsih, S.Kep, Ns, M.Kes,  dengan tema Peran perawat dalam Pemeriksaan Proses Tukem Anak yang terkena dampak dari Anemia Ibu, Dr. Toto Sudargo, SKM, M.Kes Lebih menyoroti strategi Pengoptimalan Nutrisi Golden age sebagai stimulus pencegahan dini anemia pada ibu hamil dan bayinya dr. Andri Putranto, M.Kes selaku moderator.

Seminar bertemakan “The Great Stimulation in Golden Days to Prevent anemia” dilangsungkan di Graha Wisata Niaga Solo pada Sabtu, 15 Oktober 2016, di buka Kepala Kemahasiswaan Dewi Marfuah, S. Gz., MPH

Pada kesempatan tersebut Dewi berharap terhadap terbentuknya karakter tenaga kesehatan sebagi role model dalam memberikan pemahaman dan pembekalan kepada masyarakat dan diri sendiri, dalam mengubah gaya hidup untuk mencegah anemia serta berperan dalam menurunkan angka anemia, khususnya pada ibu hamil. “Islam menganjurkan pentingnya menjaga kesehatan. Selain itu, Islam juga mengajarkan kita menghargai dan bertanggung jawab terhadap tubuh kita sendiri.” katanya

Dalam materinya dr. H.Rustam Sunaryo, Sp.OG(K) menjelaskan, Kematian ibu dapat terjadi karena beberapa sebab, diantaranya karena anemia. Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia relatif tinggi, yaitu sebesar 262 per 100.000 kelahiran hidup (BPS, 2005).

“Ini berarti setiap jam ada 1 ibu yang meninggal karena proses kehamilan dan persalinan. Padahal Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator keberhasilan layanan kesehatan di suatu negara.” papar Rustam

Ia menjelaskan, prevalensi anemia di dunia sangat tinggi, terutama di negara-negara sedang berkembang, termasuk Indonesia. Menurut Word Health Organization (2008), prevalesi kejadian anemia di dunia antara tahun 1993 sampai 2005 sebanyak 24.8 persen dari total penduduk dunia (hampir 2 milyar penduduk dunia).

“Laporan hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2007 menunjukkan,  prevalensi anemia ibu hamil pada tahun 2007 di DKI Jakarta sebesar (59.1%) atau 15 persen melebihi rata-rata prevalensi nasional (11.9%).” bebernya

Menurut penelitian, metode lotus birth juga dapat mencegah anemia, tetapi pada bayi yang dilahirkan karena tanpa memutus tali pusar dan membiarkan tali pusar lepas sendiri, diharapkan bayi mendapat lebih banyak darah yang mengandung oksigen, nutrisi dan antibodi.

 

Sumber : http://mail.kopertis6.or.id

INFO SPMB
Profesional Islam