info@stikespku.ac.id | (0271) 734955

Bicara Gizi, Menkes pun Ingat Nasihat Ibu Ainun Habibie

by admin stikespku Comments: 0

YOGYAKARTA,suaramuhammadiyah.id,- Ingat Gizi ibu hamil, ingat nasihat Ibu Ainun Habibie. Demikian yang dirasakan Menteri Kesehatan (Menkes) Prof Nila Djuwita Anfasa Moeloek tatkala berbicara di depan peserta Muktamar Nasyiatul ‘Aisyiyah yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Apa nasihat  Ainun Habibie pada Nila Djuwita? “Tolong ajarkan pada ibu-ibu hamil untuk membuka otak kanan dan otak kiri. Karena ibu hamil tidak hanya perlu gizi dalam arti asupan yang baik, tetapi ibu hamil juga perlu sentuhan otak . Sentuhan ini diwujudkan dengan kasih sayang dan perhatian serta kata-kata yang baik”.

Lalu bagaimana membuka otak kanan dan kiri si bayi? Menurut Menkes, ibu hamil bisa memanfaatkan alam yang ada di sekelilingnya. Bisa menggunakan kain warna-warni  yang diputar-putar. Itu adalah upaya untuk stimulasi otak dan bisa juga dengan cara-cara yang lain termasuk melalui pendengaran. Yang  jelas untuk bisa membuka otak kanan dan kiri bayi ini si ibu harus gembira dan kreatif. Tentu anggota NA yang calon ibu dan ibu muda ini siap mengamalkannya agar melahirkan generasi yang sholeh (elf).

Sumber : http://www.suaramuhammadiyah.id

Mahasiswa Thailand, UNDIP dan STIKES PKU Muhammadiyah Memasak Bersama

by admin stikespku Comments: 0

SOLO, suaramuhammadiyah.id– Auditorium Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) PKU Muhammadiyah Solo siang itu, Senin (15/8), tampak dipenuhi puluhan mahasiswa. Belasan orang di antaranya adalah mahasiswa asing, yakni mahasiswa dari Khon Kaen University Thailand. Sementara beberapa orang lainnya, adalah mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, serta dari STIKES PKU Muhammadiyah Solo. Namun di ruangan itu, mereka tidak sedang mengikuti seminar internasional ataupun mendengarkan kuliah pakar. Mereka justru sedang asyik memasak bersama dengan menu Tomyam, salah satu masakan khas Negara Thailand.

Di antara mahasiswa asing tersebut, tiga di antaranya laki-laki, yaitu Watcharapong Sarawong, Mette Muanmat, dan Kritsada Saithongyon, yang terlihat begitu piawai memasak. Meskipun begitu, mahasiswa perempuan pun tak lantas berdiam diri. Mereka saling membantu untuk memasak Tomyam. Aneka bumbu dan bahan untuk membuat Tomyam, antara lain ketumbar, bawang putih, cabai merah besar, cabai rawit, daun jeruk, kecap ikan, udang, serai, minyak cabai, jahe, lengkuas, dan lain-lain, segera mereka olah dan masak.

Sementara di sisi lainnya, juga terdapat satu meja besar dan panjang yang menyajikan aneka bumbu masakan untuk salah satu makanan khas Indonesia, yaitu nasi kuning. Di meja tersebut, para mahasiswa STIKES PKU Muhammadiyah Solo bersama mahasiswa dari UMS dan Undip juga memasak nasi kuning lengkap dengan lauk-pauknya.

Aktivitas yang dilakukan puluhan mahasiswa dari Khon Kaen University Thailand bersama mahasiswa UMS, Undip, dan STIKES PKU tersebut merupakan serangkaian kegiatan study visit di STIKES PKU Muhammadiyah Solo.

Disampaikan kepala LPMPI dan Urusan Internasional STIKES PKU Muhammadiyah, Anis Prabowo, menjelaskan, kunjungan tersebut merupakan bentuk tindak lanjut kerja sama antara Khon Kaen University Thailand dengan STIKES PKU Muhammadiyah.

“Kunjungan sebenarnya bukan hanya dari Khon Kaen saja, tapi gabungan empat universitas (STIKES PKU Muhammadiyah Solo, Khon Kaen University Thailan, Undip, dan UMS) dalam Program Summer Course,” terangnya.

Sebelum melakukan study visit ke STIKES PKU Muhammadiyah, mahasiswa yang terdiri atas 20 orang itu terlebih dahulu melakukan kunjungan belajar ke UMS, Undip, dan STIKES PKU Muhammadiyah. Selain mempelajari sisi akademik perguruan tinggi di setiap kampus yang dikunjungi, mahasiswa-mahasiswa tersebut saling bertukar informasi tentang budaya atau culture. Dalam kesempatan itu para mahasiswa juga melihat secara langsung satu per satu ruangan yang ada di STIKES PKU Muhammadiyah, antara lain laboratorium, ruang kuliah, ruang Ketua STIKES PKU Muhammadiyah, dan perpustakaan.

“Hari ini mereka kami ajak untuk berkeliling kampus. Karena kegiatan akademis sudah dilaksanakan di UMS dan Undip, maka di STIKES PKU Muhammadiyah ini dipilih aktivitas yang lebih santai yaitu memperkenalkan masakan khas negara masing-masing dengan memasak langsung. Dari Indonesia untuk mahasiswa asingnya, diperkenalkan nasi kuning, sedangkan mahasiswa Thailand memasak Tomyam,” ungkapnya (tgh).

Sumber : http://www.suaramuhammadiyah.id

Susu, Nutrisi Penting untuk Penuhi Gizi Anak Bangsa

by admin stikespku Comments: 0

Liputan6.com, Jakarta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan persoalan gizi adalah permasalahan nasional yang hanya dapat ditangani melalui kerja sama antara berbagai pemangku kepentingan.

Deputi Menteri PPN/ Kepala Bappenas Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan Subandi Sardjoko, menyatakan bahwa beban gizi ganda merupakan tantangan bagi sumber daya manusia Indonesia. Tantangan tersebut dapat muncul di berbagai tahapan siklus kehidupan dan sangat berpengaruh kepada daya saing manusia Indonesia. Hal ini perlu menjadi perhatian.

Dia mencontohkan, dampak permasalahan gizi yang muncul pada usia dini tidak terbatas hanya pada status gizi anak pada saat itu saja, misalnya anak berbadan pendek, anak yang kegemukan atau anak dengan status gizi buruk. Dampak-dampak tersebut kemudian akan berkaitan dengan risiko rendahnya kecerdasan dan risiko potensi penyakit tidak menular ketika anak berada pada usia dewasa.

“Untuk itulah keberadaan sumber pangan dan nutrisi yang terjangkau akan sangat membantu masyarakat meningkatkan kualitas gizi mereka,” kata Subandi di Jakarta, Rabu (9/8).

Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas hidup dan gizi anak di Indonesia adalah dengan memberikan produk pangan bernutrisi baik dengan harga yang terjangkau.

Perbaikan gizi dinilai akan efektif meningkatkan sekaligus mempertahankan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indonesia yang baru saja memasuki kategori Tinggi. Pada April 2017, Badan Pusat Statistik merilis IPM Indonesia tahun 2016 sebesar 70,18 atau naik 0,63 poin dibandingkan tahun sebelumnya.

Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI)Ahmad Syafiq, menambahkan, salah satu sumber nutrisi yang penting bagi masyarakat adalah susu. Keberadaan susu yang terjangkau akan sangat membantu dalam peningkatan gizi masyarakat dalam skala yang luas.

Dia menjelaskan, susu menjadi salah satu produk nutrisi yang mampu menghasilkan energi untuk bertahan. Jalur metabolisme ditentukan oleh nutrisi yang diuraikan untuk menghasilkan energi tersebut. “Energi ini dibutuhkan tubuh untuk menghasilkan protein baru, asam nukleat, DNA, dan lain-lain,” kata Ahmad.

Meski demikian, layaknya produk mengandung gula lainnya – yang notabene adalah sumber energi, konsumsi susu oleh masyarakat tetap harus diimbangi dengan pola hidup yang sehat (healthy lifestyle). Contohnya, dengan rajin berolahraga, menjaga kebersihan dan mempertahankan berat badan ideal.

Dedi Setiadi, Ketua Gabungan Koperasi Susu Indonesia menambahkan di era modern saat ini masyarakat tidak hanya disuguhkan susu segar sebagai salah satu produk. Sejumlah produk susu segar seperti mentega, yogurt, es krim, keju, susu kental manis, susu bubuk juga dapat menjadi pilihan konsumen.

 

Sumber : Liputan 6

S1 Gizi Stikes PKU Kunjungan Industri

by admin stikespku Comments: 0

Solo – Sebanyak 30 mahasiswa Semester IV Program Studi (Prodi) S1 Ilmu Gizi STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta mengadakan kegiatan rangkaian kunjungan Praktek Belajar Lapangan (PBL) atau Praktek Kerja Lapangan (PKL) industri. Kunjungan industri dilakukan di PT Sidomuncul, Kecamatan Bergas, Ungaran dan PT Nissin di Semarang.

“Di PT Sidomuncul, kita ingin melihat juga sisi filosofi kesuksesan perusahaan farmasi tersebut yang sekarang juga sudah berinovasi dengan mengembangkan berbagai minuman instan dan aneka food supplement,” ungkap pemimpin rombongan Tuti Rahmawati melalui rilis yang diterima Timlo.net.

Menurut Tuti, kegiatan ini bertujuan untuk melihat secara nyata Aplikasi Mata Kuliah Pengawasan Mutu Pangan (PMP), utk melihat secara langsung Quality Control Pengawasan Makanan. Dan juga untuk melihat secara langsung penerapan HACCP (Hazard Analisis Critical Control Point) dan GMP (Good Manufacturing Product) seperti personal hygiene, sanitasi makanan.

“Mahasiswa Semester IV telah mendapatkan teori di dalam kelas, kegiatan ini merupakan pengamatan aplikasi secara langsung dalam proses menjaga mutu dalam produksi makanan/minuman,” jelasnya.

Sumber : www.timlo.net

Profesional Islam